menghindar yang berujung petaka

772 84 2
                                        

_____________

Karya sendiri!
Minjem Charanya ©Om Masashi Kishimoto.

Harap follow akun author dan vote ini cerita!

You enjoy? Follow and vote please...!
____________






















Author POV:

Sudah seminggu semenjak kejadian itu dan sejak 5 hari yang lalu pula Rōzu selalu menghindari jadwal untuk membangunkan para pangeran, menyiapkan makan mereka atau segala sesuatu yang berhubungan dengan mereka.

Setiap 2 hari sekali Rōzu darahnya di ambil langsung oleh Orochimaru, Rōzu tak menolak karena itu juga merupakan pekerjaannya.

"Rōzu! Bukannya hari ini jadwal mu membangunkan para pangeran?"tanya Sumire pada Rōzu yang masih terdiam.

"Rōzu? Rōzu! RŌZU!"

"Ah ya apa?" Rōzu gelagapan mendengar teriakan Moegi,dia adalah teman barunya yang tinggal sekamar bersama dengan Sumire, Haruka dan dirinya.

"Ini jadwal mu,lihat!" Sumire meletakkan kertas berisi jadwal pelayan pada Rōzu.

"Aku tidak mau" kata Rōzu pelan.

"Hey! Ini jadwal mu 'kan? Kau ingat? Saat jadwal mu di gantikan pelayan lain? Pasti pelayan itu sudah tak bernyawa" Haruka berbicara sarkas.

"Kumohon,aku...aku...aku tak ingin bertemu mereka,kumohon tolong aku" Rōzu memohon dengan mata berkaca-kaca.

Jika Rōzu bekedip barang sekali saja,sudah pasti buliran air mata itu akan jatuh.

"Haruka,kau bisa mengatasi ini?" Pinta Sumire.

Haruka terdiam dan melihat Rōzu sekilas,ia merasa kesal.

"Ayolah Sumire! Ini tugas Rōzu! Biarkan dia menghadapinya" sentak Haruka.

'Haruka kesal? Marah? Tapi di buku dia sosok wanita yang sabar dan pemaaf. Atau kah alurnya sudah berbeda? Atau jangan-jangan aku hanya membuat kematian ku semakin dekat?'_batin Rōzu gelisah.

"RŌZU! RŌZU! Hoi! Aish kemana anak itu pergi?" Moegi meneriakkan nama Rōzu berkali-kali saat gadis yang ia panggil itu pergi begitu saja.

"Haruka kau tak seharusnya berkata seperti itu" Sumire menatap Haruka kesal.

"Urusai! Dia saja yang tak mau bekerja, lagian hanya membangunkan para pangeran. Apa susahnya? Aku saja tak mengalami kesusahan" balas Haruka tak kalah sengit. Lalu pergi begitu saja.

Teman-teman Rōzu tak tau kejadian seminggu lalu dimana Rōzu pingsan karena apa,mereka hanya di beri tahu Orochimaru jika Rōzu terjatuh hingga pingsan. Lalu Shikamaru membawa Rōzu ke kamarnya untuk di obati Orochimaru.

"Semoga tak ada pelayan lagi yang mati" bisik Moegi.

"Aku juga berharap demikian,tapi? Ah aku tak tau apa yang sedang terjadi" balas Sumire ikut cemas.

"Hai,apa Rōzu ada di sini?"

"Kami-sama!"
"Astaga!"

Sumire dan Moegi di kagetkan dengan kedatangan Orochimaru yang tiba-tiba bertanya.

"Maaf Orochimaru-sama,tapi Rōzu pergi entah kemana" jawab Sumire yang tersadar dari rasa syok ringan akibat Orochimaru.

"Yahhh...padahal para Tuan muda mencarinya" kata Orochimaru lesu.

ini nyata? [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang