Aku ingetin lagi. Vote dulu ya, sebelum baca. Setidaknya dengan vote kalian ngehargain apa yang aku sajikan disini.
_____
Rasa sakit saat dikhianati pasangan menimbulkan luka yang begitu besar dihati pria yang kini jalan dengan sempoyongan di pinggir jalan besar Seoul.
Keadaannya begitu mabuk setelah tadi menghadiri pernikahan kekasih-ralat, mantan kekasih. 3 hari yang lalu wanita itu menemui Jungkook karena akan membicarakan hal yang cukup serius.
Jungkook kira gadisnya akan meminta dinikahi mengingat hubungan mereka yang sudah 2 tahun. Ternyata perkiraan pria itu seratus persen salah. Gadisnya mengakhiri hubungan mereka dengan alasan jenuh.
Namun saat tadi Jungkook datang ke pernikahan kedua sang Appa setelah Eomma-nya meninggal 7 tahun lalu, Jungkook melihat Oh Seorin-mantan kekasihnya itu menjadi mempelai wanitanya, kini dia berstatus menjadi Ibu Tiri Jungkook.
Jungkook terkejut dan juga merasakan perasaannya campur aduk sekarang-marah, sedih, kecewa-semua bercampur menjadi satu. Oleh sebab itu dia minum sangat banyak dipesta tadi.
Lalu berakhir mabuk dan bersikap layaknya orang gila yang sialnya tampan sekali itu. Melihat tingkahnya orang-orang mungkin berpikir bahwa dia gila. Namun saat melihat wajah dan penampilannya pikiran itu akan berubah.
Sama seperti seorang wanita yang kini berjalan dari minimarket sembari menenteng plastik belanjaan. Ia sangat terkejut saat tiba-tiba seorang pria sengaja menabraknya, tubuhnya dipeluk oleh pria itu.
"Oh Seorin, kau sungguh tega padaku. Kau jahat sekali." Gumam Jungkook setengah sadar, kepalanya pusing sekali dan perutnya juga terasa diacak-acak didalam sana.
"Yak! Apa-apaan kau?! Minggir!" Gadis itu bergerak acak untuk menyingkirkan Jungkook dari tubuhnya. Kedua tangannya yang sedang membawa belanjaan itu menyulitkannya untuk mendorong atau menendang pria tidak sopan itu.
"Seorin jahat! Seorin mengkhianati Jungkook kan? Jahat sekali, Jungkook tidak suka." Pria itu kini sudah menangkup pipi gadis dihadapannya dengan kedua tangannya sambil menggeleng pelan, suaranya terdengar dibuat-buat layaknya anak kecil. Menjijikkan menurut gadis itu.
"Minggir kau pria gila! Aku bukan Seorin-Seorinmu itu! Awas kau sialan!" Gadis itu berusaha memberontak, pria itu sedikit menjauh hingga hendak membuat gadis itu pergi. Namun laki-laki itu membuatnya berhenti melangkah.
Huekk
Terkutuklah Jungkook yang memuntahkan seluruh isi perutnya dihadapan gadis itu, bahkan sedikit mengenai sepatu dan celananya.
"Aishhh pria gila ini membuat aku emosi saja!" Rutuk gadis itu dengan mata melotot menatap kakinya yang terkena muntahan pria itu, sungguh itu jorok sekali. "Aku bersumpah, aku akan memukul kepalamu hingga waras jika kita bertemu lagi."
Gadis itu segera berjalan dengan cepat meninggalkan Jungkook yang sudah berjongkok dipinggir jalan itu. Kepalanya pusing, rasanya ia ingin pingsan saja.
Dan tanpa sadar gadis itu mengharapkan sebuah pertemuan lagi dengan Jungkook melalui kata-katanya.
***
Mengenyampingkan rasa pusing yang mendera kepalanya, Jungkook dengan perlahan mengerjakan beberapa laporan yang ada dimeja-nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Light By You [End]
Fanfic[Be wise : mature content] Dipertemukan saat keduanya dalam keadaan 'tidak baik-baik saja'. Dan disatukan menjadi pasangan yang lebih dari kata baik. Jiera dan Jungkook yang saling melengkapi dikehidupan mereka yang mulai tertata kembali. Jungkook...
![Light By You [End]](https://img.wattpad.com/cover/226891717-64-k294134.jpg)