5. Akad Rin

81 3 0
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

♡♡♡

Hari ini adalah hari yang di tunggu oleh Rin dan Akbar, semua dekorasi sudah terpasang dengan indah di rumah kedua orang tua Rin.

Disini lah Rin bersama Rumi, di kamarnya. Rin terlihat begitu gugup sekarang, tanganya begitu dingin. Rumi yang menyadari itu langsung menggenggam kedua tangan Rin, gadis itu tersenyum hangat kepada Rumi. Rin terlihat begitu cantik dengan gaun pernikahan berwarna silver yang di rancangnya bersama Rumi, dengan hijab menutupi dada berwarna senada, tak lupa sebuah tiara yang menghiasi puncak kepalanya, dan polesan make up yang natural di wajahnya. Ia terlihat begitu anggun.

"Saya terima nikah dan kawinya Efri Inaya Putri binti Arman Alhaq dengan maskawin tersebut di bayar tunai."

Terdengar suara Akbar mengucapkan qobul di ruang tamu yang berada tak jauh dari kamar Rin. Semua yang berada di ruangan mengucapkan hamdallah, begitu juga dengan Rin dan Rumi.

"Rin, aku keluar ya, tunggu di sini aja bentar lagi suami kamu bakal jemput kamu kesini," ujar Rumi tersenyum, lalu berjalan keluar kamar Rin.

"Mi, kamu udah makan?" tanya Faruq menghampiri Rumi yang sibuk menyambut tamu.

Ya. Acara akadnya di sambung dengan resepsi, Faruq juga kenal dengan Rin makanya dia juga berada di sana. Tema pernikahan Rin adalah putih dan coklat susu, jadi semua tamu mengenakan outfit berwarna putih dan coksu.

"Bentar lagi Far," jawab Rumi tersenyum.

"Gak. Kita makan sekarang Rumi." Faruq menatap Rumi tajam.

"Iy-iya Far, ya udah yuk ambil makanan," ujar Rumi berjalan di depan Faruq. Rumi tau jika Faruq sudah berbicara tegas Dan memanggil namanya dengan 'Rumi' seperti itu maka tak akan bisa di bantah, meski dengan berbagai alasan pun.

Mereka berdua duduk di satu meja yang sama, Faruq mulai menyantap makananya begitu juga dengan Rumi. Sedari tadi ada banyak tamu yang memperhatikan mereka berdua. Rumi cukup risih dengan tatapan berbeda-beda dari mereka.

"Mas, istrinya lagi hamil ya?" Tanya seorang Ibu-Ibu yang duduk di samping meja Rumi dan Faruq.

Mereka langsung melihat ke arah sumber suara, Ibu tersebut tersenyum begitu manis kepada mereka berdua. Setelah itu Faruq dan Rumi saling pandang, mereka kebingungan dengan pertanyaan Ibu di depan mereka ini.

"Iya, saya nanya kalian berdua," ujar Ibu tersebut kala melihat kebingungan di wajah pasangan di depanya ini.

"Hehe, iya Bu, Istri saya lagi hamil." Rumi terkejut dengan jawaban Faruq yang mengiyakan pertanyaan Si Ibu, ia ingin berbicara tetapi Faruq menatapnya seakan-akan berkata 'iyain aja' dan akhirnya Rumi hanya tersenyum.

Faruq apa-apaan sih?. Kesal Rumi di dalam hatinya.

Ibu itu mengangguk. "Makan yang banyak ya Mbak, di jagain istrinya Mas."

Faruq hanya mengangguk sambil tersenyum. Setelah beberapa saat Rumi memutuskan untuk meninggalkan meja mereka.

"Mi, mau kemana?" tanya Faruq melihat Rumi yang berdiri.

Lentera Takdir Arumi [Slow Update]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang