30

1.4K 164 14
                                        

Hari sudah semakin larut didalam ruangan rawat lisa hanya ada ketiga putri kim,sedangkan yoona menemani tzuyu di ruang rawatnya dan soohyun kembali keapartmen lisa .Sebenarnya irene akan menemani lisa karena ia takut sulung kim itu akan mencelakai putrinya tapi lisa dengan kekeh meminta irene untuk kembali kerumahnya pada akhirnya irene hanya pasrah untuk kembali kerumah membiarakn ketiga kim menjaga putri kesayanganya .

Gadis berponi yang sudah terlelap membuat sepasang mata yang sejak tadi menatapnya merasa tidak tega untuk membangunkannya tapi ini adalah waktu yang tepat untuk membawa adiknya menjauh dari keluarga nya terutama sulung kim yang sudah berniat ingin mencelakai lisa .

"lisayah bangunlah".bisik gadis berhoodie jumbo dengan mengusap pipi lisa membuat lisa terusik dan mencoba membuka matanya,matanya belum sepenuhnya terbuka hingga membuat gadis itu merasa kesal 

"lisa!bangun ayo ikut unnie".lisa membuka matanya dan menguap sambil menatap sekeliling melihat kedua kakanya yang terlelap dengan berbeda sofa 

"unnie ap-

"hustt cepat bangunlah ikut dengan unnie cepat!tidak ada waktu".gadis itu dengan cepat menutup mulut adiknya membuat lisa semakin bingung dengan kaka satunya yang terlihat mencurigakan 

"tapi unnie kita akan kemana?ada apa?".lisa terus bertanya dengan suara pelan seperti yang kakanya lakukan,lisa hanya pasrah saat kakanya melepaskan infusnya dengan hati hati lalu mengambil hoodie dan mantel tebal untuk di pakaikan adiknya 

"jennie unnie!jawab kita akan kemana?ada apa denganmu?".putri kedua kim itu menatap tajam adiknya karena tidak mau diam,tangan mungilnya memakaikan kaos kaki dan sepatu adik bungsunya lalu merapihkan beberapa barang kedalam tas mungilnya 

"kita akan pergi dari sini cepat!kita tidak ada waktu".jawab jennie dengan buru buru membuat lisa semakin bingung kenapa bisa kakanya mengajak dirinya pergi dijam tengah malam tapi lisa hanya menurut dan mengikuti kaka keduanya

"chaeng!buka matamu aku dan lisa keluar terlebih dulu aku tunggu di mobil".ucap jennie dengan nada pelan membuat gadis blonde mengangguk dengan matanya yang masih tertutup tatapan lisa beralih pada kaka sulungnya yang masih terlelap dengan hendset yang menyumpal di telinganya 

Kedua gadis kim itu keluar dengan tergesa karena merasa takut jika ada yang melihatnya walapun dia dan adiknya sudah memakai masker tetap saja dirinya merasa khawatir .Lisa yang hanya pasrah dengan kaka keduanya hanya bisa menurut meski banyak pertanyaan yang ingin ia tanykan pada kedua kakanya .

"cepatlah lisayah ".jennie berlari kecil dan memasuki mobil yang sudah jennie sewa tidak lama rose menyusul dengan membawa tas kecil dan ikut memasuki mobil 

"jisoo unnie tidak terbangun kan chaeng?".tanya jennie dengan nada khawatir lisa hanya terdiam menatap kedua kakanya yang memang terlihat sudah merencanakanya untuk kabur 

"tenang unnie dia masih lelap mungkin efek obat yang aku berikan di minumannya".jawab rose dengan kekehan memang ini semua sudah jennie dan rose rencanakan setelah jennie menguping pembicaraan antara irene dan jisoo membuat keduanya merasa sangat marah apa lagi kaka sulungnya yang akan mencelakai adik bungsunya sendiri 

"bisa jelaskan kita akan kemana?dan kenapa kalian membawaku kabur?".keduanya menatap pada adiknya yang berucap datar membuat rose dan jennie gugup 

"lisayah dengarkan unnie eoh ini demi kebaikanmu..kita akan pergi ke swiss".ucap jennie dengan lembut membuat lisa semakin kebingungan belum bisa memahami perkataan kaka keduanya 

"kau tidak aman disini lisa kau bisa celaka jika terus bersama keluarga kita dan juga mommy mu ".tambah rose dengan nada lirih sejujurnya rose merasa sedih karena membuat adik bungsunya harus merasakan rasa sakitnya karena ulah kaka sulungnya yang dengan teganya akan melenyapkan adik kandungnya sendiri 

My Dream (HIATUS)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang