Saat Sela pulang kerumah yang dia dapat hanya lah omelan dari ibunya.
"Kita harus pergi liburan ke pulau Santorini sebelum pulau itu di jadikan markas oleh Theo," ucap Gretiya tegas sambil menatap sinis Vernon.
Karna Vernon sudah membuat perjanjian dengan Theo untuk meminjam kan pulau Santorini.
Bukanya Vernon tidak bisa membatalkan perjanjian nya, tapi dia akan merasa tidak enak, karna bagaimana pun Theo adalah sahabatnya dan dia juga sering membantu keluarga Anderson.
Gretiya marah karna itu adalah pulau yang dia pilih untuk tempat liburan mereka sejak beberapa tahun yang lalu.
Tapi, karna tidak memiliki banyak waktu luang keluarga Anderson belum bisa pergi ke pulau itu untuk liburan karna letak pulau nya sangat jauh dari kota.
Gretiya sebenarnya tidak masalah kalau Vernon mau meminjamkan pulau itu pada Theo, hanya saja tujuan Theo meminjam pulau itu adalah untuk membuat markas baru.
Gretiya hanya tidak ingin pulau itu memiliki darah sebelum dia berlibur di sana sesuai keinginan nya yang belum tercapai itu.
Itu semua masuk akal, karna siapa pun juga pasti tidak mau kalau pulau yang sudah dia beli untuk menjadi tempat liburan keluarga nya malah menjadi markas mafia yang biasanya bersimbah darah.
Sela hanya bisa memperhatikan mama nya menatap sangat ayahnya. 'Aku tidak akan ikut campur dalam masalah ini. Mitos kalau seorang ibu yang sedang marah itu lebih seram dari pada hantu gentayangan memanglah nyata.' Batin Sela.
"Kita akan berangkat besok."
"Apa? Tapi ma, papa pun---"
"Tidak ada pengecualian! Serahkan saja semua urusan kantor pada bawahan mu. Besok kita harus pergi, titik!" Setelah mengatakan itu Gretiya langsung pergi naik ke atas.
Glug...
Vernon beralih menatap Sela. "Pa, Sela gak mau ikutan, itu masalah papa kan? Kalau Sela sebenarnya mau-mau aja pergi liburan," ucap Sela sambil mengangkat kedua tangannya.
"Sela, kamu benar-benar keterlaluan sama papa, papa udah bantu kamu loh buat nutupin masalah itu."
"Eyy... memangnya papa mau mama tau kalau aku menjadi anggota Alligator?" ucap Sela dan memelankan suara nya saat di kata-kata terakhir.
"Emm... iya juga, bisa gawat nanti."
'Lagian aku bisa kok menghapus ingatan papa saat aku minta izin untuk gabung ke Alligator.' Batin Sela.
"Sela, kamu tidak sedang berfikir yang aneh-aneh kan?" tanya Vernon saat sedang memperhatikan wajah Sela.
"Oh? Tidak pa, Sela gak mikirin apa-apa," jawab Sela cepat sambil tersenyum tipis. "Sudah ah pa, Sela mau ke kamar dulu, dahh," ucap Sela lalu pergi meninggalkan papanya.
"Eh? Eh? Pasti ada yang dia pikirin nih," ucap Vernon.
Karna Gretiya dan Sela pergi dan tidak ingin sendirian di ruang tamu Vernon segera menyusul Gretiya ke kamar.
***
"Semua barang bawaannya sudah siap kan?" tanya Gretiya sambil menyerahkan koper nya pada pak supir.
"Hmm/ Sudah ma," jawab Sela dan Vernon bersamaan.
"Oke, kalau gitu ayo berangkat," ucap Gretiya segera masuk mobil begitu juga Sela dan Vernon. "Pa, pesawat nya sudah siap kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Outsiders
FantasiaSpin off The Savior of the Magic World "Crystal Academy" ~~~ Ini adalah kehidupan Sela selama 1 bulan di bumi sebelum dia memilih untuk kembali lagi. Kalau mau membaca ini ada baiknya membaca "The Savior of the Magic World "Crystal Academy"" terlebi...
