"FOKUS!! Pegang pistol kalian dengan erat. Fokus pada sasaran kalian. Jangan pedulikan sekitar" Jack berjalan dibelakang Bangtan dan Lena
Hari ini Jack meminta mereka semua untuk berlatih menembak. Mereka harus siap untuk melaukan misi. Menyerang keluarga mafia lain perlu persiapan yang matang. Delapan orang itu berjajar dengan pistol di tangan mereka masing-masing. Sebuah uang koin yang digantung dengan talilah yang menjadi sasaran mereka.
Jack sedikit gila memang. Jika biasanya kaleng atau papan sasaran yang dijadikan sasaran untuk menembak. Ini justru malah sebuah koin, bagaimana bisa peluru itu mengenai koin yang luas permukaanya hanya berdiameter 2 cm.
PROK!
Tepat saat Jack menepuk tangannya, delapan peluru diluncurkan secara bersamaan.
DOR! DOR! DOR! DOR!
Tiga peluru meleset, dan satu peluru hanya mengenai pinggir koin tersebut.
DOR! DOR! DOR! DOR!
Empat peluru berhasil menembus uang koin membuat sebuah lubang di tengah logam itu.
Empat peluru itu adalah milik Taehyung, Namjoon, Seokjin, dan Yoongi. Sedangkan satu peluru yang hanya mengenai pinggir koin adalah milik Lena.
"Ini pasti karena aku menggunakan tangan kiri. Jika tidak aku pasti sudah melubangi koin itu" Jungkook berdecik kesal. Tangan kanannya yang masih diperban membuatnya harus menembak dengan tangan kiri.
"Tidak ada alasan Jung! Gagal ya gagal tidak ada kata pengandaian" Jack menjawab ketus, membuat semuanya tertawa melihat wajah cemberut Jungkook
"Sekarang ku bagi kalian menjadi 2 tim. Lena, kau bersama Jin, Yoongi, dan Hoseok" Lena mengangguk, menuruti kata Jack
"Dan kalian satu tim" Jack menunjuk Namjoon, Jimin, Jungkook, dan Taehyung
"Tapi hyung" ucap Jimin dan Taehyung secara bersamaan
Saat Jimin hendak mengutarakan protesnya, Jack mengangkat tangan mencegah. "Tak ada alasan. Kalian satu tim. Aku tidak peduli dengan masalah pribadi kalian. Kalian berdua sudah dewasa, maka bersikaplah dengan dewasa" Jack berkata tegas. Jika dalam mode serius, siapapun tidak akan berani mencelanya.
Melihat Jack yang terlihat sangat serius. Jimin dan Taehyung akhirnya mengangguk pasrah.
"Kalian boleh beristirahat dulu. Ku tunggu 15 menit dari sekarang di hutan belakang" Jack melihat jam di pergelangan tangannya, lalu pergi dari ruang berlatih
Bangtan dan Lena berjalan kearah pinggir ruangan. Mencari tempat duduk dan menegak minuman. Mereka sudah berlatih sejak 2 jam yang lalu. Tapi Jack hanya meberikan mereka waktu istirahat selama 15 menit.
Jin melihat Lena yang berkeringat. Dia berinisiatif memberikan Lena tisu untuk mengelap keringatnya.
"Gomawo Oppa" Lena menerima tisu pemberian Jin dan tersenyum manis kearahnya
Semua yang ada disana menatap interaksi Jin dan Lena. Sejak kapan Jin hyung dan Lena dekat? Mungkin itulah isi pikiran member Bangtan, selain Jin saat ini.
* * *
Sekarang Bangtan dan Lena sudah berkumpul di hutan belakang. Jack memberikan masing-masing dari mereka sebuah rompi pelindung dan satu buah pistol karet. Mereka akan melakukan permainan Paintball. Paintball adalah sebuah kegiatan simulasi menggunakan peluru cat.
"Aku akan menyederhanakan peraturannya. Jika kalian tertembak maka kalian akan menjadi seorang sandera, salah satu anggota tim bisa menyelamatkan sanderaan hanya dengan menpuk bahunya. Setiap orang yang terkena tembakan selama tiga kali maka dinyatakan mati atau keluar dari permainan. Permainan akan dinyatakan selesai jika salah satu tim berhasil mengambil bendera di kawasan lawan. Atau semua anggota dari salah satu tim sudah mati" Jack menjelaskan peraturan permainan. Mereka semua menyimak dengan seksama
KAMU SEDANG MEMBACA
The Other Side [BTS MAFIA]
AcciónDatang ke konser adalah cita-cita setiap fans bukan? Sama seperti gadis yang lainnya. Seorang gadis begitu fanatik akan BTS. Dan keberuntungan berpihak kepadanya. Sang idola mengadakan konser saat uang yang selama ini ia kumpulkan sudah cukup untuk...
![The Other Side [BTS MAFIA]](https://img.wattpad.com/cover/259250293-64-k511803.jpg)