Dara berkedip berulang-ulang ketika Jay baru saja melepaskan ciumannya. Begitu pun reaksi Hoody, Minsik, Harry dan Hyukwoo. Mereka terkejut, tak disangka Jay akan benar-benar melakukannya secepat itu.
"Daebak." Minsik bergumam memuji aksi berani sang bos.
"Woahh... Park-sajang...." Harry bertepuk tangan diikuti dengan kehebohan yang lain--yang juga turut bertepuk tangan.
Sedangkan Dara kini seolah kehilangan kesadarannya. Jay kembali duduk sambil tersenyum, ia sudah terbiasa dengan permainan semacam ini di Amerika. Padahal Harry yang juga berasal dari Amerika pun begitu kaget layaknya yang lain. Ia memang sengaja membuat kartu challenge yang berisi tantangan ciuman untuk membuat permainan lebih seru.
Tak berapa lama keenam orang AOMG itu keluar dan berniat melanjutkan minum-minum(lagi) di tempat lain.
"Maaf, sepertinya aku tidak bisa ikut. Kalian lanjut berlima saja, ya. Sampai jumpa," pamit Jay Park.
"Sampai jumpa, Park-sajang," seru orang-orang itu bersahutan.
Dara terlihat ragu untuk lanjut minum. Kepalanya sudah pening, gadis itu memang tidak tahan alkohol. Minum sedikit saja sudah membuatnya mabuk.
"Maaf... Sepertinya aku juga tak bisa ikut. Aku tak mau jadi lebih mabuk lagi," ucap Dara. Wajahnya memang agak membiru pucat. Oleh sebab itu, Hoody pun tak berani memaksa Dara untuk ikut.
"Oh... Begitu, ya. Apa kau masih bisa pulang sendiri atau perlu diantar?" tanya Hoody.
Dara menggeleng, "Tidak apa-apa tim-jangnim, aku akan naik bus. Mumpung belum terlalu larut malam."
Gadis itu kemudian berpamitan. Jalannya bahkan agak sempoyongan, tapi ia menolak untuk diantar. Hoody dan yang lain pun pergi untuk mencari kedai yang masih buka.
Di persimpangan, Dara hampir saja tertabrak oleh mobil Jay yang baru saja keluar dari gedung AOMG. Jay yang khawatir pun berhenti dan turun untuk memeriksa keadaan Dara.
"Dara, maaf. Kau muncul tiba-tiba dan membuatku kaget. Bagaimana keadaanmu?" tanya Jay.
Gadis itu nampak memegangi kepalanya, sepertinya pusing.
"Gwaenchana?" tanya Jay lagi.
Gadis itu kini mendongak menatap pria yang lebih tinggi darinya itu. Ia kemudian berjinjit dan melakukan hal yang tak terduga. Ia mendaratkan ciuman kilat tepat di bibir pria yang juga adalah bosnya itu.
Saat itu Jay hanya terdiam. Bahkan pipinya mulai memanas. Ciuman itu terasa seperti ciuman pertamanya ketika duduk di bangku SMA semasa di Seattle dulu.
"Kita impas," racau Dara. Jari telunjuknya menyentuh bibir Jay. "Tadi kau yang menciumku sekarang aku membalasmu."
Dara tersenyum, sedetik kemudian ia tumbang ke tubuh Jay. Pria itu dengan sigap menangkap tubuh Dara.
"Dia mabuk." Jay menghembuskan napas berat. "Gadis mabuk selalu merepotkan," gumamnya sambil mengangkat tubuh Dara dan membawanya masuk ke mobil. Untung saja ia mengetahui tempat tinggal Dara, jadi ia bisa sekalian mengantarnya.
Mereka sampai di apartment Dara kurang lebih 45 menit. Jay mengintip rolex yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Jam 11 malam," gumamnya.
Ia amati sekitar dan keadaan sangat sepi. Bahkan lampu yang menyinari tangga pun sudah dimatikan.
"Dasar pelit. Apa pemilik apartment takut tagihan listrik bulanannya akan melonjak hanya karena lampu ukuran segitu?" gerutu Jay.
KAMU SEDANG MEMBACA
IFFY [M]
Romance🔞⛔ Sandara Park - Jay Park Pekerjaan Sandara Park hanyalah mempercayai, meski keraguan seolah menghantam kepalanya bertubi-tubi. rugseyo ©2021
![IFFY [M]](https://img.wattpad.com/cover/285338292-64-k110936.jpg)