"Untuk pertama kali nya Aku melihat Junghwan dengan versi berbeda dari dirinya selama ini, Aku sama sekali tidak pernah mengira senyum dan semangat yang selalu ia tujukan padaku, semua itu palsu."
...
...
...
Setelah latihan
Aku melihat Junghwan yang sepertinya sangat kesulitan bernafas, dengan sigap Aku menopang tubuh nya sebelum jatuh ke lantai ruangan ini,
"Astaga Junghwanie! Kau kenapa Junghwan"
....
"Hhh....hyung?"
....
....
"Hyung....sesak"
Suaranya hampir tidak terdengar lagi, aku menopang tubuh nya sambil menidurkan nya pelan di pangkuanku,
Sementara itu, member lain tentu terkejut dengan teriakan Haruto, terlebih lagi melihat keadaan Junghwan yang semakin tidak baik, membuat mereka sangat khawatir dengan keadaan anak itu...
"JUNGHWAN !"
Teriak mereka saat melihat tubuh Junghwan hampir jatuh ke lantai sebelum ada Haruto yang lebih dulu menopang nya.
"Junghwanie...kau kenapa?
Terlihat mata Jeongwoo sudah mulai basah, ketakutan terpancar jelas dari wajahnya, Takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada adik kesayangan nya itu.
"Hyung! Tolong jangan ada yang terlalu dekat dulu! Berikan ruang untuk Junghwan. Dia kesulitan bernafas"
"Dan seseorang tolong, ambilkan air hangat untuk nya!
Mereka sangat khawatir hingga tidak ada satupun yang mendengar perintah Haruto, kecuali Mashi dirinya bergegas mengambil air untuk Junghwan,
Tampaknya Haruto kembali berteriak, karna hyung nya itu sama sekali tidak mendengarnya, mereka justru semakin mendekati Junghwan
"Tolong semuanya! Beri tempat untuk Junghwan! Dia semakin kesulitan bernafas!"
Tidak peduli dengan reaksi member lain, jujur Aku sangat takut sekarang. Junghwan benar benar tidak merespon apapun.
Aku menepuk pelan pipi Junghwan, memastikan sedikit sisa kesadaran nya tadi,
"Junghwanie, dengar hyung? Jaga kesadaranmu sebentar. Percaya padaku, Kau akan baik baik saja"
...
...
....
"Hhyung? Ttolong ambilkan oksigen kecil di dalam kotak hitam ranselku"
...
...
...
Air mata Haruto hampir saja jatuh, saat melihat Junghwan tidak merespon apapun, tapi syukurlah Junghwan masih bisa menjawab pertanyaan nya meski terdengar sangat pelan tapi Haruto sangat bersyukur sekarang,
"Syukurlah, kau masih sadar Junghwanie, atur nafasmu pelan pelan sayang, Hyung ada disini bersamamu"
Junghwan berusaha sekuat mungkin untuk mengikuti instruksi hyung nya . Meski terbilang sangat sulit mengatur nafas sambil menahan sakit yang luar biasa pada dada kiri nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SO JUNGHWAN || End
Teen FictionAku hanya takut ini menjadi yang terakhir untukku.... -So Junghwan || Treasure Private Stage 2021-
