🎵 It's You Henry
120 vote & 250 komen untuk lanjut, semangat 💜
•••
Malam kemarin menyenangkan sekali bagi Jungkook, bisa menghabiskan harinya bersama sang kekasih. Berduaan layaknya pasangan remaja yang sedang di mabuk cinta.
Hal itu membuat Jungkook semangat menjalani harinya sebelum ponselnya berdering dan menunjukkan nama Doyeon disana.
Jungkook benar-benar ingin lepas dari keluarganya dan tidak memiliki hubungan apa pun lagi, ingin bebas dari keluarga yang selama ini dia tinggalkan itu.
Tanpa mengindahkan ponselnya yang terus berbunyi, Jungkook melanjutkan pekerjaannya. Dia tidak mau tahu apa pun lagi tentang Doyeon ataupun Appa-nya.
Pria itu baru memegang ponselnya lagi saat jam istirahat makan siang. Tidak hanya panggilan tak terjawab, Doyeon juga mengirim banyak pesan pada Jungkook.
Ryang Doyeon
Jungkook tolong angkat!
Kalau kau tidak bisa setidaknya baca
pesan ini!
Appa kecelakaan dan sedang di bawa ke rumah sakit.
Di rumah sakit umum busan, ku harap kau
bisa datang kemari.
Jujur saja tangan Jungkook bergetar membaca pesan yang di kirimkan 3 jam lalu. Pria itu buru-buru mengambil kunci motornya dan pergi dari kantor dalam keadaan buru-buru.
Bahkan karyawan lain yang bertanya padanya tentang apa yang terjadi ataupun sekedar menyapa tidak dia tanggapi.
Dia benci pada Appa-nya sendiri, namun itu tidak mengubah fakta bahwa dia adalah darah daging dari Tuan Ryang.
Sebenci apapun seorang anak pada orang tuanya, pasti perasaannya tidak akan baik-baik saja saat tahu terjadi sesuatu menimpa orang tuanya.
Bibir mungkin dapat mengatakan bahwa dia tidak peduli dan tidak mau ikut campur atas urusan keluarganya. Namun nyatanya hatinya mengatakan hal yang lain.
Jungkook buru-buru mengambil pakaiannya di apartemen dan pergi menuju stasiun kereta menggunakan taxi. Dia memutuskan untuk pergi ke Busan sekarang juga, meninggalkan pekerjaannya dan juga kekasihnya yang sejak tadi menghubungi karena mereka telah berjanji untuk makan siang bersama.
***
Sejak 15 menit lalu Jiera menunggu Jungkook di cafe tempat dia bekerja untuk makan sianh bersama. Akan tetapi kekasihnya itu tak kunjung datang ataupun membalas pesannya padahal jam istirahat makan siang sudah akan berakhir.
Ujung-ujungnya Jiera kembali bekerja sambil memikirkan Jungkook yang tidak biasanya begini. Biasanya pria itu selalu tepat waktu dan langsung membalas panggilan telepon darinya.
"Hei, kenapa wajahmu murung begitu?" Tegur Eunsha, gadis itu duduk di sebelah Jiera yang terus memegangi ponselnya.
"Tidak ada. Kau sudah selesai makan siang?"
Eunsha mengangguk. "Sudah, kau pergi makan siang sana, biar aku yang bekerja."
Jiera mengangguk dan pergi kebelakang untuk makan siang dengan teman-temannya yang lain. Mereka bergantian makan siang sebab di jam begini banyak karyawan kantor yang datang untuk makan juga ke kafe tempat mereka kerja.
Dengan perasaan khawatir Jiera memakan makan siangnya, tidak begitu berselera karena saat dia menghubungi Seokjin juga, kakaknya itu mengatakan bahwa Jungkook tidak ada di kantor padahal tadi dia masuk kerja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Light By You [End]
Fanfiction[Be wise : mature content] Dipertemukan saat keduanya dalam keadaan 'tidak baik-baik saja'. Dan disatukan menjadi pasangan yang lebih dari kata baik. Jiera dan Jungkook yang saling melengkapi dikehidupan mereka yang mulai tertata kembali. Jungkook...
![Light By You [End]](https://img.wattpad.com/cover/226891717-64-k294134.jpg)