Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pandangan Dara tak terlepas dari meja yang terletak di teras bagian belakang restaurant.
Sama dengan kondisinya di sini, mereka yang ada di sana juga sedang membicarakan konsep iklan di instapatt Sohee.
Tepat ketika Sohee tanpa sengaja menyentuh tangan Jay, jantung Dara seolah akan berhenti berdetak.
Apa yang dia lakukan? Tanya Dara dalam hati.
Senyuman Sohee mengembang ketika ia menyingkirkan tangannya sendiri. Ia seolah berkata bahwa ia tak sengaja menyentuh Jay. Sedangkan Jay hanya mengangguk sembari membalas senyuman gadis di depannya.
"Dara...oy!" Harry menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Dara.
Gadis itu segera tersadar dari lamunannya.
"Kenapa melamun?" tanya Hoody.
Dilihatnya semua anggota tim marketing menatap ke arahnya.
"Maaf, aku terpikirkan sesuatu," ucap Dara sembari menunduk.
"Kau bisa memikirkan itu nanti setelah menyelesaikan pekerjaan kita," balas Hoody.
Dara mengangguk, wajahnya nampak tak enak hati. Sekali lagi, Jay membuyarkan konsentrasinya. Pria itu sepertinya asyik mengobrol dengan Sohee.
Bodoh sekali aku jika cemburu. Pikir Dara dalam hati.
***
Perjalanan malam yang panjang membuat Dara kelelahan. Ia langsung kembali ke apartment, sedangkan anggota tim marketing yang lain memutuskan untuk minum-minum di kedai.
Dara merasa tak sehat. Seharian ini ia tak bisa berkonsentrasi dan hanya memikirkan hal yang bukan-bukan.
Ia rindu pada Jay. Mereka bahkan tak sempat menghabiskan waktu bersama karena terhalang waktu. Tapi hari ini sepertinya waktu mereka senggang.
Tanpa pikir panjang, Dara segera menghubungi Jay. Tapi, pria itu tak mengangkat teleponnya.
Tak menyerah, Dara kemudian mencoba mengirimkan chat pada Jay.
Dara : Malam ini aku free. Kita jadi bertemu 'kan?
Setelah mengirim chat itu, Dara merasakan debaran kencang di dadanya.
Jangan serangan jantung. Aku belum puas menghabiskan waktu bersamanya. Batin Dara.
Ia meletakkan ponselnya di atas nakas dan menantikan balasan dari Jay secepatnya.
Gadis itu bahkan memeriksa ponselnya setiap menit.
"Sudah dua menit. Kenapa belum dibalas?" gumam Dara.
Matanya pun tak lepas dari jam dinding yang terpasang di dinding kamarnya. Bahkan telinganya tak melewatkan dentingan jarum jam yang seolah menjadi teror untuknya.