Saat Dara terbangun, ia melihat Jay sedang merenggangkan otot-otot tubuhnya dan melakukan olah raga ringan di dalam ruangan.
Ia tersenyum. Melihat Jay yang shirtless dan hanya mengenakan celana jeans saja, membuat Dara merasa bangkit dari nestapanya selama ini.
Sekitar dua tahun yang lalu, terakhir dirinya menjalin hubungan dengan seorang pria. Mereka berkencan selama kurang lebih satu tahun dan bahkan sudah berencana untuk menikah. Tapi, sayangnya keharmonisan itu harus dirusak oleh orang ke tiga. Sang mantan dan selingkuhannya bahkan menikah tak lama setelah mereka putus, membuat Dara merasa bahwa dirinya adalah makhluk paling menyedihkan di bumi ini.
Sejak saat itu, Dara menjadi wanita yang skeptis dengan sebuah hubungan. Memang berulang kali ia hampir jatuh cinta lagi. Namun, luka di masa lalu itu seolah selalu mencegahnya untuk memberikan hati pada siapapun. Tapi dengan Jay, semuanya terasa lain. Dara bahkan merasa lebih bahagia dibandingkan kemarin. Meski ia menjalani hubungan yang tak jelas.
"Kau sudah bangun?" sambut Jay. Belum sempat menjawab, sebuah kecupan meluncur begitu saja dan mendarat tepat di bibir Dara.
"Sudah kubuktikan kalau kau bukan 'morning people'." Jay menjulurkan lidahnya, mengejek Dara.
"I-itu karena ini hari Minggu," elak Dara.
"Really? I'm not sure, you can wake up earlier than me."
"Ofcourse, i can."
"Not sure, girl." Pria itu menarik tangan Dara agar gadis itu bangkit dari ranjangnya.
"Let's take a bath and brush your teeth," ajak Jay yang langsung saja disetujui oleh Dara.
Mereka menghabiskan Minggu pagi bersama. Mandi, menggosok gigi, memasak popcorn dan menonton serial komedi romansa. Pagi itu, terasa sangat sempurna bagi Dara.
Ya, dia memang baik. Dan kebaikan yang dilakukannya padaku adalah istimewa. Batin Dara.
Ia menyandarkan kepalanya di bahu Jay. Pria itu kemudian mengusap rambut Dara dengan tangannya lalu melayangkan kecupan singkat di puncak kepala si gadis. Hal-hal kecil yang ia lakukan secara natural itu, membuat Dara semakin menyukainya.
***
Pagi ini terasa canggung. Baru selangkah Dara menapakkan kakinya ke dalam ruangan tim marketing, sudah ada dua orang yang nampak menantinya.
"Pagi," sapa Hoody selaku ketua tim marketing. Dara mengangguk dengan rasa canggung. Tak biasanya Hoody berada di ruangan itu sepagi ini, diliriknya Harry yang sudah duduk di tempatnya——juga tengah menatap canggung ke arah Dara. Sedangkan Hoody, ia duduk di tempat Dara seolah sengaja menarik perhatian si pemilik tempat karena ada hal yang harus dibicarakan.
"A-ada apa ini?" tanya Dara ketika menyadari baik Hoody maupun Harry melirik satu sama lain. Sepertinya mereka memang berencana menemui Dara sehingga memutuskan untuk berangkat lebih pagi.
"Begini..." Hoody beranjak dari duduk, "...aku ingin minta maaf," ucapnya sembari mengulurkan tangannya ke arah Dara.
"Maaf?"
"Ya. Tidak seharusnya aku berlebihan dan mengaturmu untuk tak mempedulikan kebaikan Park-sajang."
Mendengar itu, Dara langsung meraih uluran tangan Hoody.
"Aku juga minta maaf karena sering membicarakan Dara-noona di belakang." Harry beranjak dari duduknya dan membungkukkan badan.
"Terima kasih. Kupikir, kalian melakukan itu karena memperhatikanku. Jadi, itu tak masalah bagiku," balas Dara lirih.
KAMU SEDANG MEMBACA
IFFY [M]
Romansa🔞⛔ Sandara Park - Jay Park Pekerjaan Sandara Park hanyalah mempercayai, meski keraguan seolah menghantam kepalanya bertubi-tubi. rugseyo ©2021
![IFFY [M]](https://img.wattpad.com/cover/285338292-64-k110936.jpg)