1. Never Not

17.5K 1.3K 106
                                        

-----------------------Garis Senja--------------------------------

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-----------------------
Garis Senja
--------------------------------

Rintihan tertahan seorang laki-laki manis bermata rubah membuat seluruh atensi teman sekelasnya menoleh ke arahnya. Laki-laki manis itu lantas mengelus pelan kepalanya, berusaha mengurangi rasa sakit yang ia rasa akibat terkena lemparan bola berwarna jingga. Setelahnya, ia mengedarkan pandangan pada teman sekelasnya yang hanya tertawa melihat kejadian tadi, menganggap hal itu sebagai lelucon yang menurutnya sama sekali tidak lucu.

“Sunghoon, apa yang kau lakukan? Tidak takut anak itu amnesia?” tanya seorang laki-laki lain yang membuat laki-laki manis tadi otomatis langsung mengarahkan pandangan pada sosok yang bernama Sunghoon. Sosok laki-laki tampan dengan tubuh jangkung yang tengah memasang senyum smirk sambil mengunyah permen karet kegemarannya.

“Santai saja. Aku jamin anak bisu itu baik-baik saja.”

Mendengar ucapan Sunghoon barusan, laki-laki manis tadi langsung tersenyum masam. Berusaha menutupi emosi yang kini bergejolak dalam dirinya.

‘Anak bisu’ adalah gelar miliknya.

Ya, ‘Kim Sunoo si Anak Bisu’ sudah sangat terkenal seantero sekolah. Benar, ia memang sosok tidak sempurna hanya karena tidak dapat berbicara. Dan karena kekurangannya ini, tak sedikit teman-temannya memperlakukan dirinya dengan tak adil. Bully-an secara verbal maupun fisik sudah sering ia terima. Diam, hanya itu yang dia lakukan. Karena melawan pun rasanya percuma.

“Ya, Kim sunoo! Kemarikan bolanya!” suruh laki-laki yang berdiri di tengah lapangan. Sunghoon.

Sunoo mengangguk sekilas dengan senyum manis yang terukir di wajahnya. Ia lalu berjalan cepat mengambil bola itu dan memberikannya ke Sunghoon.

“Cih.” Decih Sunghoon saat menerima bola basket dari Sunoo.

Tak ingin ambil pusing, Sunoo langsung menyingkir ke pinggir lapangan lalu mendudukkan dirinya di bawah pohon flamboyan, menyembunyikan tubuhnya dari panas matahari yang mulai menyengat. Ah, kapan pelajaran olahraga hari ini akan berakhir?

“Halo, Sunoo!” Sunoo menengadahkan kepalanya guna melihat orang yang mengajaknya bicara.

Hm, mereka lagi.

“Kau haus?” tanya seorang gadis yang tadi menyapa Sunoo dengan sebotol air mineral di tangannya.

Sunoo tersenyum lembut lantas menggeleng.

“Sudah pasti dia haus, Wonyoung.”

Suara dari belakang Sunoo diikuti rasa dingin yang mengguyur kepalanya membuat Sunoo menjengit kaget. Dengan gerakan cepat laki-laki itu langsung berdiri menyingkir.

"Sunghoon, kau begitu pengertian padanya.”

Sunoo memejamkan matanya. Merasakan hawa dingin yang kini mulai mengalir di sekitar rambut hitamnya yang basah. Ingin rasanya dia melawan, namun nyalinya tak sanggup.

Banyak orang bilang, jangan kamu melawan api dengan api, karena yang terjadi selanjutnya adalah kebakaran. Tapi balaslah api dengan air supaya api itu menjadi padam.

Hah, omong kosong apa itu?

Selama ini Sunoo selalu membalas api itu dengar air. Namun apa yang dia dapat? Api itu kini kian menjadi-jadi, seolah api tersebut sangat sulit untuk dipadamkan.

“Ada apa ini?” Pak Kai, guru olahraga, menghampiri mereka dengan tatapan bingung.

Sunoo yang tadinya menatap kea rah Pak Kai langsung menundukkan kepalanya. Laki-laki itu tak berani mengadu. Belum lagi, sekarang mereka menjadi tontonan banyak murid yang hendak menuju ke kantin.

“Mampus,” rutuk Jay sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Wonyoung menghembuskan napasnya, berusaha untuk tidak gugup. “Sunoo ketumpahan air mineral milik Sunghoon, Pak,” alibinya.

Mendengar itu Sunoo hanya diam tanpa berniat mengelak, membiarkan mereka menjalankan dramanya yang seolah berkata bahwa merekalah sang malaikat di sini.

Sunghoon yang tadinya terkejut langsung mengangguk sekilas. “Sunoo, maaf,” ucap Sunghoon sambil melangkahkan kakinya mendekat ke Sunoo. Sementara Sunoo hanya menghembuskan napas berat karena kini drama baru akan segera dimulai.

“Apa kau memaafkanku?”

Sunghoon memulai aksinya mengusap rambut basah Sunoo dengan handuk kecil milik Jay yang sebelumnya sudah diberikan oleh Jake. Hal itu membuat para siswi yang melihat kejadian itu berdesis iri.

Kim Sunghoon, laki-laki tampan yang mampu membuat semua gadis bertekuk lutut karena pesonanya. Siapa yang tak mengenal lelaki itu di sekolah ini? Ah, bahkan saking terkenalnya, ia dijuluki sebagai F4-nya SMA Iland Seoul bersama tiga temannya yang lain: Lee Heesung, Jay Park, dan Jake Shim.

“Maaf.”

Sunoo hanya diam menerima semua perlakuan Sunghoon padanya. Applause buat Sunghoon yang sangat pandai memainkan perannya.

Sunoo mengangguk, membuat Sunghoon menampilkan senyum tipisnya.

“Ya sudah. Kamu, Sunghoon, lain kali berhati-hatilah.” Sunghoon mengangguk santai mendengar nasihat Pak Kai. Sementara sang guru yang sudah tahu kondisinya langsung pergi meninggalkan tempat kejadian.

“Sunoo, aku akan mengantarmu ke kelas.”

Sunoo mengangkat wajahnya untuk menatap Sunghoon yang kini juga menatapnya dengan padangan yang dipenuhi oleh drama akal-akalannya.

Sunoo menggeleng.

“Ayolah, aku tak membutuhkan jawabanmu.” Sunghoon menggenggam tangan Sunoo dan membawanya pergi melewati beberapa siswa yang berkerumun sambil berbisik.

Ah, Sunoo. Tamatlah riwayatmu....

***

TBC

[END] Garis Senja || SungsunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang