Sapuluh

7.6K 1.2K 156
                                        

Semoga update yang sekarang masuk ya ke notif kalian. Tadi pagi aku udah bolak-balik publish-unpub part ini tapi kata temen aku  gaada notif update atau announcement sama sekali dong:))

Tadi pagi di kalian ada notifnya gak? Atau announcement aku masuk gak?

Ngadi-ngadi ah wetpet kesel aku. Padahal hari ini mau niat double up:)

×××


Keesokan paginya,Rose bangun setelah Doyoung yang baru menunaikan sholat subuh membangunkannya untuk segera sholat. Doyoung pun terlihat lebih bugar dibandingkan semalam.

Selepas mengucapkan salam,Rose mendapati Doyoung yang sudah tertidur kembali. Wajar saja karena hari ini merupakan hari Sabtu.

Semenjak tinggal di rumah keluarga barunya,Rose mau tak mau meninggalkan kebiasannya yang tidur kembali setelah sholat subuh.

Meski tak disuruh,namun Rose berinisiatif membantu Mama mertuanya menyiapkan sarapan.

Begitu makanan untuk sarapan sudah siap santap,Rose lantas beranjak naik ke lantai atas. Berniat untuk membangunkan Doyoung.

Setelah Doyoung bangun,keduanya turun beriringan menuju lantai dasar untuk sarapan bersama dengan anggota keluarga yang lain.

"Makasih buat yang semalem." ucap Doyoung secara tiba-tiba,tepat saat kaki keduanya akan menyentuh lantai dasar. Di saat yang bersamaan keduanya berpapasan dengan Mama,Papa serta Gongmyung yang kebetulan tengah melewati tangga.

Selama beberapa saat ketiganya saling bersitatap satu sama lain,seakan tengah berkomunikasi lewat tatapan mata mereka. Sedetik setelahnya,ketiganya tertawa secara bersamaan.

"Udah,jangan diketawain. Maklumin aja mereka kan pengantin baru." celetuk Mama Taehee seraya mendorong tubuh Papa Hujan serta Gongmyung ke arah ruang makan.

Kali ini giliran Rose dan Doyoung yang menatap satu sama lain,raut wajah keduanya terlihat sama-sama bingung. Meski awalnya bingung,namun tak lama setelahnya mata Doyoung langsung melebar.

Doyoung berdecak pelan,merutuki kebodohannya yang mengucapkan terimakasih di saat yang tidak tepat.

"Lo ngerti apa yang mereka ketawain?" tanya Rose dengan raut wajah yang terlihat bingung,masih tidak paham namun penasaran alasan ketiganya tadi tiba-tiba tertawa.

"Gatau." elak Doyoung seraya melangkah mendahului Rose menuju ruang makan,meninggalkan cewek itu dibelakangnya dengan rasa bingung.

×××


"Bundaaa!" panggil Rose riang seraya setengah berlari masuk ke dalam rumahnya,menghampiri Sang Bunda yang tengah menonton serial drama.

Bunda kontan menoleh ke arah pintu. Kala mendapati keberadaan anak dan menantunya yang baru masuk ke dalam rumah,senyum wanita itu mengembang.

"Eh,menantu bunda!"

Rose mendengus kesal dengan bibir mencebik karena bundanya malah lebih menyambut Doyoung. Di saat seperti ini lah terkadang Rose merasa bagaikan anak tiri,padahal ia anak kandung bundanya.

Doyoung tersenyum seraya menyalimi tangan mertuanya,setelahnya disusul Rose yang melakukan hal sama.

Rose lantas duduk tepat di sebelah bundanya,kemudian memeluk wanita itu erat. Seminggu belakangan ini keluarganya memang tidak berada di rumah karena mengurusi bisnis kecil keluargaㅡreseller dan distributor baju serta makamakananㅡditambah urusan kepindahan sekolah Jihoon.

"Kamu gak malu meluk-meluk bunda gini di depan suami kamu sendiri?" tanya bunda tersenyum pada Doyoung,seakan berkata untuk memaklumi tingkah manja Rose.

[4] Kak DoyoungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang