Real Pain

4.3K 542 107
                                        

Vote dulu ya Jeffection
Oke, happy reading! 💜

_____

Senyuman Jungkook terus terpatri di wajahnya saat mengerjakan sejumlah laporan yang menumpuk di meja kerjanya. Posisinya cukup tinggi di perusahaan milik sahabatnya ini, tetapi semua itu bukan karena hubungan pertemanan, melainkan karena kinerja Jungkook yang memang bagus dan kompeten.

Menjabat sebagai sekretaris membuat gajinya cukup besar untuk membiayai dirinya sendiri dan kekasihnya, Oh Seorin.

Tadi gadis itu menelepon dan mengatakan bahwa ia ingin menyampaikan sesuatu yang penting. Jungkook mendadak tersenyum sendiri membayangkan Seorin melipat tangan di dada dengan bibir mengerucut, lalu mengatakan bahwa ia ingin dinikahi.

Sungguh, jika itu benar adanya, Jungkook akan segera membopong Seorin menuju kantor sipil untuk mendaftarkan pernikahan mereka.

Namun sayangnya, Jungkook harus menelan pil pahit saat sesuatu yang paling tidak ingin ia dengar diucapkan oleh sang kekasih. Perpisahan. Jungkook benci itu.

Di kafetaria kantor, mereka duduk berdua dengan posisi saling berhadapan di sebuah meja yang berada di sudut ruangan.

"Aku ingin berpisah, Jung. Aku lelah. Aku jenuh dengan hubungan kita yang sama sekali tidak memiliki titik terang." Gadis itu meremas tangan Jungkook yang sedang ia genggam. "Kau mengerti maksudku, kan?"

"Tidak memiliki titik terang bagaimana maksudmu? Kau ingin aku menikahimu sekarang?" tanya Jungkook frustrasi. "Akan kulakukan, Seo. Tapi kumohon jangan mengucapkan kata pisah seperti ini. Aku tidak suka."

Seorin menggeleng pelan. "Tidak. Aku sudah memikirkan semuanya dengan matang. Aku ingin kita berpisah. Kumohon, mengertilah."

Keputusan mutlak Seorin membuat Jungkook melepaskan genggaman mereka. Matanya menatap Seorin dengan tatapan tak percaya.

Terlebih saat gadis itu bangkit dari duduknya dan pergi dari sana setelah meletakkan sebuah cincin perak di atas meja.

Jungkook hancur hanya karena ucapan perpisahan yang terkesan singkat dan datar itu. Selama dua tahun menjalin kasih dengan Seorin, Jungkook memberikan seluruh cintanya kepada gadis tersebut.

Masih dengan pikirannya yang dipenuhi tanda tanya mengenai alasan Seorin memutuskan hubungan mereka secara tiba-tiba, Jungkook pun bangkit dari duduknya. Pria itu memilih kembali ke ruang kerjanya.

"Aku bahkan tidak bertengkar dengannya selama beberapa pekan terakhir. Semua baik-baik saja, tapi kenapa dia mendadak begini?" gumam Jungkook sambil menatap cincin itu. Cincin yang ia beli saat melamar Seorin menjadi kekasihnya. "Apa dia hanya bosan?"

Tubuh Jungkook lelah. Setelah kemarin hubungannya dengan Seorin berakhir, dia bekerja gila-gilaan. Bahkan pekerjaan yang seharusnya dikumpulkan satu pekan lagi sudah ia selesaikan. Seburuk itu keadaan otak dan hati Jungkook sekarang.

Ditambah lagi saat dia melihat nama seseorang yang paling tidak ingin ia lihat muncul di layar ponselnya yang sejak tadi terus berdering, Appa-nya.

Jungkook memiliki hubungan yang tidak baik dengan Appa-nya sejak kecil. Ia selalu berpihak pada Eomma-nya. Oleh sebab itu, saat sang Eomma meninggal, Jungkook pun angkat kaki dari rumah megah keluarga Ryang. Ia mulai mencari pekerjaan sambil melanjutkan kuliahnya.

Light By You [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang