بسم الله الرحمن الرحيم
♡♡♡
Pagi ini Rumi sudah bersiap untuk menuju rumah Faruq, seperti kesepakatan mereka tadi malam.
"MasyaAllah, anak gadis Ayah cantik banget," tutur Firman memuji Rumi yang baru saja menuruni anak tangga terakhir.
"Hehe, Ayah bisa aja." Rumi duduk di sebelah Firman.
"Mau kemana nih?" tanya Firman mengusap puncak kepala Rumi yang tertutupi hijab.
"Ke rumah Pangeran Kecilnya Yah." Bukan Rumi yang menjawab melainkan Rina yang baru saja keluar dari dapur.
"Bunda," Rengek Rumi menatap Rina dengan wajah yang memerah.
Rina dan Firman terkekeh melihat reaksi Rumi.
Sementara itu, di rumah orang tua Faruq. Terlihat Faruq begitu sibuk di depan cermin di dalam kamarnya.
"MasyaAllah, ganteng banget sih gue," lirih Faruq memuji dirinya sendiri.
Pintu kamar Faruq terbuka, ia langsung menoleh ke arah pintu.
"Abang ngapain?" tanya seorang gadis yang baru saja membuka pintu kamarnya. Tentu saja adik perempuan Faruq--Alisha.
"Gak ngapa-ngapain," jawab Faruq menatap Alisha dengan wajah datar.
Alisha tak bisa menahan tawanya melihat ekspresi Faruq, bagaimana tidak. Saat ia membuka pintu tadi, Faruq tengah berdiri di depan cermin dengan ke dua tanganya menunjuk bayanganya di cermin dengan senyumnya yang begitu manis, namun saat ia menyadari pintu terbuka ia terlihat gelagapan dan hanya bisa berekspresi datar.
Faruq menatap tajam Alisha yang masih saja tertawa. "Udah gue bilang, ketuk dulu sebelum masuk." Kesal Faruq duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.
Ia sebenarnya begitu malu namun sebisa mungkin ia terlihat biasa saja.
"Jangan marah dong Bang, itu Mama panggil lo," jelas Alisha berusaha menahan tawanya.
"Iya-iya, lain kali kalo masuk ketuk dulu pintunya," ujar Faruq beranjak dari duduknya dan berjalan mendahului Alisha.
Alisha hanya terkekeh menanggapi ucapan Abangnya, lalu mengikutinya menuju dapur, dimana ada Dita--Mamanya di sana.
"Kenapa nih? Kok Adek ketawa mulu?" tanya Dita menatap Faruq dan Alisha secara bergantian.
"Gak ada apa-apa Ma," jawab Faruq duduk di kursi meja makan.
"Itu Ma, Si Abang. Karena hari ini Kak Rumi bakal dateng jadi dia dandan supaya terlihat begitu tampan di depan Kak Rumi," jelas Alisha yang bersembunyi di belakang Dita karena Faruq sudah menatap tajam dirinya.
Dita menatap Faruq sambil tertawa. "Makanya cepet di halalin atuh Bang, keburu di ambil orang nanti."
"Ma, jangan ikutan ngeledek aku deh," ucap Faruq menatap Dita dengan wajah yang memelas.
Tentu saja membuat tawa Dita dan Alisha semakin keras.
"Makanya Bang, kalo suka bilang aja gak usah SOK KAGAK suka deh, kelihatan banget tuh di muka lo," ujar Alisha masih tertawa.
Saat Faruq ingin berucap, terdengar suara bel rumah di iringi dengan ucapan salam dari luar.
"Tuh, Putri Kecil Abang udah dateng." Alisha kembali tertawa dan langsung berlari menuju pintu utama sebelum Faruq mengomelinya.
Ish, tu anak ember banget sih, kalo bukan adik gue dah gue buang tuh dia ke kali. Kesal Faruq di dalam hatinya.
"Udah, jangan cemberut terus, kalo Miza lihat kamu gak malu apa?" tanya Dita menepuk bahu kanan Faruq.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lentera Takdir Arumi [Slow Update]
Spiritualité"Jadi, apa keputusanmu?" "Ceraikan aku Mas," ujar Rumi tersenyum, sesak rasanya saat tiga kata itu harus terucap dari bibirnya untuk suaminya. °°° "Aku percaya Allah telah menyiapkan skenario terbaik-Nya untuk ku, karena rencana-Nya jauh lebih bai...
![Lentera Takdir Arumi [Slow Update]](https://img.wattpad.com/cover/271950727-64-k658244.jpg)