Happy Reading
Ayok nikah👰
Waktu menunjukkan pukul 7 malam. Anggun memasuki kamar Lili disaat sangat Empu sedang tertidur pulas.
“Pasti capek banget ya? Kasian kamu sayang, di usia segini sudah harus berjuang mempertahankan perusahaan besar” ujar anggun seraya mengelus surai panjang milik Lili.
“Li.. Bangun sayang, makan dulu. Nanti tidurnya dilanjutin lagi.” ujar Anggun sambil mengelus puncak kepala Lili
“Engghhh 7 menit lagi ya Tan” gumam Lili kecil
Anggun yang mendengar itu terkekeh kecil. 7 menit lagi! Itu juga sering Vino ucapkan saat di bangunkan dari tidurnya. “kenapa banyak kesamaannya sih nih dua manusia dah”
Meja makan saat ini begitu hening. Ntah lah kemana perginya gurauan yang biasa mereka lontarkan satu sama lainnya.
“Gimana keputusan kalian mengenai yang Papi bilang kemarin?” tanya Varel memecah keheningan.
Keduanya diam. Vino sibuk dengan asumsinya dan Lili sibuk juga berperang dengan pikirannya.
“Apa gue egois ya? Dah lah gas aja. Kita liat apa yang bakal lo lakuin setelah ini Vin. Jangan harap bisa lepas dari gue semudah itu?” Lili menyeringai dibalik tundukan kepalanya.
“Ya ga gimana-gimana lah pi” Vino menunggu reaksi wanita yang ada di hadapannya itu. Dia bingung harus bagaimana.
“Masa dalam kandungan aja udah bareng! Sekolah bareng! Berkembang biak bareng ! Masa iya bercocok tanam bareng juga sih?” Huhh Vino menghela nafas panjang.
“Kalo menurut Lili ngga usah dilanjutin aja om” ucap Lili. Perkataan Lili membuat pergerakan yang ada disana terhenti.
Varel menatap tidak percaya pada putri sahabatnya itu.
“Kenapa sayang? Lili ngga suka lagi sama Vino ya? ” Tanya Anggun sambil menghela nafas sedih saat mendapatkan kode-kodean dari mata Lili dan suaminya yang seperti tengah melancarkan rencana.
“Damn! Emang ya Fer. Anak lo ini paling suka ngajak gue Drama. Mana ngga ngasih simulasi dulu lagi.” Varel mengumpat dalam hati saat melihat geril licik dari mata anak seorang Dimas itu.
“Lest git it. Gue pengen liat seberapa sanggup lo ngelawan gue Vino! ” Lili mengedipkan matanya kearah Anggun yang langsung dibalas dengan kedipan kilas juga.
“Ga kok Tan. Lili cuma ngga mau maksa Vino aja. Kata Vino pernikahan bukan hal main-main! Iya kan Vin? ” Lili masih melanjutkan makannya. Dia tau sekarang Vino sudah berhenti menyuap makanan lagi ke mulutnya.
“Yah... Emang Pernikahan ngga bisa main-main kan Mi? Pi?. Lagian kami berdua juga masih muda” Oke satu sama. Kali ini Vino masih memiliki alasan.
“Ya justru itu Son. Karena kalian masih muda jadi masih seger kalo ehmmm ehmm” Damn! Varel mulai lagi dengan segala sifatnya.
Uhhhkk.... Uhhhkkkk...
Vino tersedak air liurnya sendiri. Pipinya yang satu ini memang errr. Sinting!
“Yaaa kan bisa di coba aja dulu bang. Lagian apa susahnya sih? kalian kan sudah saling mengerti juga, jadi lebih gampang jalaninnya bang” tutur Anggun berkata demikian sambil memberikan segelas Air untuk putra sulungnya.
“Kata Kio. Pernikahan ngga boleh di coba-coba juga. Iya kan Ki?” saahut Lili
“Ya emang ngga bisa gitu dong. Nikah itu harus sama orang yang kita cintai dan saling mencintai” balas Vino masih tepat sasaran Shit. Tembakan kedua berhasil dipatahkan oleh Vino dengan jawabannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
3/3 Bintang
Novela JuvenilGa tau mau nulis apa. Kalo mau baca ya udah baca haha
