pak tua sialan Shimura

154 20 5
                                        

______________

Karya sendiri!
Minjem Charanya © Om Masashi Kishimoto.

Harap follow akun author dan vote ini cerita!

You enjoy? Follow and vote please...!

Dimohon buat baca teks paling bawah ya!?

>‿<

_____________









































Author POV:

Rōzu terus memperhatikan pot bunga mawar itu dengan aneh,kenapa bisa ada glitternya?.

"Nee-chan,kenapa bungaku ada glitternya ya? Apa ini wajar?" Tanya Rōzu.

Shizune yang tengah membereskan kamar pun berjalan mendekat ke arah Rōzu. Alangkah kagetnya Shizune saat melihat bunga yang di maksud Rōzu.

"Rōzu,dimana kau mendapatkannya?" Tanya Shizune balik,ia menatap Rōzu dengan berbinar.

"Mendapatkan apa?" Bmtanya Rōzu.

"Mawar ini! Ini! Ini! Bunga mawar suci!" Pekik Shizune.

"Dari Nenek, Aku menanamnya sekitar sebulan yang lalu. Eh tunggu! Mawar suci?" Tanya Rōzu.

"Iya!" Shizune menatap Rōzu berbinar, sedangkan Rōzu kebingungan.

"Ini adalah mawar suci yang bisa menyembuhkan segala penyakit dan racun,di kuil Otsusuki di tanami mawar ini tapi tak pernah ada yang tumbuh sehingga mawar ini punah. Tapi ini? Wahhh kau hebat!" Puji Shizune.

Rōzu masih terdiam dengan melihat pot mawar itu, dia kembali meneliti. Ada tiga tangkai di sana, salah satunya sudah terlihat pasti jika sudah di petik. Rōzu sendiri juga yakin,mungkin mawar yang ia pegang saat sadar itu adalah mawar ini.

"Rōzu apa Aku boleh minta satu?" Pinta Shizune.

"Satu? Untuk apa?" Bingung Rōzu,dia suka sekali dengan mawar ini. Niatnya mau di simpen sendiri,tapi buat apa Shizune minta?

"Begini, Hagoromo-sama sedang sakit,dia seperti terkena mantra hitam. Dan belum ada obatnya sampai sekarang, Aku ingin memberikan mawar itu pada Tsunade-san agar bisa menyembuhkan Hagoromo-sama" jelas Shizune.

"Umm begitu ya" gumam Rōzu.

"Apa boleh?" Tanya Shizune.

Rōzu suka sekali dengan mawar ini,tapi ada yang lebih memerlukannya. Rōzu sedikit bingung,dengan apa dia memetik mawar ini?

"Shizu-nee bisa ambilkan pisau atau belati?" Tanya Rōzu.

"Untuk apa?" Bingung Shizune.

"Untuk memotong dan membersihkan duri-duri mawar ini"

Shizune mengangguk paham,dia berjalan ke meja yang ada di sana dan mengambil pisau buah.

"Arigatou" Rōzu menerima pisau itu,lalu memotong satu yang tangkai mawar dan membersihkan duri-duri di mawar yang ia petik.

"Ini Nee-chan" Rōzu memberikan setangkai bunga mawar yang sudah bersih dari duri.

"Arigatou, Aku akan pergi sebentar. Kau jangan keluar dari kamar ini,ya?"

ini nyata? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang