again?

400 53 16
                                        

Puas dad, puas sekarang. Sekarang terserah mau Daddy apa". Rio pun pergi ke kamar dan membanting pintunya.

Al yang jengah menyaksikan pemandangam di depannya pun segera pergi untuk mengejar Yuki..

***

Yuki berlari sekuat tenaga tanpa menghiraukan keadaan sekitar, dia pun tak menyadari dia berlari tanpa mengenakan sepatunya.

Air matanya terus berlinang deras membasahi wajahnya..

"Perasaan gw dejavu deh lari-lari gini" batin Yuki.

Yuki yang saat ini berada di persimpangan jalan menoleh kiri dan kanan dia bingung hendak berlari kemana karena dia tak tau arah pulang

Tiba-tiba sebuah mobil sport merah mendekatinya.

Yuki berhenti terengah-engah sambil melihat seseorang dibalik kemudi itu.

Tak lama seseorang itu pun keluar..

"Cepet juga ya lo lari nya, astaga jadi lo lari gak pake sepatu". Tanya seseorang tersebut sambil melihat kaki Yuki yang sebenarnya sudah berdarah karena terkena batu-batu dijalan.

Yuki sebenarnya hendak berlari lagi menghindari Al yang sudah mengejarnya.

Tetapi Yuki malah terduduk di tepi jalan sambil terisak.

Ya seseorang itu adalah Al, orang yang sama sekali tak diharapkan Yuki.

Padahal dia berharap Rio lah yang akan mengejarnya.

"Please Babby dont cry!! ". Al pun merengkuh Yuki dalam pelukannya.

Yuki pun semakin terisak, Al yang memandang pilu Yuki membiarkan bajunya yang basah akibat air mata Yuki.

"Ayo gw anter pulang, gw gak akan nanya apapun yg bakal nyakitin lo. Gw janji.." Ucap Al sembari membangunkan Yuki dan menuntunnya masuk ke dalam mobil.

"ini pake sendal gw, kegedean dikit gak apa-apa ya daripada kaki lo tambah sakit". Al pun menyodorkan sendalnya.

Di dalam mobil tangis Yuki sudah mulai reda, Yuki pun memandang kosong keluar jendela.

Al pun tak ada niatan untuk menanyakan apapun, dia tak mau Yuki kembali sedih.

"Hmm mau makan dulu? Tanya Al.

Yuki yang sedang melamun pun tak mendengar pertanyaan Al.

"Hey cantik, mau makan duku gak?". Al pun membelai rambut Yuki.

Yuki pun menatap Al dan mengangguk.

***
Al dan Yuki pun tengah berada di Hanamasa Restoran khas jepang.

Setelah pesanan makanan datang tanpa banyak bicara mereka segera menyantap makanan yang terhidang di meja.

Yuki yang memang sudah sangat lapar terlihat begitu lahap menyantap makananya.

"Makan yang banyak, biar kuat menerima kenyataan". Al pun terkekeh.

"Hmm iya.." jawab Yuki pelan.

"Ki, jangan sedih. Ada gw disini". Al pun mengedipkan matanya.

Yuki hanya melihat sesaat lalu melanjutkan melahap makanannya.

Jauh di ujung restoran terlihat 2 orang pemuda memperhatikan Al dan Yuki dengan seksama.

Ternyata restoran ini adalah tempat favorit keluarga mereka.

"Ah mau gw samperin mereka". Ucap salah satu pemuda itu dan melangkah menuju meja Al & Yuki.

All About YouWhere stories live. Discover now