24

5.7K 785 55
                                        

"Percaya atau tidak tapi inilah kenyataannya."

"Sungguh tak ilmiah."

"Bisakah kau memberikan bukti?"

"Bukti apa yang kau inginkan?"

Terjadi keheningan yang panjang di belakang rumah bak kastil itu.

Satu hari berlalu dengan cepat, malam ini, tempat jam sebelas malam Gilbert, Kevin, Teo dan juga Richard duduk melingkar di sofa belakang rumahnya. Sedangkan Anna dan Grey kedua gadis itu benar-benar ditahan oleh Gilbert untuk tetap disini dan keduanya sudah diminta untuk istirahat oleh Kevin.

Menyadari jika Kevin akan menjelaskannya kepada mereka, keduanya memilih diam dan menurut. Dengan Kevin yang berbicara mereka berdua dapat yakin jika yang lainnya akan mengerti dan percaya.

Beberapa botol anggur sudah terbuka dan bahkan ada yang sudah kosong. Bau alcohol menguap di sekitar mereka, namun walaupun tak terhitung berapa botol yang mereka minum bisa dilihat jika keempatnya tidak ada mabuk sama sekali.

"Anna dia masih saudariku?" Richard kembali bertanya.

"Dia akan tetap menjadi adikmu jika kau masih menganggapnya."

Kevin terus menjawab. Untuk sekarang dia akan dengan sabar menanggapi pertanyaan berulang itu.

Richard mendesah, sekarang terjawab sudah rasa penasarannya kenapa Anna yang tiba-tiba berubah dan menjadi buronan negara.

Adiknya yang lembut seperti kelinci kecil, sudah digantikan dengan harimau betina.

"Apakah kalian sebelumnya benar-benar kerabat? Kerabat dalam artian memiliki hubungan keluarga?" Teo bertanya setalah menyesap anggurnya.

"Tidak. Kita anak adopsi."

"Adopsi?"

"Ya. Aku Grey dan Liana berasal dari panti asuhan yang sama."

"Oo-ooh" Teo melempar senyum canggungnya. Dirinya merasa tidak enak menanyakan pertanyaan tersebut.

Teo menatap Gilbert yang duduk didepannya, sedari tadi pria itu terus tenggelam dalam pikirannya. Entah apa lagi yang ada di otak pintarnya.

"Kau tidak bertanya?"

"Tidak."

"Bukankah kau yang sedari tadi memaksa mereka untuk bercerita."

"Yah, aku percaya." Gilbert membalas dengan tenang.

Kevin yang duduk disebelahnya tersenyum tipis mendengarnya. Tebakannya benar. Gilbert akan dapat memahami mereka lebih cepat dari yang lainnya.

Ketiganya kembali larut dalam pembicaraan mereka, sesekali Teo bertanya bagaimana dunia yang mereka jalanin sebelumnya. Richard sendiri juga terus bertanya bagaimana kehidupan Anna sebelumnya.

Sepertinya pria itu akan terus menganggap Anna sebagai sudara kembarnya terlepas apakah jiwa didalam tubuh itu telah berubah ataupun tidak.

Hingga jam satu malam. Richard berdiri dengan sempoyongan. Teo juga sudah berbicara berbicara ngelantur seperti orang bodoh.

Gilbert memberi isyarat kepada pelayan. Menyuruh mereka untuk membawanya keduanya kembali.

Setelah keduanya pergi Kevin memperhatikan Gilbert dengan alis terangkat, "Kau sengaja menunggu keduanya pergi?"

Gilbert menyesap anggurnya, diantara mereka jelas Gilbert paling kuat minum sedangkan Kevin sedari awal hanya menyentuh beberapa gelas saja karena tidak ingin membuat dirinya mabuk.

"Kau cukup pintar untuk mengetahuinya." Pria itu berujar setelah meletakkan gelasnya kembali keatas meja.

"Jadi apa yang ingin kau ketahui?"

Iam Not ThiefTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang