(part5_KeluargaRora)

57 39 13
                                        

Di hari minggu pagi Rora dan keluarga sedang berkumpul diruang tamu,sembari bercanda dan tertawa .

Ayah dan bunda Rora bekerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit ternama .

Dan abangnya Rora pun mengambil kuliah jurusan dokter seperti ayah bundanya, kedua orang tua rora membebaskan anak anaknya ingin mengambil jurusan apa saja saat kuliah .

"Rora gimana sekolahnya nak lancar?dan apakah Rora sudah memikirkan saat lulus sekolah nanti ingin mengambil jurusan apa?" tanya sosok pria yang berumur sekitar 45 tahun sambil meletakkan kopi yang diberikan oleh bunda Rora. Pria itu adalah ayah Rora yang bernama Irfan Wijaya,

"Alhamdulillah lancar ayah, sudah yah insyaAllah Rora mau ngambil jurusan yang sama kek abang Apin yah" ujar Rora sambil menatap kedua orang tuanya .

"Kalo abang gimana kuliahnya lancar?jangan pacaran dulu ya bang selesaikan dulu kuliah nya sampe dapat kerja baru ya abang mikir pacaran" ujar sosok wanita berumur 40 tahun yang datang dari dapur membawa setoples kue nastar . Ia adalah bunda Ainun bundanya Rora dan Aprin .

"Alhamdulillah lancar bunda, siap laksanakan ibunda negara.!" jawab Aprin sembari mengangkat tangan seraya hormat ke arah bundanya .

Tidak lama dering hp ayah Rora berbunyi dan ayah Rora pun beranjak pergi dari ruang tamu untuk mengangkat telpon tersebut.

Dilain sisi bunda sudah bersiap ingin pergi kerumah sakit karena pagi ini dia mendapat telpon dadakan bahwa hari ini dokter yang praktek tidak bisa pergi kerumah sakit untuk praktek dan bunda Rora diminta tolong untuk menggantikan nya dirumah sakit .

Begitupun ayah Rora, ayahnya juga bergegas bersiapsiap karena ada urusan mendadak dirumah sakit. Tersisa Aurora dan abangnya lah dirumah .

"Abang,Rora bosan dirumah jalan yu ke mall temanin Rora beli novel kata Dza sama Amay ada novel baru di gramed bang" ujar Rora sambil mengganggu abangnya yang sedang menonton anime di laptopnya .

"Rora pergi sama Dza dan Amay aja ya, abang lagi males keluar Ra abang mau ngabisin film anime abang aja dirumah." sahut Aprin sambil tetap memperhatikan layar laptopnya .

"Dza sama Amay ada kegiatan sendiri bang makanya rora ngajakin abang pergi, plis ya bang temanin rora pergi." sahut Rora sambil mengembungkan kedua pipinyaa dan menampakkan wajah memelasnya agar abangnya mau pergi .

"Iya iya yasudah siap siap gih sana," ujar Aprin sembari mengelus lembut kepala adiknya yang berbalut hijab .

"Yeee sayang abang" ujar Rora sambil memeluk abangnya,

kemudian Rora pun beranjak pergi dari ruang tamu menuju kamar untuk bersiap-siap.

Setelah beberapa menit bersiap Rora pun keluar dari kamarnya menuju ruang tamu karena abangnya menunggunya disana .

Rora hanya memakai baju kaos lengan panjang dengan motif garis garis dengan menggunakan celana kain berwarna hitam serta menggunakan hijab pasmina berwana coklatsusu .

"Lama banget si Ra,abang sampe nonton 3 episode sampe habis." ujar Aprin seraya menutup laptopnya.


"Hehe maap abang Rora yang ganteng," ujar Rora sambil melangkah mendekati abangnya yang masih duduk di sofa.

"Yasuda ayo pergi"ujar Aprin sambil merangkul tangan adik kesayangannya .

Mereka pun pergi ke suatu mall dengan mengendarai mobil,cuaca pagi menjelang siang hari ini sangat cerah . meskipun hari ini hari libur, tetapi jalanan sangat ramai mungkin orang-orang diluaran sana juga sedang pergi berlibur bersama keluarga mereka .

Rora menatap ke arah jendela samping melihat pemandangan sepanjang jalan ramai pepohonan dan beberapa orang yang sedang mangayuh sepeda .

Keadaan hening di dalam mobil membuat Aprin menghidupkan sebuah lagu untuk mengusir kebosanannya sepanjang perjalanan .

"Abang,pulang dari beli novel kita pergi ke tempat mie ayam yang didekat kampus abang ya Rora pengen makan mie ayam yang disana" ujar Rora membuka percakapan dikeheningan .

"Iya Rora iya, apasih yang engga buat queen nya abangg ini."sahut Aprin sambil mencubit gemas pipi adik perempuannya .

Setelah menempuh perjalanan setengah jam mereka pun sampai di suatu mall,kemudian Aprin masuk kedalam tempat parkiran untuk memarkirkan mobilnya .

Setelah sampai diparkiran Aprin dan Rora pun keluar dari mobil dan pergi meninggalkan parkiran,

Kemudian Rora dan Aprin melangkahkan kakinya menuju lantai dua mall tersebut, karena letak gramedia nya ada dilantai dua .

Sepanjang perjalanan menuju gramed, banyak orang-orang yang memperhatikan Rora dan abangnya.
Ya seperti itulah ketika Rora pergi bersama abangnya selalu saja dikira sebagai sepasang kekasih .

"Abang nanti Rora mau beli novel 5 boleh,?" tanya Rora pada abangnya

"Iyaa boleh." jawab Aprin sembari mengelus kepala adik kesayangannya.

Hp Aprin pun berbunyi, dan mengkat telpon dari teman kampusnya .

Kemudian Aprin menyuruh Aurora untuk pergi deluan saja ke gramed nanti ia akan menyusul .

"Beneran ya bang nanti susul Rora di gramed,jangan tinggalin Rora. Rora ga ada bawa uang cuman bawa hp sama bawa diri Rora aja" sahut Rora sambil melepas rangkulan abangnya

"Iyaa abang ga tinggalin Rora, abang ada urusan ketemu temen sebentar aja. Oh ya ni pegang atm abang takutnya abang lama disana . Kamu ingatkan pin atm abang?" ujar Aprin sembari mengeluarkan atm dari dompetnya dan menyerahkan atm tersebut ke Aurora .

"Iya Rora ingat, terimakasih abang gantengnya Rora" ujar Rora sembari memeluk abangnya

"Yaudah abang pergi dulu, kamu hati-hati kalo sudah selesai dari gramed kabarin abang atau tunggu di stand es krim disana.!" ujar Aprin sembari menunjuk stand eskrim .

"Okesiap abang ganteng," sahut Rora sembari menampakkan senyum manis nya

Setelah itu Aprin pergi meninggalkan Rora yang masih berjalan menuju gramed sendiri.

Aprin pergi karena teman satu fakultasnya menelpon mengajak nya bertemu disalah satu caffe di mall tersebut .

.
.
.
.
.
Jangan lupa vote dan komen🙏
Maaf ya kalo tulisannya masih banyak yang typo🌚
Maaf juga kalo nulis ceritanya pendek hehe
Sekian terimakasih❤

Queenneisha Aurora [Selesai]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang