Penasaran

163 36 4
                                        


**

Bukan main senangnya Al yang baru pulang dari Jepang langsung ketemu Yuki hal yang sama sekali tak pernah diduganya.

Jodoh pasti bertemu, begitu pikirnya..

Ketika kakinya melangkah mendekati Yuki tiba-tiba kakinya terhenti setelah melihat anak kecil di belakang Yuki..

Anak kecil itu bergelayut manja ditangan Yuki.

Al berjalan di belakang rombongan keluarga Takeshi sambil sedikit menguping pembicaraan mereka..

Dengan menggunakan masker hitam dan topi Al yakin keluarga itu takkan ada yang mengenalinya. Sudah lama juga mereka tidak pernah berjumpa.

"Dek, jalannya jangan cepet2 dong kakak ini butuh penjelasan kamu. Apa dia anak kamu dek?" tanya Verrel sekali lagi.

"Kak Verrel nanti aja kenapa sih dirumah pasti Yuki jelasin. Udah capek banget ini". Ucap Yuki masih sambil tetap berjalan.

"Dek, apa kamu kecantol bule Jerman disana?". Maxime mulai curiga.

"Kamu punya anak tanpa nikah?". sambung Verrel.

"Husshh ngomong apa kamu verr", Kevin menarik tangan Verrel yg masih tetap berjalan cepat mengejar Yuki.

Al yang berjalan di belakang mereka terperangah kaget, baru saja dia melihat Yuki dan sudah mendengar kenyataan yang  sangat membuatnya kecewa.

Yuki dan keluarganya terlihat memasuki mobil mereka dengan  Yuki yang menggendong anak lelaki itu.

Al terdiam mematung melihat mereka.

Anjirr...
Baru aja gw mendarat setelah bertahun-tahun ninggalin Indonesia demi move on dari Yuki eh malah ketemu di Bandara..

Aslinya mau bahagia ketemu Yuki malah ngeliat dia udah gendong anak.

Nasib-nasib gini amat idup gw. Umpat Al sambil mengacak rambutnya.

***

"Assalamualaikum.. ". Ucap Yuki..

Yuki pun memasuki rumah yang telah lama ditinggalkannya.

Bi Odah yang sudah tau akan kedatangan Yuki segera menyambut Yuki dengan senang. Bi Odah pun sangat merindukan Yuki.

"Neng Yuki ya Allah neng, bibi kangen banget sama Neng Yuki". Ucap Bi Odah sambil memeluk Yuki dengan mata berkaca-kaca.

"Sama Bi, Yuki juga kangen. Apalagi sama masakan nya bibi". Jawab Yuki sambil menampilkan deret gigi putihnya.

"Hayuk atuh neng Bibi udah masak makanan kesukaan neng Yuki". Bi Odah menuntun Yuki ke meja makan.

"Tunggu bentar bi, ini kenalin anak Yuki Daren namanya". Yuki pun menggandeng tangan Daren.

"Anak siapa neng? anak neng Yuki? kapan neng Yuki nikah kok tau-tau udah punya anak". Tanya Bi Odah dengan polos nya.

"Udah nanti Yuki ceritain sekalian, capek Yuki kalo satu persatu orang mau Yuki ceritain. Minta tolong bi Daren dimandiin ya. Yuki juga mau mandi dulu baru makan bi". Ucap Yuki sambil berjalan menuju ke kamarnya.

"Ya Allah nih anak kasep pisan, matanya biru kayak bule. Ayo atuh den mandi dulu kita". Ucap Bi Odah sambil membawa Daren yang untung saja nurut dengan Bi Odah.

Setelah selesai menurunkan koper Yuki ketiga Kakak Yuki duduk diruang keluarga.

Mereka hanya diam berpikir, tak ada yang melakukan aktifitas apapun ambil menunggu penjelasan Yuki.

"Kak, Kak Kev tau gak siapa tuh bocah". Tanya Verrel curiga kepada Kevin. Pasalnya sejak tadi Kevin hanya diam saja.

Kevin tampak diam sejenak sambil memejamkan matanya perlahan berkali-kali.

"Kak Kev gak tau apa-apa, nanti kita tanya aja langsung ke Yuki". Ucap Kevin datar seperti biasa.

"Mana tuh anak ngomong pake bahasa Jerman pula, gw kan gak terlalu ngerti artinya". Celetuk Maxime.

"Gak mungkin Yuki nikah apalagi sampe punya anak kita gak tau, emang paling bener tanya langsung dah ke Yuki nya". Saut Verrel.

Selang beberapa menit, Yuki menuruni tangga dan Daren pun sudah menunggu di meja makan dengan antengnya sambil meminun susu serta roti gandum  yang diberikan Bi Odah. Yuki sudah memberitahu Bi Odah jika Daren tidak makan nasi seperti orang Indonesia.

"Hmm... Mutters Kind hat ein Bad genommen und riecht gut". Anak mama udah ganteng dan wangi. Ucap Yuki sambil mencium rambut Daren.

Melihat Yuki sudah di meja makan ketiga kakaknya segera menghampiri Yuki.

Mereka bertiga hanya diam tak menanyakan apapun ke Yuki. Padahal mereka sangat merindukan adiknya itu. Tetapi kehadiran Daren membuat mereka nampak sedikit kesal.

Melihat ekspresi ketiga Kakaknya itu Yuki pun tersenyum kecil.

"Iya, nanti Yuki jelasin. Makan dulu aja yok ah. Yuki pun mengambilkan nasi untuk ketiga kakaknya.

"Anak Lo gak dikasih makan" ucap Verrel sinis.

"Dia udah makan roti 🍞 & Minum Susu, dia gak makan nasi kak".

"Ohiya beda ya lidahnya orang sana sama kita". Sambung Maxime.

"Heem bukan beda lidah kak tapi beda kebiasaan makan aja, dia biasa makan  begitu, kalo pagi paling makan sereal apa oat gitu kak, siang nya roti apa kentang sama ikan/daging gitu". Ucap Yuki menerangkan.

Fyi gaess..

Makan nya kita sama orang jerman justru sangat berbeda ya misal sarapan, makan siang, dan makan malam di Jerman. Umumnya warga Jerman suka menyantap menu dingin/kaltes essen (Müsli dan susu, Roti dan keju/selai + kopi) ketika sarapan.

Buat makan siangnya baru deh makan yang hangat/warmes essen (Kentang goreng dan sosis, ikan goreng di tepung roti (Panierte Fisch) pakai kentang rebus, sauerkraut, dan roast pork knuckle, dan lain-lain).

Beda banget sama kita, buat makan malam, sebagian besar orang Jerman makan roti atau lebih dikenal dengan nama Abendbrot. Jam makan malam pun lebih 'pagi' dari kita, yaitu pukul 18:00 ke atas. Dan setelah makan malam ini biasanya gak ada tuh cemal-cemil macam gorengan, es krim, pizza, atau martabak ketika terang bulan sampai waktu sarapan tiba.


***
Mereka pun hanya mangangguk angguk mendengar Yuki.

Kevin hanya diam dan memandangin Daren sangat dalam. Melihat apakah ada sisi Yuki di dalam diri Daren. Karena dia tidak akan percaya adiknya memiliki anak tanpa sepengetahuannya.

Selama ini mereka saling menghubungi lewat telepon atau Video Call.

Memang Yuki tidak tinggal serumah dengan orang tuanya karena Yuki kuliah dan jauh dari tempat tinggal orang tuanya di Jerman.

Mungkin penyesalan yg ada dipikiran Kevin karena telah melepaskan adiknya ke Jerman dan pulang membawa seorang anak.

........,........,

Assalamualaikum gaess ada yg masih setia sama cerita nya..

penasaran kan siapa Daren..

penasaran kan Yuki dah nikah apa belom..

ayo kita kawal di part selanjutnya...
terima kasih games. have a nice day
:*

Pringsewu, 19 Oktober 2021

By Queentias

All About YouWhere stories live. Discover now