Cemburu

604 80 2
                                        

❤❤❤

Semua orang yang berada di situ mendengar keadaan Yuki tersebut panik ditambah mama Prisia pingsan membuat semua menjadi khawatir.

Papa Joe memapah Mama Prisia membawanya ke kursi tunggu ruang IGD, milla dan Prilly sibuk mengipas ngipas Mama Prisia berharap agar segera sadar.

"Sebenernya bagaimana keadaan Adikmu Max? " saat ini Papa Joe telah berada di depan Max dan semua orang menunggu kepastian itu.

"Gini pah, Yuki terkena Gegar Otak cuma kita lagi observasi apakah itu Gegar otak ringan, sedang atau berat.
Karna sampai sekarang Yuki juga belum sadarkan diri" Jawab Maxime lesu.

"Kemungkinannya gimana? ".

"Kita gak bisa mengira-ngira ngasih kemungkinan apapun Pah semua harus di observasi, sementara ini Yuki bakal dipindahkan ke ruang ICU untuk memudahkan observasi karna Yuki akan dipasang alat alat".

"Ya Allah, bagaimana ini" Papa Joe mengusap kasar wajahnya.

"Pah, maxime dan dokter lainnya bakal ngasih yang terbaik untuk keselamatan Yuki. Bahkan kalo disuruh tuker tempat Maxime rela demi Yuki" Maxime memelankan kata katanya dan tesss... buliran bening membasahi pipinya.

"Verrel, apa yang terjadi sebenarnya? Papa Joe mengalihkan pandangan nya ke anak ketiganya itu.

"Verrel juga gak tau kejadian sebenarnya pah, tadi waktu kejadian berlangsung Verrel gak ada di tempat, Yuki lagi sama Prilly dan Milla".

Prilly dan Milla yang melihat sorot mata Papa Joe yang membutuhkan penjelasnnya.

"Hmm gini om, tadi Yuki lagi nonton basket bareng sama saya dan Mila. Tiba-tiba Yuki dihantam bola kuat sama seseorang dengan sengaja. Saya yakin om, soalnya saya lihat sendiri".

Rio yang sedang menyimak percakapan orang orang tersebut menghubungi orang kepercayaan nya untuk mengecek kejadian sebenarnya.

tolong cek cctv di lapangan basket sekitar jam 4 sore tadi.

Begitulah isi chat Rio untuk seseorang.

Ketika Papa Joe hendak menanyakan hal tersebut lebih lanjut

"Engghh adek, adek... Mama disini" Mama Prisia mengigau dan memanggil manggil Yuki.

Papa Joe,maxime dan Verrel segera mendekati mamanya itu yang berada di pangkuan Milla.

"Mah tenang mah, adek baik baik aja kan ada Maxime yang bakal berusaha yang terbaik".

Tiba tiba pintu ruang IGD terbuka ada beberapa perawat mendorong bangkar Yuki akan memindahkan Yuki ke ruang ICU.

Mama Prisia langsung berdiri dan di gandeng oleh Papa Joe,
Mereka semua mengikuti bangkar itu di dorong.

"Masyaa Allah ki, gw gak nyangka lo bakal begini.. maafin gw yang tadi maksa lo buat nonton basket. Ini semua gara gara gw". Prilly pun menangis melihat keadaan sahabatnya itu.

"Ini gak bisa dibiarin, sampai terjadi apa apa dengan Yuki gw gak akan ngelepasin orang yang udah buat Yuki celaka ". Rio membatin dalam hati, hidungnya memerah menahan tangis.

"Apakah gw menangisi gadis jutek ini". Rio menarik nafas dan menghembuskannya pelan.

❤❤❤

Terlihat rio sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon di sebrang sana.

Gw gak mau tau, gimana ceritanya cctv itu kosong? Pasti ada yang tidak beres?! Gw mau segera dapat kabar bagus.

Rio mengusap wajahnya dengan kasar.

All About YouWhere stories live. Discover now