Naughty submissive | nomark
Jadi di hari ke 14 pernikahan Jeno dan Mark, Jeno sudah membawa Mark ke mansionya untuk tinggal disana, awalnya Mark menolak dan hanya ingin di apartemen saja, walaupun apartemennya tidak seluas mansion kan Mark mau ekhem godain Jeno, sebab kalau di Mansion sudah pasti banyak pelayan.
Tidak bisa se leluasa di Apartemen yang hanya di tempati oleh mereka berdua saja, ditambah mahluk mahluk gaib yang sepertinya juga tertekan melihat kelakuan Mark, semakin hari semakin nyeleneh. mungkin para mahluk gaib itu kini tengah berpesta sebab Mark sudah tidak ada.
Bagaimana tidak, jangan kan mahluk halus disana, mahluk nyata seperti Jeno saja darah tinggi mendadak.
Bayangkan kalian menjadi Jeno, dan setiap harinya Mark menganggu entah itu, Mark yang memesan banyak sekali lingeria, gaun tidur, vibrator, bahkan alat alat untuk melakukan bdsm.
Belum lagi, setiap malam remaja itu menaiki tubuh Jeno saat tidur, mengelus elus perut keras Jeno, hal itu membuat Jeno selalu terkejut saat tengah malam, mendapati Mark yang memakai hotpants hitam, dan kemeja putih miliknya yang kebesaran di tubuh Mark.
Menyebutnya dengan panggilan Daddy , fuck, anak itu katanya trauma jika di tiduri Jeno, tapi kelakuan Mark sungguh membuat Jeno frustasi, sudah di goda tapi tidak bertanggung jawab, jika Jeno berbicara seperti ini "Mark saya mau kamu tidurin lagi adik saya, yang kamu dudukin itu"
Pasti Mark langsung turun dari tubuh Jeno, berlari keluar, dan mengunci pintu kamar, setelah itu tertawa sambil menjawab dengan lantang membuat Jeno mendengus "injek aja rudalnya uncle, nanti juga tidur sendiri"
Dan sekarang Mark berada di kantor Jeno, Mark benar benar terpana melihat gedung tinggi pencakar langit yang sering dia lihat jika pulang sekolah ternyata punya Jeno.
Ini kayak mimpi tapi bukan mimpi, soalnya Mark gak suka ngehalu, gak di haluin aja dia dapet kok, modelan Jeno, mapan, hot, jantan, panas, gagah, perkasa, memuaskan, uh suka.
Mark yang tengah berjalan jalan di lantai 4, masuk kedalam ruangan besar yang ternyata banyak orangnya, karyawan disini sibuk di tempat mereka, sebenarnya tadi mark sedang bersama Jeno tapi Mark kabur begitu saja mungkin sekarang Jeno tengah mencarinya.
Biarkan saja, biarkan lelaki dewasa itu mencarinya.
Mark berjalan disana, di perhatikan oleh seluruh karyawan, Mark yang risih menatap balik mereka semua dengan tatapan songong "apansiii, liat liat terpesona kan lo pada, yaiyalah gua ganteng"
ucapan Mark barusan, membuat para karyawan mendumel, membicarakan Mark yang entah datang dari mana, tiba tiba bisa masuk ke sini.
Jari jemarinya mencomot bolpoin seseorang dari tangan orang itu langsung, padahal dia sedang menulis tapi Mark malah mengambilnya, desisan kesal keluar dari bibir pria itu "gak ada sopan sopannya, saya lagi kerja bocah!"
"Ya terus? bolpoin lo kan banyak gih pake yang lain"
Lucas nama pria itu, pria berperawakan tinggi itu mendengus, ingin menjambak rambut Mark karna telah menganggu waktu kerjanya, jika sedang istirahat mungkin Lucas akan menarik bocah tidak di kenal itu keluar.
"Anak mana sih nyasar disini, masuk masuk kantor lagi" sahut Chenle.
Mark menoleh kebelakang melihat pemuda bermata sipit, yang sama sipitnya dengan Jeno, menonggolkan kepala menatapnya dengan wajah sebal.
"Enak aja anak nyasar, lo kira gua anak kucing!"
"Ini satpam kemana sih, kamu mending pergi dari sini sebelum saya telphone satpam buat narik kamu" tegas Lucas.
Mata bulat pria agustus itu menyipit, bolpoin yang dia pegang di arahkan ke kening Lucas, dengan rasa kesal Mark menunjuk nunjuk Lucas "lo belom tau siapa gua ck ck ck, kuno semua kalian"
"Apasih ribut banget, diem bisa gak" jelas Xiaojun, si pemilik alis tebal.
"Ini nih bocil nyasar ngeselin banget sumpah, pengen di selotip kali mulutnya"
Mark menjulurkan lidahnya "kalo lo gak lebih tua dari gua, udah gua cakar muka lo dari tadi sekalian aja di pecat!" Mark berancang ancang ingin mencakar muka Lucas.
"Heh, adek halunya jangan ketingian, nanti jatoh sakit, kamu mau mecat Lucas emangnya kamu siapa, mending keluar deh dek" tukas Jaemin.
"Halu, halu, dada lo tepos anjim, yakali gua halu"
Jaemin menyentuh dadanya, benar benar tepos hanya terasa tulang, fakta sih dia tepos tapi. . . tapi ini namanya pencelaan, tete shaming dilarang Jaemin tidak terima.
"Aku bilangin ka seto kamu ya, tete shaming, dada kamu juga tepos, sama sama tepos jangan saling menghina"ujar Jaemin marah.
Bunya suara sepatu pantofel membuat mereka semua menoleh, melihat disana ada Jeno yang tiba tiba berjalan tergesa gesa di lantai 4 , semuanya menunduk melakukan kembali tugas mereka, soalnya tumben pak boss datang kesini.
"Ada apa ini ribut ribut?"
Mark yang melihat suaminya datang, langsung berlari dan memeluk Jeno "uncle, mereka semua galak, masa Mark di bilang anak nyasar" adu Mark, kesempatan ada Jeno disini.
Yang lain melotot heran, melihat Mark dengan seenak jidat memeluk atasan mereka, menurut mereka itu adalah hal paling berbahaya, dan sekarang Mark dalam bahaya, karna setau mereka, Jeno paling tidak suka di sentuh se inci pun kecuali berjabat tangan dengan orang penting.
Jika ada yang sengaja menyentuh, Jeno pasti akan mengumpatinya, memberikan kalimat kalimat pedas yang akan membuat orang tersebut tersenyum layaknya patung dengan wajah pucat.
Mark juga mendusalkan wajahnya di dada bidang Jeno "terus juga tuh yang kurus itu, ngomongin aku halu, sama dia juga bilang dada aku tepos, uncle kasih paham, dadaku kan memuaskan ya, uncle Jeno aja suka main main disana, doyan grepe grepe juga yakan, kasih tau mereka uncle! tepos tepos gini, favoritnya uncle".
Jaemin dan Dongpyo saling berbisik satu ruangan di buat shook, akibat ucapan vulgar Mark.
"Eh Itu kenapa anak kodok main peluk peluk si bos, wah nyari rumah sakit dia ternyata, nama gua di bawa baw la" bisik Jaemin pada Dongpyo di sampingnya.
"Bagus bagus, kita liat pertengkaran hebat, apa anak biawak itu kena mental".
Jaemin dan Dongpyo membuka mata mereka lebar lebar untuk melihat reaksi Jeno, tapi Jeno tidak bergeming, dan malah memeluk pinggang lelaki itu, catat sekali lagi jika Jeno memeluk pinggang lelaki tersebut, bukannya di marahi malah di peluk.
"Jaem, gua gak mau main game lama lama lagi deh, mata gua blur tuh, itu beneran gak keliatan banget kalo pak bos meluk tuh orang" bisik Dongpyo.
"Sayangnya itu beneran pyo, mata gua gak ada gangguan soalnya".
"Dia istri saya, Lee Minhyung atau bisa di panggil Mark, anak bungsu dari tuan Jung Yunho, adiknya Jung Jaehyun, kalian ada masalah sama dia?".
"Tolong ucapannya di jaga, kalian hargain dia" tegas Jeno.
Dalam hati mereka merutuki diri sendiri karna sudah adu bacot dengan lelaki nyebelin yang ternyata istri bosnya.
Mampus.
Lucas menutup wajahnya, dia menyesal sudah memaki bocah itu.
Chenle juga, menyembunyikan diri di balik tempatnya, sementara Mark menoleh kebelakang terkikik geli melihat para karyawan yang tadinya songong menjadi seperti anak kucing sekarang.
•••
Maap kalo jelek
KAMU SEDANG MEMBACA
Naughty submisive | NoMark
FanfictionDominant nakal yang di nikahin paksa sama pria dewasa yang umurnya udah 30-an lebih. Jeno!dom seme Mark!bot uke
