Naugthy submissive | NoMark
Mark bilang dia sedang marah pada Jeno, bahkan ketika sampai mansion pun Mark enggan turun dari mobil, sampai Jeno harus menggendong Mark masuk kedalam, lalu membersihkan dirinya dan juga Mark.
Intinya Mark malas melakukan apa apa, biarkan saja Jeno merasa terbebani karna itu salahnya, salah sudah membuat Mark sebal, euh! jadi suami harus bertanggung jawab dan pengertian kan, jadi Jeno harus mengerti kalau dia sedang marah maksudnya NGAMBEK.
Dengan piyama berbahan satin berwarna hijau pastel, Mark duduk di pinggir ranjang menunggu Jeno keluar dari kamar mandi, tidak lama pintu kamar mandi terbuka, Jeno keluar dengan handuk yang di usakkan ke rambutnya yang basah, pria itu berjalan kearah Mark lalu menggalungkan handuknya di leher.
Jeno berdiri di depan Mark dengan wajah seperti biasa.
"cuci muka?" Jeno melebarkan tangannya, memberi ruang pada Mark untuk di gendong seperti anak koala, lelaki manis itu mengangguk lalu berdiri naik keatas kasur sambil membungkuk sedikit untuk memeluk leher Jeno, melingkarkan kedua kakinya di pinggang yang lebih tua ketika tangan Jeno sudah menahan pinggangnya.
Jeno membawa Mark kedalam kamar mandi lagi, lalu mendudukan anak itu di meja wastafel, Mark menatap dirinya dari pantulan cermin di depan, sambil mengayunkan kakinya, menunggu Jeno yang sedang mengambilkan skincare wajah Mark.
Jeno mengusap wajah Mark dengan tisu basah, mencuci wajah itu lalu mengoleskan cream di wajah Mark, tadi Mark sudah mencuci muka dengan facial wash, Jeno yang mencucinya, Mark menarik tubuh Jeno dengan kedua kakinya yang melingkar di pinggang lelaki tampan tersebut.
Jeno mengusap pipi tembam Mark dan memijit mijitnya perlahan, mata bulat lucu itu terpejam merasakan pipinya sedikit di unyel unyel oleh tangan besar itu, Mark berdenging dan mulai mengantuk sudah larut juga.
namun Mark kembali membuka matanya, ketika Jeno berbicara.
"kamu diem aja dari tadi, marah sama saya?"
"Emm" jawab Mark menggumam.
"Saya kenapa lagi? saya udah jelasin kan ke kamu, jangan diam begini, kalau kamu diam saya jadi bingung".
Mark memutar bola matanya jengah "makanya peka, jangan tunggu di diemin dulu baru nanya nanya, heuh!" dengus Mark.
Jeno menghela nafas, lalu mengoleskan lip balm di bibir Mark, setelah sudah Jeno mengangkat tubuh Mark dan segera keluar dari kamar mandi, meletakkan tubuh anak itu di ranjang.
"Tidur udah malem" titah Jeno, lalu berjalan ke sisi tempat tidur dan naik kesana segera merebahkan dirinya, meletakkan lengan di bawah kepala sebagai bantalan pria itu, kan! Mark menoleh kesal kearah Jeno yang sudah akan tidur.
memang dasar tidak peka, jadi di diamkan saja begini, Mark menggerak gerakan kakinya brutal sampai kayu ranjang di bawah terhentak hentak bising karna terkena kakinya.
Mark kesal lalu masuk kedalam selimut, tapi tidak bisa tidur. namun di liat kearah Jeno pria itu sudah memejamkan mata tidak peduli dengan Mark yang terus menerus mendengus, bahkan Mark sampai berpindah posisi terus menerus, menghadap kanan, menghadap kiri, terlentang, tengkurep, bahkan kayang pun sudah dia lakukan, sepertinya Jeno sama sekali tidak terganggu dengan aktifitas 'istri kecilnya yang sedang marah'.
Si agsutus menyerah dan langsung memeluk Jeno erat, "huwaaaa! uncle Jeno gak sayang sama aku!".
"Mau pulang aja ketemu mamah, mau di peluk hiks, gak mau sama uncle Jen, uncle Jen jahat hiks, dia selingkuh!!!" Mark menangis sejadi jadinya, entah itu benaran atau tidak, Jeno menghela nafas berat menutup sebelah telinganya dengan telapak tangan, pria itu membuka matanya melihat Mark sudah menemplok pada tubuhnya.
jujur saja Jeno lelah, dia habis dari luar kota pulang malam, namun Jeno menciduk kegiatan liar Mark yang ternyata balapan di jalanan, sampai Jeno pun harus ikut balapan dadakan di jalanan demi menjaga Mark yang menjadi bahan taruhan, untungnya Jeno melihat mereka kalau tidak mungkin Mark sudah menjadi pelacur lelaki bernama Yeonjun itu.
tidak sampai disitu, Yeonjun malah tertimpa musibah dan Jeno juga yang mengurusi, kebayang betapa penatnya seorang Lee Jeno, umurnya sudah hampir masuk 40 tahun, disibukkan ini itu, belum lagi harus menghadapi tingkah kekanakkan Mark.
Mark mendiamkannya hanya karna masalah sepele, merajuk, marah tidak jelas, seharusnya Jeno yang marah namun Jeno benar benar tidak tega untuk memarahi remaja manis itu, Mark masih muda wajar saja dia ingin bebas seharusnya Jeno tau yang di jodohkan dengan dirinya ini adalah remaja yang masih membutuhkan kesenangan.
tapi Mark malah terikat hubungan dengan pria kolot membosankan ini, pemikiran Jeno sudah sangat matang dan berkembang. jadi dia tidak mengerti Mark ingin seperti apa, kepalanya berdenyut sepertinya sakit kepalanya kambuh.
Telapak tangan Jeno melingkar di punggung sempit Mark, mengusap usap punggung istri manisnya ini.
Jeno membalikkan diri menghadap ke Mark, menarik masuk pemuda itu dalam pelukannya, Jeno mengelus kepala belakang Mark menyembunyikan wajah mungil itu di dada bidangnya.
"Maaf" satu kalimat yang membuat Mark terdiam tiba tiba dan langsung memeluk erat tubuh Jeno, entah kenapa perasaan Mark agak sedikit buruk tentang kalimat itu semoga saja tidak apa apa kedepannya.
Mark sesenggukan "uncle jangan tinggalin Mark" cicitnya pelan, lalu memejamkan matanya yang cukup basah karna menangis ala kadarnya tadi agar Jeno mau memperhatikannya.
Naughty submissive | NoMark
KAMU SEDANG MEMBACA
Naughty submisive | NoMark
FanficDominant nakal yang di nikahin paksa sama pria dewasa yang umurnya udah 30-an lebih. Jeno!dom seme Mark!bot uke
