Tak sengaja

260 41 18
                                        

"Maaf ya mbak, anak saya gak sengaja nabrak mbak nya". Ucap Yuki sambil menghampiri wanita tersebut

Ketika Rio berbalik membuat kedua pun nya terkejut dan saling berpandangan.

Prilly dan Mila pun menutup mulut mereka masing-masing karena tak menyangka akan bertemu Rio di situasi seperti ini.

***

Yuki terdiam mematung melihat lelaki yang sampai saat ini masih berada jauh di dalam hatinya yang sudah sangat lama tak dijumpainya.

"Ooh haii Rio, wah apa kabar? Lama ya gak jumpa..". Sapa Prilly sambil melambaikan tangannya  dan tersenyum kikuk berusaha mencairkan suasana.

"Baik.." Ucap Rio singkat tetapi tatapannya masih erat menatap Yuki.

"Wah.. sayang, kenal ya sama mereka. Hai... kenalin gue Indira. Tunangannya Rio". Sambil menunjukkan cincin di jari manisnya.

"Kamu apa kabar?". Tanya Rio sambil menatap Yuki lekat tak mengindahkan ucapan Indira.

Yuki masih terdiam tak percaya jika akan bertemu Rio dalam waktu dekat ini. Karena jujur jauh di lubuk hatinya Yuki belum siap karena Yuki masih belum bisa melupakan Rio.

"Mommy, Meine Mutter möchte dort spielen, Komm schon". Daren menarik tangan Yuki dan berlari menuju ke tempat Timezone.

"Eettdah bocah main tarik emaknya aja tuh". Ucap Prilly sambil mengejar Yuki.

Mila yg masih disana pun tersenyum kaku, " Sorry ya Rio.. kita kesana dulu hehee". Ucap Mila terdengar kikuk.

"Siapa sih sayang mereka itu, kok aku nya dicuekin. Huh sebel". Ucap Indira memanyunkan bibirnya.

Rio hanya terdiam mematung melihat Yuki  di tempat Timezone. Dia masih memikirkan kata-kata Daren. Rio yang pada dasarnya tau bahasa Jerman membuatnya berpikir mengapa Anak kecil tersebut memanggil Yuki dengan sebutan "Mama".

"IHh sayang aku dicuekin sih sama kamu, ahh sebel sebel". Rengek Indira.

15 menit berlalu Rio masih tak menggubris Indira, dia masih berdiri mematung di depan timezoe berharap Yuki segera keluar.

Indira sudah menghentak hentakkan kakinya. Dan menarik-narik lengan Rio.

Akhirnya Rio pun tersadar, " Ada apa sih, tadi kamu bilang mau beli sepatu. Saya sudah meninggalkan rapat demi keinginan gak penting mu itu, Sekarang saya tunggu disini kamu yang pergi". Ucap Rio datar.

"KAMU NYEBELIN". Indira pergi meninggalkan Rio yang masih berdiri disana.

60 Menit kemudian...

Terlihat Yuki keluar dengan menggendong Daren yang tertidur. Dengan diikuti Prilly dan Mila yang membawa banyak mainan ditangannya.

"Ribet ya kalo punya anak, kita bahkan ngemall gak bisa nyalon". Prilly pun mulai mengomel.

" Kita belum makan juga loh  ki, mau makan dulu gak?". Tanya Mila.

"Yah gimana Daren tidur, dia gak bisa tidur harus dirumah. Kalo tidurnya keganggu bisa ngamuk seharian nanti". Jawab Yuki sambil membenarkan posisi kepala Daren.

Rio yang sudah lama menunggu pun menghampiri mereka.

"Oh GOD, masih nungguin kita ternyata dia Ki". Ucap Prilly.

"Ki, kita bisa ngobrol sebentar?". Rio pun mendekati Daren.

"Maaf Rio gak bisa". Ucap Yuki sambil memberikan kode Daren sedang tidur di gendongannya.

All About YouWhere stories live. Discover now