Sabelas

7.4K 1.3K 201
                                        

Kalian tau kan part Taeyong sama Mark di lagu punch pas awal lagu? Well,kira-kira part ini bakal rada kayak gitu :) 

×××


"Lo punya perasaan khusus sama Kakak gue?"

Mata Rose terbelalak,ia benar-benar tak menyangka pertanyaan itu lah yang akan keluar dari bibir Doyoung.

Sesaat Doyoung menghela napas,sebelum kemudian beranjak bangkit dan melangkah mendekati Rose yang masih berdiri di ambang pintu kamar.

"Jawab." Doyoung kembali berucap,seraya mengurung Rose diantara kedua tangannya yang kini bertumpu pada pintu. Tatapan mata pria itu kian menajam.

Wajah keduanya kini terlampau dekat,bahkan Rose dapat merasakan hembusan napas Doyoung menyentuh permukaan kulit wajahnya.

"G-gueㅡ,"

Entah kenapa Rose tak mampu untuk bersuara,suaranya seakan tertahan di tenggorokannya. Lidahnya terasa kelu,belum lagi detak jantungnya yang kian meningkat drastis.

Tak lagi dapat mengendalikan rasa gugupnya,membuat Rose perlahan menundukkan wajahnya. Menghindari mata Doyoung yang masih menatapnya lekat-lekat.

"Gak mau jawab,hm?"

Tangan Doyoung perlahan meraih dagu Rose,memaksa mata cewek itu untuk kembali bersitatap dengannya.

Selama beberapa saat keduanya saling menatap dalam diam,hanya terdengar hembusan pelan napas keduanya di tengah kesunyian itu.

Hingga untuk kedua kalinya,mata Rose terbelalak. Tepat saat Doyoung menyatukan bibir keduanya.

Rose kembali dibuat terkejut saat tangan Doyoung yang tersisa kini meraih tengkuk lehernya,diiringi bibir cowok itu yang mulai bergerak melumat bibirnya. Sesekali Doyoung menekan tengkuk leher Rose,seakan mencoba memperdalam pagutan bibir cowok itu pada bibirnya.

Ini jelas bukan lagi sekedar kecupan,seperti saat di mobil tempo hari. Kali ini Doyoung benar-benar mencium bibirnya.

Ciuman ini terlalu mengejutkan Rose,bahkan seharusnya ia menghentikan Doyoung. Namun entah kenapa tubuhnya terasa begitu lemas,ditambah lagi kakinya seolah kehilangan pijakan pada lantai.

Tubuh Rose mungkin akan melorot jatuh,andai saja tangan Doyoung yang awalnya berada pada tengkuk lehernya tidak berpindah memeluk pinggangnya.

Pada akhirnya Rose hanya bisa pasrah dengan kondisinya saat ini,ia membiarkan Doyoung berkuasa penuh atas bibirnya. Rose perlahan memejamkan matanya,mencoba menikmati permainan bibir Doyoung.

Kalau memang tubuh Rose terlalu lemah untuk memberontak,maka setidaknya ia harus menikmati ciuman ini.

Kedua tangan Rose perlahan beralih meremas kaos yang tengah Doyoung kenakan,seiring dengan gerakan bibir cowok itu pada bibirnya yang kian agresif.

Meski awalnya ragu,namun Rose akhirnya mencoba membalas ciuman yang Doyoung berikan. Keduanya kini saling melumat bibir satu sama lain dengan lembut,namun disaat yang bersamaan tetap terkesan agresif.

Selama beberapa menit ciuman itu terus berlangsung,sekaligus mengisi kesunyian di kamar dengan decakan bibir mereka.

Hingga akhirnya ciuman tersebut  berakhir saat kedua tangan Rose memukul-mukul dada Doyoung,kala ia merasa sesak karena cukup lama tidak menerima oksigen masuk ke dalam tubuhnya.

Selama beberapa saat keduanya saling memandang sayu dengan pundak yang naik turun dan napas yang sama-sama tak beraturan,seolah-olah keduanya baru saja melakukan olahraga yang cukup berat.

Tangan Doyoung perlahan terulur merapihkan rambut Rose yang sedikit berantakan karena ulah tangannya barusan.

"Gue tau lo nikah sama gue karena terpaksa,bukan karena keinginan lo." ucap Doyoung dengan suaranya yang terdengar begitu berat.

Perlahan tangan Doyoung terulur mengelus lembut pipi Rose, "Tapi gimanapun,sekarang lo istri gue. Lo udah jadi milik gue dan gue udah jadi milik lo."

Doyoung menjeda ucapannya dengan mendaratkan kecupan singkat pada bibir Rose,kontan membuat cewek itu kembali memejamkan matanya.

Setelahnya mata keduanya kembali menatap satu sama lain. Seulas senyuman tipis terbit di bibir Doyoung,diikuti jempol tangannya yang mengusap lembut bibir Rose. Bibir manis yang beberapa saat lalu dikuasai oleh bibirnya.

"Gue gak suka lo natap cowok lain dengan tatapan memuja,apalagi liat lo dengan tulusnya senyum manis ke kakak gue sendiri." ucap Doyoung,kemudian membawa Rose ke dalam pelukannya. Cowok itu menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Rose.

"Gue cemburu,Rose." Doyoung berucap lirih disela pelukannya,sambil sesekali mengelus lembut surai panjang Rose dengan jemari-jemarinya.

Rose menelan kasar saliva yang terasa menggantung di tenggorokannya. Semua yang baru saja terjadi padanya benar-benar mengejutkan dan membuatnya bingung di saat yang sama,sampai ia tidak tahu harus berkata apa.

"S-sebenernya gue emang punya perasaㅡ,"

Doyoung menghela napas cukup keras,membuat Rose kontan mengatupkan bibirnya. Cewek itu semakin bingung.

Bukankah hal itulah yang ingin Doyoung ketahui? Tapi kenapa respon cowok itu seakan tidak ingin mendengar jawabannya?

Doyoung lantas melepaskan pelukannya dari Rose dan kembali menubrukkan netranya dengan netra cewek itu.

Semula Doyoung memang ingin mendengar jawabannya langsung dari Rose,namun nyatanya ia tidak sanggup. Apalagi saat sosok yang akan disebut merupakan kakaknya sendiri.

"Gak usah dilanjutin,tanpa lo bilang juga gue udah tau." ucap Doyoung,disusul seulas senyuman getir yang terbit pada bibirnya.

Setelahnya,tanpa berkata apa-apa Doyoung meninggalkan kamar. Menyisakan Rose dengan tubuhnya yang terasa benar-benar lemas,hingga perlahan jatuh melorot ke lantai.

Doyoung sukses membuat pikiran dan perasaan Rose berantakan. Setelah melemparkan pertanyaan mendadak yang sukses mengejutkannya,lalu mencium bibirnya,kini cowok itu juga membuat Rose merasa bersalah.

Karena sorot mata sendu yang menyiratkan kesedihan bercampur kekecewaan,serta senyum getirnya barusan masih terbayang jelas dalam benak Rose.

×××


Kenapa giliran bikin beginian aja otak aku lancar jaya,tapi giliran berhadapan sama fisika dan matematika otak aku malah ngadat hhhh

Fyi,nulis part ini juga bikin hati aku sendiri berantakan :')

Terus... aku rasa belakangan readers nambah terus tapi votenya masih diam di tempat dan vote sama readers makin jomplang aja hikd ಥ_ಥ

 aku rasa belakangan readers nambah terus tapi votenya masih diam di tempat dan vote sama readers makin jomplang aja hikd ಥ_ಥ

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sorry to say tapi ini bakal jadi last update aku sebelum vote total book ini tembus 2k. Biar kalian yang nyider gak males:(

So,see you!✨

[4] Kak DoyoungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang