Sorry baru update.
18+
Mark sudah tidak menangis, namun masih diam duduk di pangkuan Jeno, padahal Mingyu dan Jaehyun berada di hadapan mereka, tampak canggung karna bingung harus memulai pembicaraan seperti apa.
Apalagi yang Jaehyun dan Mingyu hadapi saat ini adalah pria 36 tahun! bayangkan saja Mark menikahi pria 36 tahun, jujur bagi Jaehyun umur Jeno memang sudah terlalu dewasa sangat amat dewasa, namun . . . auranya tidak seperti bapak bapak bau tanah, mengerti maksudnya kan, Jaehyun begitu senang memandanggi wajah Jeno, sama sekali belum terlalu menampakkan wajah tua.
Jeno itu Hot.
Jaehyun menggelengkan kepala harus sadar diri, bahaya tidak mungkin kan dia oleng dengan suami adiknya, yang ada Mark akan mengamuk bahkan berani lompat ke kolam renang.
"Uncle. punyaku ya" Mark memecah keheningan, menunjuk papper bag yang tertata apik di atas meja.
"Bukan."
Alis Mark mengerut dalam, lalu anak itu bersidekap dada memandang papper bag dengan warna warm tersebut, menelisik dengan iri "terus punya siapa?."
"Punya kakakmu, sama suaminya." jawab Jeno merespon setiap ocehan Mark.
Si Agustus mendecak sebal "terus punya aku mana?" tanya Mark to the point.
Jaehyun tersenyum miring melihat wajah masam Mark "ngiri aja si bocil" Mark menjulurkan lidahnya, mengejek kakaknya, lagi pula oleh oleh mahal ini juga dari suaminya.
Jeno mengerti dengan Mark, pasti bocah nakalnya ini tengah menanyakan oleh oleh yang dia beli khusus untuk Mark saja "saya letakkin di mobil tenang aja. cuma buat kamu" bisik Jeno, membuat senyum Mark menggembang.
"Yaudah ayo pulang".
"Pulang sekarang?" Mark mengangguk, tentu saja sekarang memangnya mau pulang kapan.
Jeno menepuk pinggang Mark untuk berpindah sebentar, Jeno akan berdiri dari tempatnya, Mark berpindah tempat namun malah duduk di sofa di samping tempat Jeno duduk tadi, Jeno yang baru saja bangkit dari tempatnya menoleh kebelakang melihat Mark yang mengangkat kedua tangannya.
"Ayo pulang, pamit dulu" ujar Jeno, agar Mark pamit kepada Jaehyun dan Mingyu sebelum mereka pergi dari sini, namun Mark malah menendang pelan kaki suaminya, mencebik kesal lalu memutar bola mata malas.
"Gendong! dasar gak peka!" ketus Mark, padahal dia sudah mengangkat kedua tangannya, mengisyaratkan Jeno untuk menggendongnya ala koala.
Jaehyun melotot melihat wajah sebal Mark, yang ternyata ingin di gendong oleh Jeno, adik anehnya itu ternyata sering berulah, membuat Jeno susah.
"Gendong, gendong pala lu mleyot. badan segede anak gajah minta gendong, kasian itu suami lo" tukas Jaehyun. Mark manja sekarang.
Biasanya Mark itu anak yang mandiri, bahkan di temani saja selalu menolak, keluar malam tiap saat, balapan motor, atau pergi ke club malam senang senang, menghamburkan uang. bermain perempuan dan juga cowok cowok manis.
Mark menatap Jaehyun dengan pandangan tidak sukanya. "irikan, iyakan? bilang sayang kalau iri mah, Ming tuh angkat noh istri lu abis itu lempar dari lantai dua biar seneng" .
"Enak aja. meninggoy nanti gua".
Mark tidak menggubris, anak itu menatap Jeno dengan mata bobanya yang membulat lucu, seperti ada sinar sinar di matanya membuat Mark semakin menggemaskan, bibir tipis itu melengkung ke bawah.
Jeno akhirnya mengangkat tubuh Mark, namun dengan ke sirikan Jaehyun, si februari berpura pura muntah "hoek. Gyu keknya si dedek agak risih gitu ya, emaknya liat gajah bandel di gendong kayak monyet" sindir Jaehyun.
"Bicit dih kimi, ngiming simi timbik sini"
Bacot deh kamu, ngomong sama tembok sono
"Ayoo pulang!" rengek Mark menggerak gerakan kakinya, menyentak kaki Jeno yang kini berdiri kokoh sambil menggendong Mark ala koala
"Iya sebentar. terimakasih sudah mau menemani Mark 3 hari disini, hari ini Mark saya bawa pulang kembali".
Mingyu dan Jaehyun tersenyum kikuk, terlalu formal itu, mendengar Jeno berbicara membuat mereka merasa orang bodoh.
Mereka berdua masih diam melongo, namun Mingyu mulai berbicara tersendat sendat saat Jaehyun menyenggol lengannya.
"A-ah iya, pak Jeno santai saja, Mark juga keluarga kita."
Jeno tersenyum, Mark menoleh pada kedua kakaknya "bye~" Mark melambaikan tangannya.
•••
Mark tersenyum senang, menenteng banyak oleh oleh di tangannya, anak itu langsung berlari masuk meninggalkan Jeno yang masih berada di luar, Mark melompat keatas sofa empuk mansion suaminya.
"Wah, bagus bagus, tau aja uncle Jeno ini, diem diem romantis, cuma gengsi" ujarnya sembari mengeluarkan satu persatu barang barang yang ada di dalam papper bag.
Matanya berbinar, lama lama Mark ingin buat vlog youtube juga, biar bisa menandingi sisca kohl, toh suaminya kaya, bapaknya kaya, kakak iparnya kaya, apa yang membuat seorang Mark miskin. tidak ada.
Jeno masuk di ikuti seorang pelayan yang menarik koper suaminya, lelaki tampan itu menatap Mark sebentar "saya bersih bersih dulu ya" ucap Jeno.
"Hm"
Jeno yang ingin melangkahkan tungkai kakinya urung, kala ia hanya mendapatkan respon deheman begitu saja, melihat pemuda itu masih sibuk dengan oleh oleh yang dia belikan, sepertinya Mark jika sudah memilki barang barang menarik akan melupakan segalanya.
Jeno menghela nafas pelan, lalu membiarkan Mark sibuk sendiri dengan oleh olehnya, lelaki itu mengusap wajahnya sembari berjalan menuju kamar, tubuhnya sudah sangat lengket setidaknya berendam di dalam bathtube menggunakan air hangat tidak begitu buruk.
Mark yang menyadari jika Jeno baru saja melewatinya, menoleh kaget pasti tadi suaminya habis memanggil dan dia malah menghiraukannya "Mark oon" gumamnya, lalu turun dari sofa meninggalkan semua barang barangnya, tidak akan hilang ini jika di tinggalkan.
•••
Jeno memasuka kakinya satu persatu kedalam bathtube yang sudah terisi air hangat dan juga sabun, lelaki tampan itu mendudukan diri di dalamnya dan meluruskan kedua kakinya, meletakkan kedua lengannya di sisi bathtube.
Membiarkan air hangat membasahi tubuhnya, Jeno memutar pelan kepalanya agar penatnya hilang, menyamankan posisinya sembari mengadahkan kepala keatas.
BRAK
"Uncle!".
Mark mendobrak pintu, masuk kedalam kamar mandi tanpa izin lalu berjalan begitu saja melihat Jeno yang sedang berendam di bathtube dan tampak terkejut dengan kehadiran Mark.
Mark menatap Jeno yang ada di dalam bathtube, wajah anak itu kembali sedih, mungkin Jeno marah pikirnnya, makanya tadi saat memanggil hanya sekali tidak di bujuk kembali.
"Uncle jangan marah".
"Nanti Mark sedih" anak itu melengkungkan bibirnya kebawah.
Jeno melotot saat Mark ingin masuk kedalam bathtube juga.
"Enggak saya enggak marah sama kamu, mending kamu keluar aja dulu saya mau mandi".
"JANGAN!". Jeno panik ketika Mark ingin duduk di pangkuannya.
•••
Membangunkan singa yang tidur
KAMU SEDANG MEMBACA
Naughty submisive | NoMark
FanfictionDominant nakal yang di nikahin paksa sama pria dewasa yang umurnya udah 30-an lebih. Jeno!dom seme Mark!bot uke
