Gimana cover baru Outsidersnya bagus gak?👆👆👆👆👆
Jangan lupa wajib vote dulu sebelum baca
Baru nanti beri komennya ya
Jangan lupa juga buat follow author! Bantu capai 1k yuk😁
Sedikit cerita tentang kedua orang tua angkat Sela
Vernon Rosanero Anderson, ayah angkat Sela yang merupakan penyihir murni dari salah satu keluarga penyihir ternama di dunia Magic.
Dan Gretiya Elena Bexxa, ibu angkat Sela yang merupakan seseorang yang memiliki darah campuran antara peri dan mermaid.
Vernon dan Gretiya awalnya juga tinggal di dunia Magic. Mereka bertemu di salah satu Academy yang ada di kerajaan Fereza, Ferxia Academy.
Mereka menikah setelah Vernon berhasil membujuk keluarga Gretiya untuk merestui hubungan mereka.
Di saat mereka mengetahui tentang ramalan dunia Magic saat itu yang di rumorkan akan mengalami peperangan besar, mereka memutuskan untuk pergi ke bumi dan mengindari peperangan itu.
Lalu tak lama setelah mereka pindah, mereka menemukan Sela yang di tinggalkan di depan pintu rumah.
Mereka memutuskan untuk merawat dan mengangkatnya sebagai anak mereka sendiri, dikarenakan Gretiya akan sulit melahirkan anak, karna dia dan Vernon tidak berada di satu garis keturunan yang sama.
Setelah mereka mengangkat Sela, hidup mereka jadi semakin berwarna dan benar-benar menjadi keluarga yang lengkap.
Lama-kelamaan nama keluarga Anderson pun mulai terkenal di bumi, berkat usaha yang mereka kerjakan dan Sela sebagian penyemangat mereka dalam bekerja.
Sayangnya mereka tidak mengetahui bahwa anak perempuan itu adalah kunci dari ramalan yang akan terjadi di dunia Magic nanti.
***
"Ma, apa sih yang papa bicarakan dengan paman Theo?" tanya Sela sambil menghampiri mamanya di meja makan. "ini sudah malam masa papa belum pulang juga."
"Mama juga gak tau, tapi mama tadi sudah kirim pesan kok ke papa. Kalau kamu lapar, mending makan saja dulu."
"Gak kok, Sela cuma heran aja kenapa papa belum datang?"
"Kita tunggu sebentar lagi saja. Mama akan kirim pesan lagi pada papa."
"Hmm...iya." Sela pun duduk di depan mamanya.
Ting!
Terdengar suara pintu terbuka, dan papa Sela segera masuk ke dalam rumah.
"Pa... apa saja sih yang di bicarakan dengan paman Theo?" tanya Sela sambil menoleh ke belakang setelah tau ayahnya sudah pulang.
"Rahasia..." jawab Vernon segera duduk di meja makan.
Sela sedikit mendengus kecil "Kok gitu sih?" tiba-tiba saja dia dapat ide untuk membaca pikiran papanya. 'Yasudah kalau gak mau ngasih tau aku pakai cara lain saja.'
'Mana bisa aku kasih tau Sela kalau aku gabung dengan kelompoknya Theo'
Sela kaget mendengar pikiran ayahnya sehingga dia keceplosan. "Papa mau jadi mafia?" tanya Sela kaget sambil mendekati ayahnya yang ada di depannya.
Mendengar perkataan Sela tentu Vernon kaget. "Apa!" Dia sambil melirik ke arah istrinya.
"Sela, apa maksudmu?" tanya Gretiya juga kaget. "Papa...mau jadi apa? Apa papa bergabung dengan kelompok Theo?!" tambah Gretiya serius.
"Ah...buk...bukan gitu..." Vernon jadi gelagapan mau menjawab apa.
"Pa. Papa jangan bohong ya. Sela tau loh pah," ucap Sela serius. "kenapa papa mau jadi mafia? Apa jangan-jangan memang untuk cari penculik Sela dulu?" tambahnya tanpa membiarkan papanya berbicara.
"Papa akan men..."
Sebelum ayahnya selesai menjawab Sela sudah memotong perkataannya. "Pa, gak ada gunanya lagi papa cari mereka. Kan aku sudah bilang kalau mereka udah di habisi sama paman Theo waktu itu."
"Sela! Tolong dengarkan papa dulu!" tegas Vernon. "Papa memang bergabung dengan Theo, tapi papa gak jadi mafia kok. Dengan kata lain kami hanya akan bekerjasama dalam bidang bisnis, tapi papa minta dia menyelidiki lagi secara menyeluruh soal penculikan kamu itu," jelas Vernon secara tepat.
Sela menatap curiga ke arah ayahnya sebelum akhirnya mengangguk paham, begitu juta dengan mamanya sehingga mereka tidak lagi cemas.
"Tapi pa, apa yang Sela katakan tadi emang benar. Mereka sudah tidak ada lagi. Semuanya sudah beres saat itu."
"Dari mana kamu tau itu?" tanya Vernon tidak yakin.
Sela menghembuskan nafas sebentar lalu melihat-lihat sekeliling memastikan tidak ada orang lain selain mereka yang ada di sana.
Dia lalu membuat layar kecil di depan meja makan, memperlihatkan gambaran saat dia diculik yang terjadi dulu.
Mulai di mana para penculik itu membuat rencana untuk melakukan penculikan nya Sela, sampai mereka dihabisi oleh Theo.
"Nah...lihat tuh pa. Mereka benar-benar sudah di habisi oleh paman Theo." Setelah itu Sela segera menghilangkan layarnya.
"Lah? Beneran?" tanya Vernon.
Sela pun segera mengangguk. "Kalau gitu sia-sia dong aku buat kontrak dengan Theo."
"Papa buat kontak apa?" tanyanya.
"Pah, jangan bilang kamu menyerahkan pulau Santorini kita di kota Y sebagai imbalannya?" tanya Gretiya khawatir.
"Enggak, aku gak menyerahkannya" jawab Vernon. "Tapi katanya Theo mau memakai pulau itu sebagai cabang markas mereka, jadi aku cuma pinjamkan saja" tambahnya pelan.
"Apa!" Wajah Gretiya langsung berubah sangar. Hawa dingin pun segera menyebar di meja makan itu.
Vernon pun berkeringat dingin. Seharusnya dia tidak mengatakan itu tadi. Sedangkan Sela hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, dia tau apa yang sebentar lagi akan terjadi.
Gretiya segera mencengkeram kerah baju Vernon. Sela segera mengalihkan pandangannya, dia lalu memanggil pelayan untuk mengantarkan makanannya.
Sela makan dengan tenang dan mengabaikan apa yang sedang terjadi pada papanya.
Sementara itu Vernon saat ini sedang dimarahi oleh Gretiya. "Kamu tau gak berapa lama waktuku untuk mempersiapkan rumah yang ada di sana? Aku sudah mendisain rumahnya dengan sangat bagus, dan berencana berlibur ke sana setelah kita pulang dari sini bersama Sela! Tapi kamu malah menyerahkannya pada Theo sebelum aku pergi berlibur! Sekarang larang Theo untuk menempati itu dulu sebelum aku berlibur! Aku tidak mau tempat itu menjadi berlumuran darah sebelum aku menempatinya!" Tegas Gretiya sangat marah.
"I...iya. Aku akan memberitahu Theo nanti" jawab Vernon.
"Tidak bisa! Harus sekarang!"
"Ba...baik!"
Vernon segera pergi dari meja makan untuk menelepon Theo. Sedangkan Gretiya segera makan bersama Sela.
"Mah. Mama memangnya gak kasian sama papa? Padahal kan belum tentu nanti tempat itu akan ada darahnya" ucap Sela.
"Gak bisa sayang. Kita harus yang pertama kali berada di sana. Memangnya kamu mau tinggal di tempat mafia?" Tanya mama Sela balik.
"Ya...Sela gak masalah sih mah" jawab Sela.
"Kamu memang gak masalah. Tapi mama gak mau! Kita harus menempati tempat itu dulu"
"Hmm...terserah mama saja deh" Sela hanya menuruti apa yang mamanya katakan saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Outsiders
FantasiaSpin off The Savior of the Magic World "Crystal Academy" ~~~ Ini adalah kehidupan Sela selama 1 bulan di bumi sebelum dia memilih untuk kembali lagi. Kalau mau membaca ini ada baiknya membaca "The Savior of the Magic World "Crystal Academy"" terlebi...
