Sudah dua minggu semenjak pesan terakhir dari Irene tidak diberi jawaban oleh mantan pasien mudanya, yaitu yeri. Tak ada lagi interaksi diantara mereka berdua semenjak itu. Yeri sebenarnya tidak melewatkan satu haripun memikirkan suster cantiknya itu, tapi ia bingung dengan dirinya sendiri, apa yang menahan dirinya untuk tidak membalas maupun membaca pesan irene. Kalaupun ingin membalasnya pun dirasa yeri sudah begitu telat. Membalas pesan yang dikirim dua minggu lalu? Itu membuat yeri merasa semakin menjadi orang bodoh. Sangat bodoh. Ia sangatlah rindu kepada irene, tetapi lagi lagi rasa gengsinya menang. Yeri menyesal menjadi orang bodoh.
Yeri terkejut karena hpnya tiba tiba bergetar. Saat yeri membuka layar hpnya, ia makin terkejut lagi dengan notifikasi yang ia dapat. Irene menghubunginya lagi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jujur yeri sangat takut untuk membuka pesan dari irene, sebab ia telah mendiamkan suster cantik itu selama dua minggu. Tapi yeri pikir ini kesempatan yang baik untuk memperbaiki segalanya. Kalau dipikir pikir, ia sangatlah egois karena irene pun tidak tau apa kesalahannya terhadap yeri. Yeri langsung saja menghubungi nomor yang telah irene berikan, dan mencoba menghubungi irene lewat WhatsApp.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Maaf timestamp nya salah hehe fokus ke chatnya aja ya😅)
Yeri bisa merasakan jantungnya berdetak sangatlah cepat, dia merasa mual akibat rasa gugup yang terlalu parah. Ia menyesal mengatakan itu. Entah apa yang akan dipikirkan oleh irene tentangnya yang bodoh ini. Setelah beberapa saat, yeri mendengar getaran dari hpnya. Ya itu notifikasi pesan dari suster irene.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yeri membeku di pojok tempat tidurnya saat melihat notifikasi itu.