Junghwan terbangun mendengar bunyi alarm yang sengaja ia atur lebih awal dari yang lainya, sudah menjadi kebiasaanya bangun dini hari seperti ini,
Saat itulah, Junghwan memilih untuk duduk di rooftop dorm ketiga ini, merasakan angin malam sambil melihat langit, entahlah itu menjadi ketenangan sendiri baginya.
Sama seperti malam ini, Junghwan kembali terbangun saat alarm nya berbunyi, padahal dirinya baru beristirahat kurang lebih 3 jam sejak latihan tadi,
Sebelum itu, tidak lupa ia memastikan bahwa Jaehyuk, Asahi dan Yedam sudah terlelap sempurna dalam tidurnya.
....
Junghwan sudah berada di rooftop sekarang, dinginya angin malam tidak sedikitpun mengurangi niatnya untuk turun dan kembali istirahat,
Anak itu justru terlarut dalam pandangan yang terpaku pada sebuah foto yang selalu tersimpan rapi di case handphone nya itu,
Hanya itu,
Satu2 nya foto yang Junghwan punya, bersama orang2 tersayangnya,
Ketika itu semua masih sama, sebelum perlahan lahan, waktu mulai mengikis kebahagiaan yang ia punya,
"Apa kabar kalian?"
"Bolehkah aku bertanya sekali saja, tidakah sama sekali kalian merindukanku?"
Junghwan tersenyum miring,
"Sudah lama ya ternyata, sudah tiga tahun berlalu saat kejadian itu mulai merenggut semuanya dariku"
"Perlahan semuanya berubah, kejadian itu tidak hanya memisahkanku denganya,
Tetapi juga dengan kalian, satu2 nya harapan yang ternyata hanya sebatas angan untuk bisa aku dapatkan"
"Eomma, Appa,"
"Aku merindukan kalian"
...
Junghwan, sudah lama anak itu ingin bertemu orangtua nya lagi, bertemu dalam artian yang sebenarnya,
Sebagai sebuah keluarga,
Sebagai putra yang tentu saja kehadiranya ingin dihargai oleh ayah dan ibunya itu,
Tapi sekali lagi,
Itu hanya sebatas angan yang jauh dari kenyataan
Karna dirinya sadar,
Mendengar suara nya saja, Appa nya sudah sangat muak dengan kehadiran Junghwan
Hanya lontaran kata2 kasar,
Kalimat kebencian dan luapan amarah yang selalu saja orangtuanya lampiaskan padanya,
Junghwan kembali teringat perkataan seseorang yang membuatnya sampai tidak sadarkan diri beberapa hari yang lalu,
Benar, orang itu adalah ayahnya sendiri, seseorang yang menjadi harapan sekaligus kelemahan terbesar dari seorang So Junghwan, kelemahan yang mampu membuatnya ingin menyerah setiap saatnya,
"Appa, seburuk itukah aku dimatamu?"
"Aku tidak pernah mengira, kau dan eomma masih saja tidak mau menerimaku sejak kejadian itu,"
"Apa kalian tau?"
"Aku sama hancurnya, saat Jisung meninggalkan kita semua, tapi bukankah aku hanya anak kecil yang benar2 merasa sendiri saat itu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
SO JUNGHWAN || End
Novela JuvenilAku hanya takut ini menjadi yang terakhir untukku.... -So Junghwan || Treasure Private Stage 2021-
