Naughty Mark

43.5K 2.7K 287
                                        




Naughty Submissive | nomark

oke, oke kali ini Mark sedang berfikir berat, sampai dahinya berkerut dalam, remaja itu melipat bibirnya kedalam, dia mundar mandir di dalam kamar, namun ide cantik tiba tiba  muncul di otaknya.

Anak itu berlari menuju walk in closet yang besar, walk in closet dengan konsep dark, gelap dengan lampu kuning hangat menyala, bau maskulin juga tercium saat Mark masuk kesana, Jeno benar benar jantan, tangguh dan perkasa, Mark menatap dirinya dari pantulan cermin membayangkan bagaimana dia mengangkang di depan wajah Jeno, pipinya bersemu merah, Mark mengalihkan wajahnya sambil menutup mulut malu, padahal dia hanya mengaca.

"Ugh, pasti sexy" gumamnya.

Mark mengusap kasar rambutnya sampai berantakan, celana pendek sepahanya dia singkap sampai keatas, lalu duduk di atas kursi empuk menghadap ke kaca, bergaya erotis layaknya model porno, menggigit bibirnya dan sedikit mengangkang.

Sepertinya Mark benar benar nakal, tidak hanya nakal di jalanan Mark juga tiba tiba menjadi nakal di ranjang, sayangnya Jeno kalau tidur sangat larut, jadi Mark tidak bisa menggoda suaminya karna mengantuk.

Itu menyebalkan!

Berdiri dan merapihkan diri, kaki kaki jenjang tersebut dia bawa melangkah menuju laci milik suaminya, Mark menggunakan jari lentiknya menarik laci itu, disana banyak sekali koleksi jam tangan mahal milik Jeno, hanya ada dua warna, hitam dan silver, uh hot, Jeno jika sudah memakai kemeja dengan rompi hitamnya yang mengetat pada tubuh atletis itu benar benar macho, apalagi kaki jenjang terbalut celana bahan hitam yang pas, di padukan sepatu pantofel, biasanya Jeno akan menenteng Jas dan iPadnya ketika pulang kantor.

Mata bulat Mark, mengambil sebuah kotak merah dengan bungkus yang sudah tersobek, matanya berbinar melihat ukuran tersebut extra large.

Besar ternyata, namun pemuda itu meletakkanya lagi ke tempat semula sambil menyentuh bokong sintalnya, menelan ludah kasar "tapi yang besar bikin sakit, durasinya lebih cepet, kalo durasinya di lamain gua mati nanti" ujarnya.

"Di kecilin dikit bisa gak ya, tapi kenapa punya gua kecil, ukuran small" keluhnya.

"Mark"

Mark menutup laci reflek, menoleh melihat kearah Jeno yang baru saja masuk, pria berumur lebih dari 30 tahun itu berjalan mendekati Mark yang membuka buka lacinya, Jeno mengerutkan kening dalam memperhatikan gerak gerik Mark yang aneh.

"Kamu ngapain disini" tanya Jeno.

"Nanyain gua-eh nanyain aku?" Tunjuk Mark pada dirinya sendiri.

"Kamu disini berdua sama siapa emangnya, sama Milk?" sahut Jeno.

Mark tertawa kecil memukul pelan dada suaminya, duh garing banget suaminya mau ngejoke tapi ekspresinya datar "jayus tau uncle, gak lucu tapi aku ngakak yaudahlah skip" ujar Mark menutup mulutnya menahan tawa.

"HAHAHHAHAHAHAHAHA" Mark sampai jatuh berjongkok, akibat tawa ngakaknya yang tidak bisa di bendung.

Jeno menatap Mark aneh, ada kelainan apa anak bungsu dari tuan Jung ini.

Setelah itu Mark berdiri, Mark menyengir lucu, menatap Jeno yang sama sekali tidak tertawa ataupun tersenyum setidaknya berekspresi sedikit, kalau seperti itu Mark terlihat seperti orang bodoh.

Remaja itu berjinjit, Mark melingkarkan kedua tangannya di leher Jeno, mata bulat Mark menatap mata sipit Jeno yang tajam, menggodanya dari mata, Jeno memandanggi wajah Mark yang sayu untuk menutupi kebodohannya tadi

"Uncle~" Mark mengusap tengkuk belakang Jeno, menyisir rambut Jeno bagian belakang pelan pelan.

"Kita di apartemen berdua, gak ada siapapun, paling cuma mahluk halus aja, tapi kita belum nyobain loh, Uncle~"

"Nyobain apa hm?" tanya Jeno menatap fokus pada mata bulat itu, Mark mendengus mana mungkin pria 36 tahun, dewasa seperti ini tidak peka akan kode kode seperti itu.

"yakin gak tau uncle? gimana sih, gak asik ah yaudah gak jadi" Mark melepaskan lingkaran tangannya pada leher Jeno, lalu menatap pria tampan itu kesal.

Jeno hanya memberi senyum tipis "yaudah, saya mau lanjut kerja"

Jeno berbalik namun Mark menghentakkan kakinya kasar, lihat cowok yang tidak peka ini harus di beri paham.

Mark melompat ke punggung Jeno, menarik kesal rambut yang lebih tua, tidak peduli Jeno marah, karna Mark juga marah, Jeno meringis karna kepalanya sakit terus di tarik oleh bocah kelainan di belakang tubuhnya yang bergelantungan layaknya anak monyet.

"Kamu ngapain narikin kepala saya, AGH SAKIT!"

"Lagian ngeselin enggak PEKA! enggak pekaaa!"

Jeno memundurkan dirinya menjatuhkan Mark pada kursi panjang di samping, sampai anak itu tidur terlentang akibat jatuh dari tubuh Jeno.

Jeno mengungkung tubuh Mark, bertahan dengan kedua lengannya yang menjadi pondasi agar tidak menimpa tubuh mungil di bawahnya, Mark kaget, terkejut, resah, dan polos?

polos?

wajah anak itu berubah menjadi singa kecil yang tidak berdosa berbeda dari yang tadi, jauh jauh berbeda, Mark si penggoda ulung sudah berubah menjadi remaja wangi roti.

"kamu kalau mau sesuatu, bilang langsung sama saya, jangan ajak saya buat kode kode kayak gitu" bisik Jeno.

manik tajamnya bergerak menelisik intens tulang selangka Mark, lalu melirik labium merah muda yang terbuka kecil dan mengeluarkan nafas yang terdengar mengecil.

"mau nyobain punya saya masuk ke lubang kamu?" ucap Jeno sensual menarik celana Mark turun dan mengangkat sebelah bokong Mark dengan tangannya

Mark meneguk ludah dan menggeleng pelan, nyalinya menciut "e-enggak" sela Mark.

namun Jeno tidak memberikan ekspresi apapun, lelaki 36 tahun itu hanya tersenyum miring melihat anak di bawahnya ini terlihat resah.

"bersiap, Mark" bisik Jeno.

mata bulat Mark, membola. anak itu geleng geleng kepala, memberontak dengan hasil yang sia sia.

"ENGGAK ARGHHHH UNCLE JENO!!!!!!!".

"UHHHH NGHHH JANGANHHH!"

"SHH Mark regangin, kejepit tangan saya"

"HUWAAAAA HIK EUNGHH AH, sakithh" jerit Mark melengking, memekak telinga Jeno. Jeno meringis, ketika jari jemari Mark mendarat di rambutnya.

dan jemari lentik itu mulai menjambak kembali surai nya yang telah berantakan.

Padahal yang baru masuk hanya jari Jeno.

Naughty submissive | nomark

SKIP BIARIN AJA FIRST MEREKA

KITA DIEM AJA JANGAN GANGGU


Naughty submisive | NoMarkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang