Jungkook memandang wajah cantik istrinya yang berada dalam pelukannya. Tertidur pulas karena begitu kelelahan setelah mereka melakukan apa yang sewajibnya pasangan suami istri lakukan.
Tangan kekar pria itu bergerak mengelus kening hingga rambut sang wanita, memberi kenyamanan lebih bagi istrinya itu hingga semakin nyaman memejamkan mata.
Jungkook merasa bahwa dia sangat bahagia sekarang. Dunia berpihak padanya hingga memberikan Jiera di kehidupannya.
Tidak hanya memberi penerangan untuk satu sama lainnya, tapi semuanya-sayang, cinta, kebahagiaan. Jungkook merasakan itu semua saat bersama Jiera.
Wanita itu memberi semua yang Jungkook butuhkan, semuanya.
"Aku rasa jika telingamu bisa bicara, dia akan marah karena bosan mendengar aku mengatakan bahwa aku beruntung memilikimu di hidupku." Jungkook terkekeh sendiri, menertawai dirinya yang konyol.
Jungkook mengecup pelipis Jiera sebelum mencari posisi nyaman untuk tidur bersama istrinya itu.
***
Angin pagi menerpa tubuh Jiera yang hanya di tutup dengan kemeja putih-wanita itu mengambilnya asal dari dalam lemari.
Dia sudah terbangun sejak tadi dan memilih untuk berdiri di balkon sembari menikmati segelas susu di pagi hari.
Suaminya masih tertidur pulas di atas kasur mereka, kelelahan karena kemarin itu mereka benar-benar luar biasa.
Berulang kali bermain dengan berbagai posisi yang ingin suaminya itu coba. Jiera kewalahan namun mencoba mengimbangi Jungkook.
"Sayang," suara berat itu terdengar memanggil Jiera. Wanita itu menoleh kebelakang dan melihat suaminya sudah duduk sembari mengusap-usap wajahnya.
Jiera membawa dirinya masuk ke kamar dan menghampiri Jungkook, berdiri di samping tempat tidur dan langsung di peluk oleh sang suami.
"Kenapa dingin sekali?" Jungkook mendongak menatap Jiera yang mengelus rambut panjang sang suami. Dengan entengnya pria itu menarik Jiera untuk naik ke kasur-tepatnya duduk di pangkuannya untuk dia peluk dengan erat. "Begini saja, hangat."
Jiera tersenyum, mengelus rahang tegas suaminya itu lalu memberikan sebuah kecupan di bibir. "Sudah pagi sekali, mandi lalu aku akan buatkan sarapan untukmu."
"Kalau sarapannya kau saja bagaimana?"
Jiera tertawa. "Tidak boleh, kemarin malam sudah."
Jungkook mengerutkan hidungnya, mengundang tawa dari sang istri. "Masih sakit, lain kali lagi ya?"
"Iya sayang, tadi hanya bercanda."
Jungkook menciumi bahu Jiera lalu naik ke leher, karena merasa geli Jiera mendorong kepala Jungkook pelan.
"Koo," peringat Jiera dengan pandangan tajam namun terkesan lucu.
Jungkook akhirnya menurunkan Jiera dari pangkuannya setelah kembali memberi beberapa kecupan pada istrinya itu. Setelah puas akhirnya pria itu masuk ke kamar mandi sesuai perintah istrinya tadi.
***
Sudah beberapa hari berlalu dan kini Jiera serta Jungkook berada di venue untuk menonton konser dari mantan kekasih Jiera-Jimin.
Sejak konser itu di mulai Jungkook hanya bisa tersenyum melihat Jiera yang begitu antusias mendukung mantan kekasihnya yang kini sudah berstatus sebagai sahabatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Light By You [End]
Fanfiction[Be wise : mature content] Dipertemukan saat keduanya dalam keadaan 'tidak baik-baik saja'. Dan disatukan menjadi pasangan yang lebih dari kata baik. Jiera dan Jungkook yang saling melengkapi dikehidupan mereka yang mulai tertata kembali. Jungkook...
![Light By You [End]](https://img.wattpad.com/cover/226891717-64-k294134.jpg)