Cemburu?

3 1 0
                                        

Tidak seperti biasanya kali ini kelima bersahabat itu memilih untuk berangkat dari rumah Voreta karna kali ini gadis itu memilih untuk membawa motor ninja hitam kesayangannya yang selama ini tidak pernah ia gunakan untuk kuliah, tentu saja itu sedikit membuat keempat pangeran kampus itu was-was

"Lo yakin dek?"

"Yakin dong, capek tau dikatain nompang al mulu"

  Pantas saja gadis itu sangat bersemangat sekarang, jadi karna ucapan para fans Aldari yang membuat Voreta senekad seperti sekarang ini, sekalipun mereka semua tau gadis itu bisa membawa motor hanya saja ah sudahlah

Setelahnya langsung saja mereka pergi dari halaman rumah milik keluarga Kagendra dengan Voreta didepan diikuti dengan Al dan Korvin dibelakangnya barulah Rigel dan Kalid

Pemandangan baru itu sontak mengalihkan perhatian semua warga kampus yang melihat mereka, bertanya-tanya siapa yang mengendarai motor putih yang memimpin keempat lelaki itu, saat Voreta membuka Helm full face nya barulah semua mata menatap tidak percaya pada gadis itu

"Gila itu voreta?!"

"Sumpah keren anjing"

"Aarghhh jadi mau belok kalau gini ceritanya"

"Voreta idola baru gue mulai sekarang"

"Calon bini gue badas vibesnya dapet anjing"

Al yang mendengar itu sontak menatap tajam ke arah lelaki yang berdiri tidak jauh dari mereka itu, dari tatapannya saja jelas mengatakan bahkan dia milik gue jangan ganggu
Dan tepat sasaran lelaki itu langsung kabur setelah mendapatkan hadiah kecil dari Al

"Biasa aja kali natapnya jangan kaya mau bunuh orang" ucapan Voreta sontak membuat korvin menahan tawanya

"Halah bilang aja lo suka kan diteriakin begitu" balas Al ketus, Voreta yang mendengar nada dari ucapan al menatap lelaki itu dengan mata tajamnya

"Vo!" Baru saja Voreta ingin memukul kepala Aldari, namun terhenti ketika suara Kane mulai memenuhi gendang telinganya

"Pagi kane" sapa Voreta dengan wajah yang berubah 180° dan tentu saja tidak luput dari pandangan Aldari

"Pagi bro" ujar Kalid sambil menepuk bahu Kane dan dibalas oleh pria itu

Setelahnya Voreta memilih jalan didepan bersama Kane sedangkan Al berjalan dibelakangnya

"Ekhm ada yang cemburu bro" ujar Korvin pelan sehingga hanya dapat didengar oleh Al Rigel dan tentu saja Kalid

"Sapa yang cemburu bang?"

"Aelah Kal masih kaga tau ae lo"

"Maklum bang otak nya pendek"

"Gajelas lo pada" ujar Al lalu langsung menyusul Voreta dan berjalan disamping gadis itu

"Lah ngamuk"

Seperti biasa setelah mengantar Voreta barulah keempat pria lainnya itu pergi ke kelas mereka, sesampai dikelas pun mereka langsung menuju kursi yang biasa mereka duduki dan tentu saja semua penghuni kelas tidak ada yang mau mengambil posisi mereka

"Mending lo jujur ma Reta , al"

"Mudah bener lo bilangnya"

"Ya itung-itung nyari tau, reta suka lu pa kagak"

"Kalau dijawab iya syukur alhamdulillah bang kalau kaga bisa-bisa dijauhin gue"

"Rumit bener cerita lo, mending minta om bram ngawinin lo ma reta mau gamau reta gabakal nolak lah"

Brak

Kalid mengelus keningnya yang baru saja mencium meja, siapa lagi pelakunya kalau bukan abang dari gadis yang tengah mereka bicarakan

"Jangan ngide lo ngusul begitu, gue potong pala lo"

"Becanda elah bang, ampun"

"Tapi yang kalid bilang ide bagus bang-"

Brak

Regil kembali menjadi korban dari tangan seorang Korvin, salahkan saja mulut mereka yang sedari tadi menyarankan ide buruk dan tentu saja mengancam kebahagiaan adiknya

"Gue masih belum yakin bakal keterima, lo pada tau ndiri gimana reta ma gue"

"Itu mah lo nya ae yang julid bener ma dia"

Jika diingat-ingat kembali, sebenarnya tidak ada salahnya juga dari ucapan Rigel, selama ini ia lebih sering memberi ucapan berkesan ketus ke gadis itu ketimbang berbicara layaknya tengah memuji Voreta

"Gabakal tau kalau belum nyoba" gumannya

Sementara dikelas Voreta Gadis itu tengah fokus dengan materi yang saat ini sedang diterangkan oleh dosennya, pada fakultas seni ada beberapa mata kuliah yang berisi materi makanya untuk semester awal ia masih harus bernyaman-nyaman belajar dikelas

Sedaritadi Kane memperhatikan Voreta yang sibuk mencoret-coret buku catatannya dengan beberapa kalimat-kalimat dari papan penjelasan didepan sana

"Baiklah sekian kelas hari ini, untuk tugas makalahnya saya mau dikumpulkan minggu depan saat jam kuliah saya, saya permisi"

Voreta sedikit merenggangkan otot-ototnya, langsung menoleh ke arah Kane yang saat ini tidak lagi memperhatikan gadis itu

"Kan, mau bikin tugas bareng diperpus ngga?"

"Ayo"

Setelah mengirim pesan ke Korvin barulah Voreta beranjak dari kelasnya menuju perpustakaan bersama Kane

"Wah mereka cuma berdua?!"

"Voreta pacaran sama kane?!"

"Sumpah?"

"Demi apa woi"

Voreta memijit pelipisnya, tidak habis pikir dengan pemikiran mahasiswa kampusnya ini, hanya berjalan berdua saja sudah dikabarkan berpacaran apa kabar kalau mereka tau ia sering menyelonong masuk ke kamar Aldari bahkan saat lelaki itu tengah telanjang dada, Membayangkannya saja membuat Voreta bergedik ngeri bagaimana bisa pikiran mahasiswa sesempit itu

Berbeda dengan Voreta, Kane terlihat tidak acuh dengan ucapan orang sekitarnya, menganggap semua ucapan itu hanyalah angin lalu baginya

Saat ini suasana kantin tengah memanas karena beredarnya kabar tentang Voreta dan Kane, dan tentu saja sampai ke telinga korvin, al , Rigel dan Kalid, mendengar itu sontak Al melayangkan tatapan tajamnya kepada siapapun yang membahas gosip terpanas satu kampus itu

"Mampus kecolongan start, makan ntu ragu"

"Mending lo diem daripada gue tumbalin lu ke buk surti"

Sekarang Aldari benar-benar ingin memarahi siapapun yang menyinggungnya, yang benar saja ia yang lebih dulu mengenal Voreta kenapa justru Kane yang dibicarakan tengah berpacaran dengan nya yang notabene nya belum lama kenal dengan Voreta

Bukan Cool BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang