Opat

8.1K 1.3K 161
                                        

"Saya terima nikah dan kawinnya Roseanna Park binti Haejin dengan maskawin tersebut dibayar tunai."

Begitu Doyoung berhasil mengucap ijab qabul dalam satu tarikan napas,Rose tak bisa menahan diri  untuk tidak melongo dan menatap Doyoung yang ada di sebelahnya dengan mata melotot.

Ini kok Kak Doyoung bisa lancar banget ngucapinnya!?

Suara berdekhem dari ayah kontan menyadarkan Rose dari keterkejutannya. Saat matanya dengan mata ayah bertemu,Rose langsung memahami maksud dari kode mata yang ayahnya berikan.

Sesaat gadis itu menghela napas pelan,sebelum akhirnya perlahan memutar tubuh ke arah Doyoung dan mengambil tangan pria itu untuk ia tempelkan pada keningnya.

Mata Rose lagi-lagi melebar saat tanpa diduga tangan Doyoung langsung meraih kepalanya,dan diakhiri dengan bibir pria itu yang menempel di keningnya cukup lama.

×××


Karena statusnya kini adalah istri dari Doyoung,setelah akad pernikahan mau tidak mau Rose mengikuti Doyoung tinggal di rumah keluarganya.

Jujur,bagi Rose ini sedikit konyol. Karena rumah keluarganya dan keluarga Doyoung bersebelahan,ia hanya pindah ke rumah yang jaraknya tidak sampai 20 langkah dari rumah asalnya.

Mama Taehee serta Papa Hujan yang merupakan orangtua dari Doyoung dan kini menjadi mertua Rose,menyambutnya dengan sangat hangat. Begitupun dengan Gongmyung yang status awalnya gebetan Rose,berubah menjadi kakak iparnya sendiri.

Hanya satu orang yang tidak menunjukkan sikap hangat pada Rose,siapa lagi jika bukan suaminya sendiri? Tidak ada perubahan sikap sedikitpun pada diri Doyoung.

Untuk pertama kalinya Rose makan malam dengan keluarga barunya,dan gadis itu merasa sangat bersyukur karena tidak ada seorangpun yang membahas insiden sebelum pernikahan.

Rose jelas tidak dapat menjawab apa-apa jika ada yang bertanya,dan ia merasa tak yakin bisa mengandalkan jawaban dari Doyoung.

Selesai membantu Mama Taehee membersihkan bekas segala peralatan makan malam,Rose lantas naik ke lantai atas.

Tepatnya,menuju kamar Doyoung. Begitu gadis itu masuk,kamar tersebut terlihat kosong. Terdengar suara ribut air dari kamar mandi,pertanda bahwa Sang Pemilik Kamar tengah berada di dalamnya.

Jam dinding menunjukkan pukul 9 malam,biasanya di jam ini Rose masih belum mengantuk. Tapi entah kenapa,sekarang matanya sudah terasa berat.

Sesaat Rose menatap ranjang di hadapannya yang tampak begitu bersih dan rapih,serta sebuah sofa yang berada tak jauh dari ranjang.

Rose merasa belum siap untuk tidur seranjang dengan Doyoung,jelas tak mungkin menyuruh Doyoungㅡselaku pemilik kamar untuk tidur di sofa.

Lantas Rose mengambil salah satu bantal yang langsung ia taruh di sofa,bersiap menjadikannya sebagai tempat tidurnya.

Belum juga 5 detik Rose berbaring di sofa,di saat yang sama Doyoung keluar dari kamar mandi dengan rambut yang sedikit basah. Dapat ditebak pria itu baru selesai mandi.

"Lo ngapain tidur disitu?" tanya Doyoung seraya menghampiri Rose yang baru saja berbaring di sofa.

Karena sudah terlalu malas kembali bangun,Rose memilih tetap di posisi berbaring. "Gue ngantuk,mau tidur."

"Pindah ke kasur,jangan tidur disitu." titah Doyoung,diikuti matanya yang melirik kasurnya.

"T-tapi gueㅡ,"

"Cepet pindah ke kasur." Doyoung kembali mengulang perintahnya,kali ini penuh penekanan dengan mata yang menatap Rose tajam.

Rose hanya bisa menghela napas,dan berakhir menuruti perintah Doyoung. Sementara Rose beralih pindah ke ranjangnya,Doyoung lantas mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur.

"Lo tidur disini juga?" tanya Rose kala Doyoung ikut membaringkan tubuhnya tepat di sebelahnya.

"Iyalah,ini kasur gue." jawabnya dengan nada yang terdengar sewot.

Rose berdecak kesal seraya kembali mendudukan tubuh,"Tuh,kan. Mending gueㅡ,"

Tepat saat gadis itu akan beranjak bangkit,Doyoung dengan cepat mencegat lengan gue.

"Gue gak bakal ngelakuin hal buruk ke lo,gue janji." ucapnya,masih dengan tangannya yang menahan lengan Rose. Dari sorot matanya di tengah cahaya yang redup,Rose tahu Doyoung serius dengan ucapannya.

Lagi-lagi Rose menghela napas,sebelum akhirnya kembali membaringkan tubuhmya di ranjang Doyoung. Besok ia sudah masuk kuliah,dan butuh istirahat sehingga ia tidak mau menyia-nyiakan waktu tidurnya untuk sekedar berdebat dengan Doyoung.

Seakan mencoba meyakinkan Rose akan ucapannya,Doyoung menaruh dua guling diantara keduanya sebagai semacam pembatas.

Posisi tidur Rose dan Doyoung berhadapan satu sama lain,dan entah kenapa rasanya Rose kesulitan untuk tenggelam pada alam mimpinya, padahal ia sudah sangat mengantuk.

Doyoung menyadari pergerakan gelisah mata Rose meski dibalik matanya yang terpejam.

"Tidur." ucap Doyoung seraya mengelus lembut puncak kepala Rose.

Entah bagaimana,namun elusan Doyoung di puncak kepalanya memberikan Rose ketenangan tersendiri. Tidak lama setelahnya,gadis itu tenggelam dalam alam mimpi.

×××

Gebetan Rose yang berubah status jadi kakak iparnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gebetan Rose yang berubah status jadi kakak iparnya.

Kalo kalian suka book ini jangan lupa pencet tombol bintang di pojok kiri bawah!✨ Satu komen dan vote kalian sangat berarti buat aku >·<

See you!✨

[4] Kak DoyoungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang