[ Chapter 23 ]

806 76 7
                                        

POV

Semua barang barang Gun kini sudah berada di tengah ruangan, Luke meminta beberapa orang suruhan nya untuk membantu mengangkat barang milik Gun. Hari ini adalah hari terakhir Gun di rumah sakit dan Luke memutuskan untuk mulai merapihkan semua barang barang milik Gun dan memindahkan nya ke apartemen baru yang sudah dia beli.

Off membuka kan pintu untuk Pim masuk, mereka baru saja melihat persiapan pernikahan mereka yang semakin hari semakin dekat saja. Namun melihat barang barang Gun yang sudah berada di ruangan tengah itu membuat Pim kaget, setau dia beberapa hari ini kakak nya tidak pulang karna Luke memberitahu nya jika mereka sedang jalan jalan, tapi kenapa sekarang barang barang Gun sudah ada di ruang tengah?.

"p'Luke kenapa barang barang p'Gun berada di ruang tengah."

"Dia akan tinggal bersama ku di apartemen, jika dia sendiri di rumh ini aku akan khawatir. Kau dan Off mulai sibuk dengan acara pernikahan mu bukan?."

"Pim juga tidak akan selalu sibuk kenapa p'Gun harus pindah ke apartemen?." Tanya Off dengan wajah penuh tanya.

Untuk apa Luke membawa Gun ke apartemen nya jika dia masih bisa tinggal di rumah ini, Off sangat bingung mungkin itu hanya akal akalan Luke agar bisa dekat dekat dengan Gun saja. Luke mendekat menepuk nepuk pundak Off.

"Kau urusi saja pernikahan mu, aku hanya ingin menjaga Gun, Pim juga akan senang jika Gun ada yang menjaga nya. Bukan begitu Pim?."

"Iya aku tidak papa, asal p'Gun tidak sendirian. Oh iya sekarang p'Gun ada dimana?."

"Gun masih ada di hotel aku akan mengajak nya ke apartemen setelah semua barang barang nya siap."

"Kenapa tidak pulang dulu aku merindukan p'Gun." Tanya Pim dengan wajah murung nya.

"Karna aku yang melarang nya."

"Kau tidak punya hak melarang p'Gun pulang." Ucap Off.

Luke terkekeh harus bagaimana dia menjelaskan pada bocah seperti Off. Luke mengabaikan Off kini dia dan beberapa suruhan nya membawa koper milik nya dan koper milik Gun.

Sebenarnya gun masih berada di rumah sakit, Luke hanya berbohong jika Gun berada di hotel, hari ini pengecekan terakhir untuk memastikan Gun bisa pulang atau tidak, Luke harap semua nya akan baik baik saja.

Pim melirik Off yang menatap tajam punggung Luke yang sudah mulai menghilang di balik pintu.

"Off kau tidak apa apa?."

"Tidak baiklah aku akan segera pulang Pim." Pim menahan tangan Off, tidak biasanya Off buru buru pulang seperti ini.

Pim langsung memeluk tubuh Off menyadarkan kepala nya di dada bidang Off.

"Ada apa katakan saja, wajah mu terlihat berubah saat p'Luke pergi."

"Aku baik baik saja Pim, mungkin aku hanya lelah saja."

"Baiklah jika kau lelah, jangan lupa besok kita akan bertemu dengan p'Gun untuk membicarakan pakaian pernikahan kita." Off terdiam, lalu tersenyum besok dia akan segera bertemu dengan Gun lagi, itu sedikit membuatnya senang.

Ini sudah 2 Minggu Off hampir tidak pernah melihat Gun lagi, bahkan jikapun dia bertanya pada Pim, dan Pim akan menjawab bahwa Gun sedang liburan bersama Luke. Tapi menurut off itu tidak logis sampai harus selama ini, dan mendadak sekali.

"Besok aku akan datang pagi, sampai jumpa Pim." Off melepaskan pelukan Pim lalu dia segera pergi ke luar dari rumah.

Pim diam menatap kepergian Off tidak biasanya Off seperti ini, kenapa dia merasa Off begitu berbeda pada nya, bahkan setelah dia datang mereka baru bercinta satu kali, untuk ciuman saja Off sekarang lebih banyak menghindar dari nya. Sebentar lagi pernikahan mereka akan berlangsung tapi Off tidak menunjukkan ekspresi bahagia nya sama sekali, Pim takut off tidak akan serius dengan nya.

You are not mine but my destinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang