(part18_Ungkapan)

25 21 1
                                        

Sabtu sore yang lalu rora telah pulang dari rumah sakit,

Dan pagi senin ini, gadis tersebut sudah bersiap dengan seragam sekolahnya untuk pergi ke sekolah .

Kemudian gadis tersebut melangkahkan kakinya menuruni satu persatu anak tangga untuk menuju ruang makan .

"Selamat pagi ayah bunda, dan abang rora yang ganteng tapi jomblo" ucap rora sembari mengejek abangnya

"Selamat pagi juga tuan putrinya ayah bunda" sahut ayah rora

"Hujat aja terus de abangmu ini" ucap aprin sembari mengoleskan selai coklat pada rotinya

"Sudah sudah gausah ribut, sarapan dulu debatnya nanti." Ucap bunda

"Abang hari ini pergi ke kampus?" Tanya ayah

"Iya yah,hari ini ada kelas pagi. Ohya mungkin ntar aprin pulangnya agak maleman yah." Jawab aprin

"Ada kegiatan lagi bang?" Tanya rora

"Iya ra,biasalah abang kamu kan ketua organisasi jadi sibuk banget" jawab bunda sembari menuangkan air ke gelas ayah rora

"Engga gitu bun,aprin juga sebenarnya gamau jadi ketua organisasi dikampus." Ucap aprin sembari mengigit roti yang ada ditangannya

"Mereka milih abang itu karena mereka percaya kalo abang bertanggung jawab" sahut ayah rora

"Rora setujuu sama ayah" ucap rora

Setelah menghabiskan waktu beberapa menit untuk sarapan, keluarga tersebut bersiap untuk pergi .

"De, kamu diantar sama ayah aja ya . Soalnya abang buru buru mau jemput temen, kalo nganter kamu ke sekolah dulu muternya jauh de" ucap aprin

"Temen atau temen hidup abang?" Tanya rora sembari terkekeh geli

"Masih pagi ra, jadi jangan mancing keributan" ucap aprin sembari merapikan kertas tugas yang ia bawa

"Heheh iya abang rora yang ganteng,rora minta maaf" ucap rora sembari memeluk abangnya

"Gapapa kan kalo diantar sama ayah bunda?" Tanya aprin

"Gapapa abang,yaudah pergi gih ntar malah telat jemput teman hidupnya abang" jawab rora mengejek abangnya

"Yaudah.kasih tau ayah sama bunda abang pergi deluan" ucap aprin sembari mengecup puncak kepala rora .

"Hati hati bang" sahut rora

Kemudian aprin pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil dan bergegas pergi .

Ayah dan bunda rorapun keluar menghampiri rora yang tengah duduk di teras rumah menunggu ayah dan bundanya keluar

"Loh ra,kok belum pergi?" Tanya bunda

"Rora mau ayah sama bunda yang nganter rora pergi ke sekolah" jawab rora

"Abang kamu kemana?" Tanya ayah

"Sudah pergi,barusan aja pergi buru buru katanya" jawab rora

"Yaudah kita pergi sekarang sebelum macet" ucap ayah

Kemudian merekapun melangkah masuk ke dalam mobil, dan pergi meninggalkan pekarangan rumah rora

Setelah menempuh waktu kurang lebih setengah jam, mobil ayah rora berhenti didepan gerbang sekolah rora . Gadis tersebut pun keluar dari mobil, sebelum keluar rora mengulurkan tangan untuk menyalimi tangan kedua orang tuanya .

"Belajar yang bener ya nak," ucap ayah rora sembari tersenyum

"Jangan lupa makan" sahut bunda rora

Queenneisha Aurora [Selesai]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang