Bagian Cerita Junghwan (6)

502 44 13
                                        

"Hari ini aku kembali disadarkan jika rumah yang selama ini Aku anggap sebagai tempat untuk kembali malah berperan sebaliknya Rumah itu justru menjadi alasan lain untuku mengakhiri segalanya" -So Junghwan"




















Flashback on

"Junghwan tunggu"

"Hidungmu. Kau mimisan. Kau dengar aku kan?"

"Ayo kita kerumah sakit"

"Tidak yedam Hyung, aku baik baik saja. Aku akan langsung istirahat"

....

Junghwan pergi meninggalkan mereka semua yang masih menatap melas kearahnya.

Anak itu masih mencoba berjalan seperti biasa, padahal jelas terlihat wajah itu sudah pucat pasi, dengan bekas darah yang tercetak jelas di kaos putihnya itu,

Sesampainya Junghwan di kamarnya, ia langsung menutup dan mengunci pintu nya. Tanpa berniat mengizinkan siapapun masuk dan melihat keadaan nya yang benar benar kacau.

Junghwan mendudukkan dirinya di samping nakas miliknya. Kedua kakinya terasa sangat lemah bahkan untuk sekedar berpindah ke ranjang di samping ia duduk saat ini.

Ia terduduk
Memeluk kedua lututnya nya,
Menangis dan hanya mampu menahannya sendiri

Pelukannya semakin erat
Berharap agar sakit itu segera hilang,

Dia merindukan pelukan,
Dan hanya ingin merasa tenang

Tapi mengapa rasanya terlalu sulit?
Setidak mungkinkah itu untuknya?

Peran apalagi yang harus ia lakukan?
Agar terlihat sempurna..
Dan bisa diterima dengan baik oleh Mereka...

...

"JUNGHWAN TIDAK PANTAS DEBUT"

"HARUSNYA YOONBIN HYUNG YANG MASIH TETAP DISINI,"

"JUNGHWAN HANYA BISA MENGACAUKAN"

"TREASURE TIDAK BUTUH JUNGHWAN,

"ANAK PEMBAWA SIAL"

...

....

"BERHENTI!"

"Tolong... Berhenti... Aku mohon"

"Pergi. Tolong jangan katakan itu lagi"

Junghwan menutup kedua telinga nya, mencoba mengusir suara yang datang dari pikirannya sendiri,

Gangguan kecemasan itu kembali, suara dan teriakan yang selama ini sangat dibencinya kembali datang memintanya untuk segera mengakhiri semuanya.

....

....

Flashback off

.....

Baru Lima belas menit berlalu setelah Jiwoon mengantar Junghwan pulang, mendadak ia memutuskan untuk kembali menemui adiknya itu, Jiwoon seperti merasa ada sesuatu yang terjadi.

Jiwoon sudah mencoba untuk menghubungi adiknya itu, tapi sialnya dia lupa handphone anak itu malah tertinggal di tas miliknya. Sungguh, Jiwoon merutuki dirinya yang lupa memberikannya lagi pada Junghwan.

Karna sejak malam dimana Junghwan harus kembali di rawat, handphone itu memang sengaja untuk disimpannya lebih dulu.

Untuk itulah, Jiwoon akhirnya memutuskan untuk kembali ke dorm milik Junghwan, setidaknya handphone itu bisa menjadi alasan lain untuknya. Karna sebenarnya, Junghwan sendiri lah yang melarang nya untuk bertemu dengan member Treasure lainya dengan alasan jika dirinya yang akan mengenalkan nya sendiri pada Mereka.

SO JUNGHWAN || EndTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang