Part 22

445 70 3
                                        

***

Yuki terbengong melihat lelaki di depannya itu, dia berfikir kenapa ada orang ini sih disini. Dia pun membuka earphone nya memperhatikan dengan seksama lelaki yang sekarang ada disebelahnya bahkan posisinya sudah mendekat dengan Yuki.

"Kok lo ada disini?". Tanya Yuki sinis.

"Ini namanya jodoh". Jawab Al tersenyum.

Ya lelaki  itu adalah Al, ini memang diluar dugaan. Memang Al akan pergi ke swiss mengunjungi adiknya yang sedang menempuh study disana, kebetulan saja mereka satu pesawat karena Yuki akan transit ke Swiss juga. Al sebenarnya pun tahu jika Yuki akan pergi ke Jerman, tetapi tak menyangka jika mereka akan satu pesawat bahkan duduk bersebelahan.

Sebenarnya Al sudah tahu sejak tadi ketika Yuki datang dan duduk di sebelahnya, hanya saja Al masih ingin memperhatikan Yuki.

"Kok kayak gak suka ketemu gw bie?". 

"Apa? lo panggil gw apa barusan? Bie?". Yuki mulai ketus.

"Iya dong kan lo barbie nya gw, iya gak Bie?". Jawab Al sambil mengedipkan matanya.

Tak berniat mengobrol Yuki pun membuang wajahnya ke jendela, dan membenarkan earphone nya kembali.

Al pun melepaskan earphone yang di gunakan Yuki, "Pliss dong Bie, segitu gak maunya lo ngobrol sama gw? Apa karena Rio?".

Yuki menghela nafas pelan, sebenarnya Yuki tak enak hati memperlakukan Al seperti itu. Hanya saja sekarang perasaannya sedang kacau dan sedih karena harus meninggalkan orang-orang tersayang.

"Gw lagi gak pengen ngobrol Al, gw ngantuk". Jawab Yuki dan memasang kembali earphone nya.

***

Prilly dan Mila berlarian di bandara, " Lo sih prill lama banget, awas aja sampe Yuki udah berangkat". Ucap Mila sambil berlari.

"Ishh kok nyalahin gw sih, kan tadi gw bilang kita ngojek aja gak usah bawa mobil jadi kita gak kejebak macet". Cerocos Prilly.

"Ya lo juga nyetirnya gak handal, gak nyelip nyelip". Balas Mila.

"Lo kira bajaj kali, bisa nyelip segala".

Mereka pun bertemu dengan rombongan Kakak Yuki dan juga Rio yang berjalan dibelakangnya, Prilly pun langsung menyerocos. " Loh Yuki nya mana?". Prilly pun tersengal karena berlarian.

"Telat lo, udah berangkat 10 menit yang lalu". Jawab Verrel.

"Omg..omgg kita telat benerar kan milaaaa. Coba aja tadi kita ngojek jadi masih bisa ketemu Yuki". Prilly pun mulai kesal.

"Yaudah yok kita lihat kesana aja, kan kita bisa lihat pesawatnya aja". Ucap Mila polos dan menunjuk apron  yaitu tempat parkir pesawat.

"Pesawat Yuki udah terbang" Jawab Kevin.

Prilly dan Mila pun terduduk lemas di lantai bandara, mereka sangat lelah berlarian daritadi ditambah Yuki yang ternyata sudah berangkat.

"Entah kapan kita ketemu Yuki lagi Mil". Ucap Prilly sendu.

"Udah kan bisa video call atau chatan". Maxime pun memberikan masukan.

"Tapi kan gw pengen peluk Yuki langsung". Ujar Prilly dengan wajah kecewa nya.

"Sini gw peluk aja sini". Maxime pun merentangkan tangannya seakan ingin memeluk Prilly.

Prilly yang memang sudah sejak lama mulai tertarik dengan maxime sejak pertemuan pertama mereka wajahnya langsung berubah menjadi merah padam.

"Ahh dasar modus lo kak". Verrel menyenggol lengan Maxime.

Mereka pun terkekeh, dan Rio hanya diam memandang keribetan di depannya sejak tadi.

All About YouWhere stories live. Discover now