Vote dulu yuk, sekalian puter mulmed diatas
***
Uap yang mengebul dari semangkuk sup jagung buatan Jiera membuat Jungkook yang tadinya sedang menonton televisi langsung bangkit untuk menemui gadisnya didapur.
Dia tersenyum begitu melihat 2 mangkuk sup jagung diatas pantry, buru-buru Jungkook mendudukkan diri langsung mencicipi semangkuk sup miliknya.
"Sayangku pintar memasak ya." Puji Jungkook sembari memakan supnya dengan lahap.
Jiera tersenyum melihat Jungkook yang semangat memakan masakan buatannya. Seharian ini dia dibuat pusing dengan Jungkook yang mengatakan bahwa dia sedang tidak baik-baik saja. Saat ditanya juga Jungkook tidak mau mengatakan apa-apa, hanya menggeleng dan berusaha mengalihkan topic pembicaraan.
Jierapun mendudukkan diri disamping Jungkook, ikut menikmati semangkuk sup jangan miliknya.
"Jungkook," panggil Jiera yang membuat Jungkook berhenti menyiapkan sup itu ke mulut.
"Kenapa sayang?"
"Sebenarnya siapa aku bagimu?"
Jungkook terdiam sesaat sebelum akhirnya memutar kursinya kesamping untuk menghadapmu. "Kau kekasihku, kenapa bertanya begitu?"
Jiera hanya menggeleng lalu melanjutkan makannya. Gadis itu ingin sekali Jungkook lebih terbuka dengannya, mau berbagi cerita dengannya seperti dia berbagi ceritanya pada Jungkook.
Jungkook pun kembali pada posisinya dan ikut melanjutkan makannya yang sempat tertunda sebelumnya. Pria itu tahu jelas apa yang menyebabkan Jiera bertanya seperti itu padanya.
Melihat sikapnya yang hari ini tiba-tiba datang ke apartemen gadis iru dan mengatakan bahwa dirinya tidak baik-baik saja, pasti membuat Jiera khawatir. Jiera juga berulang kali meminta Jungkook cerita padanya namun Jungkook menolaknya.
"Biar aku saja yang bersihkan dapur, kau langsung masuk kekamar ya? Aku ingin bicara denganmu." Ucap Jungkook setelah menandaskan semangkuk sup miliknya.
Jiera hanya melirik Jungkook sekilas lalu mengangguk pelan.
***
Setelah selesai mencuci wajah dan menyikat gigi sebelum tidur, mereka berdua duduk dikasur dengan punggung yang di senderkan di kepala kasur.
Cukup lama mereka terdiam dengan pikiran masing-masing sebelum akhirnya Jungkook memilih membuka obrolan diantara mereka.
"Sayang," panggil Jungkook seraya mengenyampingkan posisinya agar lebih leluasa menatap wajah cantik gadisnya, "kau mau mendengar ceritaku? Mendengar keluh kesahku?"
Jiera mengangguk lalu meraih tangan Jungkook untuk ia genggam, diletakkan diatas dada bidang pria itu. "Aku sudah berbagi ceritaku padaku, tentang bagaimana hubunganku dengan Jimin, tentang keluargaku dan segalanya bahkan sebelum kita memiliki hubungan."
"Aku mempercayaimu, apa kau tak mempercayaiku? Atau kau memang tidak nyaman denganku?" Pertanyaan dari Jiera membuat Jungkook menghela napas untuk kesekian kalinya dihari ini.
"Bukan begitu sayang." Ujar Jungkook pelan. "Aku hanya tidak mau membebanimu dengan masalahku, dengan ceritaku. Kau juga memiliki kehidupanmu sendiri, kau punya masalah sendiri. Aku tidak mau menambah beban pikiranmu dengan bercerita tentang masalahku."
"Tidak begitu caranya berkomitmen dalam sebuah hubungan, Jungkook." Ucap Jiera penuh penekanan, merasa sedikit kesal pada Jungkook. "Saat kita memutuskan untuk bersama, maka kita harus menerima apapun yang dimiliki pasangan kita. Aku tidak hanya akan bersamamu disaat kau bahagia saja, aku juga akan menemanimu disaat kau kesusahan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Light By You [End]
Fanfic[Be wise : mature content] Dipertemukan saat keduanya dalam keadaan 'tidak baik-baik saja'. Dan disatukan menjadi pasangan yang lebih dari kata baik. Jiera dan Jungkook yang saling melengkapi dikehidupan mereka yang mulai tertata kembali. Jungkook...
![Light By You [End]](https://img.wattpad.com/cover/226891717-64-k294134.jpg)