05

1.8K 188 1
                                        

Suasana pagi di mansion kim terlihat sepi hanya ada beberapa maid yang sedang bekerja,putri sulung kwon yang sudah berangkat kerumah sakit sejak pukul 6 pagi sedangkan putri kedua kim masih terlelap dalam tidurnya karena begitu lelah menjadi seorang dokter dirumah sakit orang tuanya .Wanita paruh baya yang sudah mempunyai 4 seorang putri sudah bersiap dengan baju dokternya yoona terburu buru untuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya meski yoona sibuk dengan statusnya menjadi seorang dokter terkadang yoona menyempatkan untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan putrinya .

Kim soohyun berjalan dengan raut wajah lesu menuju meja makan soohyun melihat sang istri sedang menyiapakan sarapan senyuman tipis terlihat disudut bibir soohyun,terkadang soohyun berharap sang istri tetap menjadi istri yang selalu bisa mengurus dirinya dan putrinya tanpa harus mementingkan pekerjaannya tapi itu adalah sesuatu yang tidak mungkin .

"selamat pagi sayang".soohyun menyapa yoona dan mengecup pipi sang istri,yoona tersenyum melihat suaminya yang sudah duduk di kursi makan 

"pagi juga sayang kau ingin sarapan dengan apa?'.tanya yoona menyiapkan piring untuk suaminya 

"apapun ini semua terlihat enak..oh iya dimana jisoo dan jennie?mereka tidak ikut sarapan?'.tanya soohyun menatap sang istri yang sibuk menyiapakan sarapan dirinya 

"jisoo sudah pergi sejak pukul 6 dia ada operasi 3 pasien' jennie mungkin masih tidur dikamarnya ".ucap yoona dan memulai sarapan soohyun hanya mengangguk,sejujurnya soohyun merasa kebertan jika kedua putrinya terlalu bekerja keras karena bagaimanapun putrinya membutuhkan hiburan sendiri 

"khemm sayang bisakah kita bicara soal anak anak?'.yoona meletakan ponselnya dan menatap penuh suaminya yang terlihat dengan wajah seriusnya 

"ada apa?jika ini soal lisa aku tetap tidak akan memindahkanya ke seoul".perkataan dingin sang istri membuat soohyun geram,soohyun mengusap wajahnya kasar 

"dengar chagiya kita tidak boleh egois'apa selama ini kau tidak merasa bersalah pada putri kita?selama ini mereka tumbuh hanya dalam kendali kita jadi kumohon berikan putri kita kebebasan dalam pertumbuhannya".ucap soohyun dengan nada tenang meski ada rasa kemarahan pada istrinya soohyun harus mengingat perkataan ibu mertuanya ,soohyun sudah berjanji untuk memperbaiki keluarganya 

"kau sudah tau tujuan kita kim soohyun!! aku menginginkan seorang putri yang sama hebatnya denganku dan sekarang kau ingin putriku merasa bebas dengan masa depannya apa kau bisa menjamin bahwa putriku bisa menjadi orang sukses dan hebat hah!! apa kau bisa menjamin itu?!".teriak yoona pada soohyun dengan penuh emosi,soohyu  melihat sang sitri dengan sendu tidak sekalipun pembicaraan dengan sang istri selalu berujung dengan pertengkaran 

"bukan seperti itu chagiya dengarkan aku dulu eoh' kita hanya memberikan putri kita selayaknya anak anak diluar sana aku yakin mereka tidak akan keluar batas dari apa yang sudah kita tetapkan dalam hidupnya aku hanya tidak ingin kita menyesal dikemudian hari sungguh".wanita paruh baya itu memalingkan wajahnya dengan wajah memerah menahan emosi ,ia tidak suka dengan apa yang suaminya katakan 

"aku tetap dalam penderianku!aku berusaha payah matian matian mendidik putriku untuk menjadi seorang dokter hebat dan kau sebagai ayahnya justru ingin menghancurkan karirnya apa kau bodoh kim soohyun!?ah atau kau tidak menerima karena anak bodoh itu aku masukan disekolah yang rendahan iya!".soohyun mengepalkan tanganya menatap sang istri dengan tidak percaya apa dirinya tidak salah dengar bahwa sang istri baru saja mengatakan bodoh pada dirinya 

"kim yoona apa kau lupa aku adalah seorang kepala rumah tangga disini?dan kau berani berkata bodoh padaku?".tanya soohyun dengan lirih yoona melihat suaminya menunduk hatinya merasa teriris 

"maafkan aku tidak bermaks-'

"kau benar yoona aku memang laki laki yang bodoh aku suami yang tidak berguna untukmu...aku seorang appa yang gagal untuk putriku mainhae aku tidak bisa membuat putriku menjadi dokter hebat jika bukan karena dirimu sungguh mianhae".ucapan yoona terpotong soohyun menyela dengan suara parau ,nafas yoona tercekat menatap suaminya yang meneteskan air matanya sungguh seumur umur yoona tidak pernah melihat suaminya menangis karena pertengkaran 

My Dream (HIATUS)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang