Setelah tengah malam berlalu Teo kembali dengan gadis yang tertidur pulas didalam gendongannya.
Entah itu karna kelelahan atau karna kekerasan verbal yang diberikan terlalu berlebihan padanya, beberapa menit setelah dilemparkan kembali Anna mendadak hilang kesadaran dan tak terbangun walaupun Teo telah menampar pipinya berulang kali.
"Kapten!!"
Melihat Teo yang kembali, semua anggota militer memanggil dengan serempak.
Teo mengangguk singkat lalu menyerahkan Anna kepada tim medis yang sudah dipersiapkan untuk berjaga-jaga sebelumnya, "berikan pertolongan pertama terlebih dahulu sebelum membawanya ke kamp militer."
"Baik, Kapten!"
"William jangan biarkan dirimu dan timmu lengah nantinya. Ingat, walaupun dia terlihat seperti itu ketika dia sadar kemungkinan besar sebagian dari kalian akan bisa kalah melawannya."
William dan timnya mengangguk dengan tegas, mereka tahu jika gadis itu berbahaya.
"Baik, Kapten!"
"Segera bersiap untuk kembali, tugas kalian untuk hari ini selesai. Untuk selanjutnya biarkan aku dan tim lainnya yang bekerja."
"Baik, Kapten!"
"Bagus."
Teo tersenyum tipis kemudian dengan tenang berbalik untuk bertemu dengan kedua sahabatnya.
"Dia benar-benar Adikmu."
Gilbert mengangguk kecil, Ketika melihat gadis yang berada didalam gendongan Teo tadi dia sudah tahu jika itu adalah Anna. Adiknya, satu-satunya anak perempuan dari keluarga Charles.
"Sebenarnya jika tidak melihat secara langsung aku tak yakin itu adikku." Gilbert berujar dengan sedikit keheranan, ekspresi rumit dicampur dengan ketidak percaya itu terpancar jelas di wajah tampannya.
Teo menghela nafas. Lagi pula jangankan Gilbert dia saja juga sedikit bingung dengan gadis yang tadi dibawanya.
Paparan tentang Anna yang diketahuinya dari Richard sangat jauh berbeda dari Anna yang sekarang. Seolah-olah mereka memang dia orang yang berbeda.
"Sepertinya hal-hal didalam keluargamu harus dibersihkan sesegera mungkin. Jika tidak aku yakin dia akan kabur lagi nantinya."
"Aku tahu."
Melihat wajah Gilbert yang masih berkerut Teo dengan santai mengeluarkan candaannya, berusaha membuat suasana diantara mereka tidak terlalu berat.
"Apa yang kau khawatirkan? Lagi pula ini menjelaskan bahwa gen keluargamu memang luar biasa."
Gilbert mendengus kecil dan tidak menanggapi lebih jauh. Untuk sekarang dia harus mengurus beberapa hal dulu dan menempatkan Anna di bawah pengawasan Militer, karena bagaimanapun dia tidak bisa mengabaikan apa yang telah dilakukan adiknya. Membunuh, merampok, bahkan berurusan dengan beberapa orang-orang dari dunia gelap.
Teo duduk diantara Kevin dan Gilbert matanya melirik Grey yang tertidur pulas dengan bahu Gilbert sebagai sandaran lalu terkekeh pelan setelahnya, "sepertinya taruhan ini dimenangkan olehku."
"Berfikir seolah-olah aku bodoh." Kevin membalas dengan dingin.
"Lewat tengah malam, taruhan kita adalah jika Anna bertemu dalam waktu tiga hari maka kau pemenangnya. Tapi lihat sekarang, tiga hari telah berlalu dan dia bara saja ketemu."
Kevin menatap Teo sinis, berbicara dengan orang bodoh merupakan hal yang membuang-buang waktu.
Mendengar perdebatan keduanya Gilbert segera bangkit dari duduknya secara perlahan, satu tangannya diletakkan di bawah lutut Grey sedangkan tangan yang lain dibawah pergelangan tangan gadis cantik itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Iam Not Thief
AcakKecelakaan konyol itu membuat ia berada di dunia yang hampir persis sama dengan dunia tempat ia tinggal dulu.
