08-Markas Addea

518 89 7
                                        

Jangan lupa Vote dan komen dan juga follow aku ya!

Happy Reading!

"Jadi, kita akan pergi kemana?" Tanya Sela sambil memasang sabuk pengaman.

"Aku akan membawa mu ke markas Addea. Kata master aku harus membereskan orang-orang yang tidak mau mengikuti kita" jawab Adrian.

"Oh...okey"

Setelah Sela menjadi salah satu anggota Alligator, Theo memintanya agar belajar beberapa hal dari Adrian. Oleh karena itu sekarang Adrian membawa Sela bersamaan mengunjungi markas Addea.

Adrian membawa mobil yang berisikan empat orang, dirinya, Sela, dan dua temannya, Dilon dan Riki menuju sebuah stasiun kereta bawah tanah yang sudah tidak beroperasi lagi.

Sesampainya mereka di jalan turun stasiun bawah tanah yang berada di ujung kota. Tempat yang awalnya ramai itu sejak 5 tahun lalu tidak di gunakan lagi karna pernah meledak dan memakan banyak korban dan bahkan membuat setengah kota C hancur. Hari itu menjadi hari berkabung untuk kota C dan akan selalu di peringati setiap tahun untuk mengenang semuanya.

Tidak ada yang tau apa penyebab stasiun itu meledak, hanya saja setelah hari itu stasiunya langsung di tutup dan tidak ada lagi yang berani mendatangi stasiun nya karna di yakini kalau aruah korban yang meninggal bergentayangan di sana.

Tapi anehnya stasiunnya di perbaiki dan di biarkan begitu saja, begitu juga bangunan-bangunan di sekitarnya. Tempat itu bisa di sebut sebagai daerah mati yang ada di ujung kota C, dan sekarang Sela dan tiga orang lainnya malah pergi ke stasiun itu.

Stasiunnya tepat berada di tengah kota dan sudah di penuhi dengan tanaman merambat.

Riki turun dari mobil sehingga membuat Sela kabingungan. "Kenapa dia turun?"

"Kamu lihat saja" jawab Adrian.

Riki menyingkirkan tanaman merambat yang ada di dinding jalannya. Dia terlihat sedang mencari sesuatu.

"Kamu menemukannya?" Tanya Dilon mengeluarkan kepalnya dari jendela mobil.

Riki menoleh dan mengangguk. "Iya"

"Bagus kalau gitu cepat tekan. Kita tidak boleh membuang-buang waktu" ucap Adrian.

Riki mencongkel dinding yang di lapisi keramik itu dengan pisau kecilnya.

Ternyata di balik keramik tadi ada sebuah tombol berwarna hitam. "Cepat tekan. Jangan sampai ada yang melihat kita" ucap Dilon.

Riki menekan tombolnya lalu segera kembali masuk ke mobil dan pada saat itu Sela langsung di buat melongo, karna tangga yang menuju kebawah tanah malah terbuka.

"Owh... jadi di sini markas mereka. Tidak heran mereka sangat pintar" gumam Sela.

Adrian segera membawa mobilnya masuk. Setelah itu Riki kembali menekan tombolnya lagi. Tangga nya kembali turun dan tertutup lagi.

Sela sekarang sudah berada di dalam markas utama Addea. Saat masuk lebih dalam lagi semuanya berubah bukan jalanan gelap lagi tapi sebuah tempat yang lebih mirip seperti kota kecil yang canggih.

Saat mereka memasuki jalanan kota bawah tanah itu mereka langsung di hadang dengan deretan senjata api yang sudah siap menembak.

Adrian menghentikan mobilnya lalu turun. Dia berjalan ke arah salah satu senjata apinya lalu mengarahkan pisaunya pada sensor yang ada di senjata itu.

Setelah Adrian melakukan itu semua senjatanya langsung kembali turun secara otomatis.

Adrian lalu kembali lagi ke mobil. "Lebih baik kita pasang topeng sekarang"

OutsidersTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang