Wanita berambut pirang itu menatap sendu gadis jangkung yang sedang melamun matanya terlihat kosong tidak ada senyuman yang terlihat di wajah cantiknya,meski biasanya gadis itu akan selalu ceria dan berisik beda halnya selama satu bulan ini kepulangannya ke amerika yang secara mendadak membuat managernya bingung.
"alice kau sudah menghabiskan latte lebih dari 3 cup kau akan sakit jika terus begini".wanita berambut pirang itu mendengus kesal melihat artisnya yang lagi lagi mengabaikannya
"besok aku akan menemui direktur agensi ".ucap gadis berponi datar matanya menatap foto dirinya yang tersenyum lebar,jangankan tersenyum ingin berucap saja dirinya malas dirinya yang sekarang bahkan lebih dingin enggan untuk memberikan senyuman pada siapapun termasuk ibu angkatnya dan orang terdekatnya seakan hatinya telah mati dan ini lebih mematikan untuk seorang gadis yang malang seperti dirinya,dahyun menatap bingung lalice
"untuk apa?bukankah kau masih menikmati masa cutimu?".tanya dahyun dengan wajah bingungnya
"aku akan vakum dubu aku tidak lagi tertarik untuk menghibur semua orang aku lelah berbohong".jari lentiknya mengusap gitar pemberian jessi dari gitar inilah dirinya memberanikan untuk melangkah maju menggapai impiannya tapi nayatanya impian itu membunuhnya tidak sekalipun membuat orang bangga itu adalah wanita yang telah membuangnya ,dirinya lelah untuk memakai topeng setap berhadapan dengan fansnya atau di depan media dirinya harus tersenyum menuttupi luka yang terus menganga
"yakk!apa yang kau katakan eoh itu impianmu lalice!lalu jika kau vakum bagaimana denganku!'.gadis jangkung itu meminum latte nya hingga tandas dan berdiri memasuki kamar mengabaikan kekesalan managernya membuat dahyun mengusap wajahnya kasar,tidak lama gadis jangkung itu keluar dari kamar dan duduk disebelah dahyun membawa laptop dan map
"aku sudah memikirkan itu dubu unnie aku tidak mungkin membiarkan kau jadi pengangguran...kau tetap akan bekerja denganku".ucap lalice dan menyerahkan sebuah map hitam pada dahyun membuat dahyun menatap bingung
"jelaskan bae lalice aku tidak mengerti dengan kata katamu oke!".gadis berponi itu terkekeh melihat managernya yang kesal
"kau akan jadi sekertarisku di kantor dubu...aku akan berhenti dari dunia musik dan aku akan berbisnis sekarang kau tau kan jika usaha yang aku bangun itu berhasil".jelas lalice matanya fokus pada laptopnya dahyun terdiam melihat map hitam yang berisikan tentang pekerjaan diperusahaan lalice
"kau benar benar ingin vakum?apa mommy mu tau?".tanya dahyun
"aku akan bilang padanya dan aku juga akan tinggal sendiri mulai minggu depan aku akan fokus pada hidupku..dan aku minta tolong adakan konferesi pers aku akan mengumumkan pada semua media untuk besok".dahyun menghela nafas ia tau jika lalice hanya mencoba untuk merubah hidupnya,pasti para penggemar merasa sangat kecewa atas vakumnya bae lalice
"baiklah...aku akan mengurusnya kalo begitu aku akan pergi sekarang' jangan lupa untuk makan agar kau tidak sakit alice".gadis berponi itu hanya mengangguk dengan senyuman tipis matanya melihat managernya yang keluar dari rumahnya
ting
Choi tzuyu :
Lalice bagaimana kabarmu?kenapa kau selalu mengabaikan pesanku' aku beraharap kau tidak membenciku..em apa tidak apa jika aku mengatakan ini?ketiga unnie kita sudah mulai menerimaku kecuali appa dia belum bisa menerimaku tapi aku akan bersabar seperti katamu.
Hampir setiap hari tzuyu mengirim pesan pada lalice tapi gadis berponi itu enggan untuk membalasnya,setelah membaca pesan dari tzuyu yang mengatakan keluarganya hampir menerimanya membuat hati lalice berdenyut itu berarti tzuyu hampir sepenuhnya menggantikan dirinya di keluarga kim.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dream (HIATUS)
RandomLalisa Kim hidup dibayangi kenyataan bahwa sang ayah, ibu, dan ketiga kakaknya menjadi dokter sukses. Didikan sang ibu yang kaku menghalangi mimpinya menjadi penyanyi dan penari dance . Bahkan ia harus rela pindah ke sekolahan sederhana selama seta...
