Vote dulu yuk🙂😢
***
Setelah pulang dari kantor Seokjin tadi, Jiera memilih mendudukkan diri disebuah kafe yang tak jauh dari sana. Beberapa hari ini dia cukup pusing menghadapi masalah yang kian mendera.
Niat hati ingin menenangkan diri, justru Jiera dibuat kesal dengan alunan musik yang terputar di cafe itu. Jiera tau jelas siapa penyanyinya, seseorang yang menyakiti hatinya sekitar 1 pekan yang lalu.
"Suara Jimin Oppa itu bagus sekali! Astaga, mungkin jika aku mendengar suaranya langsung, aku akan pingsan." Celoteh seorang gadis kepada teman-temannya, kelihatan sekali bahwa dia merupakan penggemar dari pria Ryu itu.
Ryu Jimin, penyanyi terkenal yang memiliki suara indah itu merupakan kekasih Jiera. Lebih tepatnya, mereka menjalin hubungan sebelum Jimin berada diatas seperti saat ini. Dia adalah gadis yang berjuang bersama Jimin untuk meraih cita-cita pria itu.
Namun 1 pekan yang lalu hubungan mereka terpaksa harus berakhir karena keadaan. Jimin yang sedang berada dipuncak kesuksesannya harus tampak sempurna tanpa masalah.
Terlebih rumor berkencan, bisa mengamuk para penggemarnya jika mengetahui bahwa Jimin memiliki kekasih.
Jadi Jiera memilih mengalah, ia mundur. 2 pekan yang lalu agensi mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh Jiera, disana agensi meminta Jiera untuk menjauh dari Jimin-demi karir Jimin, keadaan Jiera dan juga agensi.
Jimin tampak marah, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa. Jimin sudah mencapai impiannya, tidak mungkin dia melepas begitu saja-walau dia juga tidak rela saat melepas seseorang yang membantunya mencapai impiannya itu.
Sedikit menyunggingkan senyum, Jiera hendak bangkit dari kursinya. Namun satu pesan yang muncul dilayar ponselnya membuatnya membeku ditempat, dia tidak berharap pria itu menghubunginya.
Jimin
Ji, aku ada di apartemenmu.
Kau dimana?
Demi apapun Jiera tidak akan kembali ke apartemen. Dia sedang berusaha melepas Jimin, karena jika dia keras kepala mempertahankan hubungan mereka maka hidupnya akan terkena dampaknya.
Jiera akan terseret ke pemberitaan tentang Jimin yang berkencan, menjadi oknum yang dibenci karena berkencan dengan idola mereka. Jiera tidak suka, Jiera tidak mau kehidupannya terganggu akan itu semua.
Segera bangkit dari duduknya, Jierapun kembali memasuki kantor kakaknya setelah mematikan daya ponselnya. Lebih baik dia emosi karena pria gila kemarin daripada harus bertengkar dengan Jimin sebab hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja.
Walaupun kini ia juga pusing saat melihat pria gila itu masih ada diruangan kakaknya. Dia menoleh keseliling, mencari keberadaan kakaknya karena diruangan ini hanya ada pria itu-Jungkook.
"Yak!" Teriak Jiera membuat Jungkook mendongak menatapnya dengan mulut penuh makanan. Jiera mungkin akan terkecoh dengan wajah menggemaskan itu jika tidak ingat bahwa pria itu adalah pria gila kenarin. "Dimana Seokjin Oppa?"
"Pergi makan dengan kekasihnya," Jungkook tersenyum lalu menepuk sofa kosong disampingnya, "kau tidak mau juga? Makan denganku disini, ayo."
Jiera memutar bola mata malas, mengepalkan sebuah kertas kosong lalu melemparkannya pada Jungkook. "Makan saja kertas itu! Enak saja memintaku makan disana bersamamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Light By You [End]
Fiksi Penggemar[Be wise : mature content] Dipertemukan saat keduanya dalam keadaan 'tidak baik-baik saja'. Dan disatukan menjadi pasangan yang lebih dari kata baik. Jiera dan Jungkook yang saling melengkapi dikehidupan mereka yang mulai tertata kembali. Jungkook...
![Light By You [End]](https://img.wattpad.com/cover/226891717-64-k294134.jpg)