Duapuluh

4.8K 864 166
                                        

Mari kita buka part ini dengan yang ganteng-ganteng🤩👍

Mari kita buka part ini dengan yang ganteng-ganteng🤩👍

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


[][][]


"Pengumuman hasil interview lo kapan?" tanya Rose, masih dengan tangannya yang dengan cekatan bergerak membersihkan peralatan dapur sisa sarapannya dengan Doyoung pagi ini.

Hingga hari ini, terhitung sudah 3 hari berlalu setelah Doyoung datang ke kantor Gongmyung untuk melakukan interview.

"Tadi malem Bang Gongmyung bilang kalo pengumumannya hari ini."

Rose hanya mengangguk-anggukan kepalanya, sekadar untuk menanggapi jawaban yang Doyoung berikan. Setelahnya ia kembali memusatkan atensinya pada alat masak yang masih harus ia cuci.

Namun tak berselang lama, Rose seketika tersentak saat ia merasakan ikat rambutnya dilepas oleh seseorang, membuat rambut panjangnya langsung tergerai begitu saja. Siapa lagi jika bukan Doyoung yang melakukannya?

"Lo ngapainㅡ,"

"Diem, gue cuman mau benerin iket rambut lo yang mau melorot." ucap Doyoung, sembari mencoba menahan tubuh Rose agar tidak bergerak dari posisinya dengan kedua tangannya.

"Kalo gue diterima magang, lo mau ngasih apa buat gue?" tanya Doyoung tiba-tiba, masih dengan tangannya yang bergerak mengikat kembali rambut Rose yang kini tergerai.

Rose yang memang malas untuk memikirkan harus memberikan apa pada Doyoung, tanpa pikir panjang langsung bertanya balik.

"Emangnya lo mau apa dari gue?"

Saat mendengar pertanyaan tersebut dari bibir Rose, tanpa sadar Doyoung menghentikan pergerakan tangannya yang sebelumnya masih bergerak mengikat rambut Rose.

"Lo yakin bisa ngasih apa yang gue mau?"

"Asal bukan barang mahal, kenapa nggak?" balas Rose yang tampak menganggap enteng apa yang Doyoung inginkan darinya, sembari mengangkat kedua bahunya.

Helaan napas keluar dari bibir Doyoung, begitu ia selesai mengikat kembali rambut Rose.

"Yang gue mau bukan sesuatu berbau uang, Rose." tutur Doyoung dengan suara yang terdengar lebih lirih dari sebelumnya.

"Terus?"

Doyoung tak langsung membalas ucapan Rose tersebut, ia terdiam selama beberapa saat.

"Lo janji bakal menuhin apapun keinginan gue, kalo gue diterima nanti?"

"Hm, janji." balas Rose cepat. Bahkan cewek itu tak sedikitpun mencoba menebak apa yang Doyoung inginkan darinya.

"Gue mau kita nuntasin apa yang waktu itu harus gue tunda."

Rose seketika menghembuskan napas panjang seraya memutar bola matanya. Karena kebetulan sudah selesai mencuci semua peralatan dapur, Rose lantas membasuh tangannya yang penuh sabun dan mengeringkannya dengan handuk kecil yang ada pada dinding bak cuci piring.

[4] Kak DoyoungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang