Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bisakah kalian berjalan sedikit lebih lambat? Aku kesusahan menyeimbangi langkah kalian."
Dua lelaki itu, Rhino dan Jean, melangkah dengan langkah kaki besar. Mereka juga cekatan melewati beberapa ranting pohon serta rerumputan panjang yang menghalangi jalan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Arselin bersusah payah mengejar langkah kaki besar itu. Terlebih lagi keadaan hutan benar-benar penuh kabut yang membuat Arselin takut jika kehilangan jejak keduanya.
"Nona, kau tahu kan istilah 'siapa cepat, dia dapat'?"
"Ya tentu saja aku tahu."
"Nah, sekarang kita sedang memakai istilah itu." Jean memperhatikan sekitar, lalu kembali bersuara. "Jika kami tidak bergerak cepat, kami bisa kalah dan tidak bisa makan hari ini."
"Kau tinggal di Kerajaan, makannya kau tidak akan pernah merasakan bagaimana perasaan kau saat kau tidak bisa makan karena semua makanan telah diambil oleh yang lain." kata Rhino juga ikut menyahuti perkataan Jean.
"Sialan, ia mengusirku secara halus." pikir Arselin dalam hati.
"Ya, ya, aku tahu." balas Arselin sambil mendengus malas.
"Daripada susah mencari, bagaimana kalau kalian makan di Kerajaan saja? Aku akan mengidangkan semua makanan untuk kalian."
"Tapi sebelum itu kalian harus menunjukkan jalan keluar dari sini. Bagaimana?" Arselin masih mencari cela.
"Hahaha, kau kira kami memakan apa yang kalian makan?" Kekehan Rhino terdengar mengejek.
"Kami tidak meminum darah dan memakan sari-sari hewan."