Mati aku. Besit gadis yang biasa dipanggil Dara itu.
Seorang karyawan wanita menghampiri mereka, ia adalah Hoody-ketua tim marketing.
"Anyeonghaseyo, Park-sajang." Hoody menyapa ramah. Ia melirik ke arah Dara yang tak bisa melepaskan pandangannya dari Park-sajang. Ia juga menyadari Dara yang bertelanjang kaki dan menenteng sepasang heels yang sebelahnya patah.
"Anda belum bersiap?" tanya Hoody ketika mengamati penampilan Park-sajang yang hanya mengenakan pakaian santai. Pria itu memang memiliki kebiasaan bersiap di kantor jika sedang buru-buru.
"Aku akan bersiap sekitar lima belas menit." Ia menepuk-nepuk tas ransel yang ia gendong. "Jasku ada di dalam. Sampai jumpa di ruang meeting." Pria itu berlalu dari hadapan Hoody dan Dara.
"Tim-jangnim, apa dia CEO AOMG?" tanya Dara dengan polosnya, ia bahkan sampai tak bisa berkedip.
"Iya, ada apa? Oh... Aku baru ingat, kau belum pernah bertemu dengan Park-sajang, ya." Hoody menerawang jauh, di mana ia lah yang saat itu melakukan interview pada Dara.
"Aigoo...." Dara melenguh, entah mengapa semuanya terasa gelap saat itu juga. Kepalanya mendadak berat. Tubuhnya melemas, begitu pun kedua kakinya yang seolah tak bisa berdiri.
Dara tumbang, pingsan dengan perasaan malu.
"Dara-ssi... Dara-ssi..." Hoody panik ketika melihat Dara pingsan. Ia menepuk-nepuk pipi Dara agar gadis itu tersadar.
Sayup-sayup, kedua mata Dara melihat beberapa karyawan perusahaan berlari ke arahnya. Keributan dari mereka yang kepanikan pun masih terdengar samar di telinga Dara. Tapi, gadis itu seolah tak berdaya. Di kepalanya hanya diitari perasaan takut dan rutukan dari inner-nya yang lain.
Dara bodoh... Kau akan dipecat... Jadi pengangguran... Menyedihkan....
Dara memaki dirinya sendiri di dalam hati.
***
Dara terbangun dan tengah berbaring di sebuah ranjang yang ada di ruangan unit kesehatan kantornya. Kepalanya masih sedikit pusing. Ia melirik ke arah samping di mana Hoody juga ada di sana.
"Kau sudah sadar?" Wanita itu bahkan sudah melihat, kenapa masih bertanya?
"Tim-jangnim, apa meeting-nya sudah dimulai?" tanya Dara. Ia takut jika harus bertemu dengan CEO. Bisa-bisa ia dibuat habis oleh pria bertato itu.
"Sudah selesai," jawab Hoody.
Dara menghembuskan napas lega.
"Apa yang terjadi? Kau seperti ketakutan melihat Park-sajang?" tanya Hoody penasaran, bagaimana bisa Dara sampai pingsan tadi?
"I-Itu...." Dara bingung harus bercerita dari mana. "Aku tertinggal bus tadi pagi dan memesan uber. Lalu, ada sedan hitam yang berhenti tak jauh dari tempatku berdiri. Aishh... Aku bodoh." Dara memukul kepalanya sendiri.
Ia melirik pada Hoody yang nampak masih bingung.
"A-aku pikir mobil itu uber yang kupesan-"
"Jadi, kau pikir Park-sajang adalah supir uber?" sahut Hoody. Dara mengangguk malu, menit berikutnya tawa renyah keluar dari mulut Hoody.
"Aigoo... Pantas saja kau terlihat begitu ketakutan," ujar Hoody.
"Ottoke? Apa kira-kira aku akan dipecat?" tanya Dara meminta pendapat.
"Entahlah. Memecat bukanlah wewenangku. Jadi, aku tak tahu apa yang akan terjadi." Hoody masih tertawa, sedangkan Dara kini mulai resah.
"Apa Park-sajang membicarakanku tadi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
IFFY [M]
Romantik🔞⛔ Sandara Park - Jay Park Pekerjaan Sandara Park hanyalah mempercayai, meski keraguan seolah menghantam kepalanya bertubi-tubi. rugseyo ©2021
![IFFY [M]](https://img.wattpad.com/cover/285338292-64-k110936.jpg)