12. Kesal

26.6K 2.6K 53
                                        

Assalamualaikum teman-teman jangan lupa vote dan coment ya 😊

Maaf klo masih ada typo

==============

Hujan berjatuhan membasahi wajah bumi yang semula kering memberi kehidupan untuk mahluk yang berada di dalamnya.
Pagi ini Gus Yazid akan menjalani operasi usus buntunya di temani Afil dan umi yang sedang menunggu di luar ruang operasi, mereka bersama berdoa agar senantiasa di beri kelancaran dalam operasi yang di jalani Gus Yazid hari ini.

"Nduk...umi pulang dulu nggeh sampean tunggu sampai operasi nak Yazid selesai disini, nanti umi akan kembali bawakan baju ganti "

"Enggeh umi"

Satu jam berlalu akhirnya operasi yang di jalani Gus Yazid selesai, dokter mengatakan bahwa operasi berjalan dengan lancar.

"Pasien akan di pindahkan ke ruang inap, nanti setelah pasien sadar mohon untuk mengabari saya ya"
Ujar dokter

"Enggeh dok"
Jawab Afil paham

================

Gus Yazid telah di pindahkan ke ruang inap sejak 15 menit yang lalu sementara Afil duduk terdiam di luar ruang inap Gus Yazid, dirinya tidak berani jika harus berada di dalam kamar inap itu merasa bahwa tak pantas seorang santri satu kamar dengan Gusnya.

"Assalamualaikum ....loh Ning Afil kenapa tidak masuk?"

Ning Firo kakak dari Gus Yazid datang dengan keheranan melihat adik iparnya ini duduk di luar alih-alih menemani Gus Yazid di dalam.

"Walaikumsalam...nggak Ning saya di luar saja, Ning kalo mau masuk gpp Monggo"

"Loh...ayo masuk juga Ning Afilnya, mosok sendirian di luar "

Akhirnya setelah di bujuk oleh Ning Firo Afilpun ikut masuk ke ruangan Gus nya itu, tanpa sadar Afil terus memperhatikan wajah Gus Yazid yang terlihat amat damai lama Afil terus memperhatikan Gus Yazid sampai membuatnya tak sadar jika Ning Firo memanggil nya sejak tadi.

"Ning Afil..."

"Loh...enggeh Ning ada apa?"

"MasyaAllah segitu khusyuknya memperhatikan wajah Yazid sampai-sampai saya panggil tidak sadar"

Ning Firo terkekeh melihat ekspresi malu Afil yg ketahuan memperhatikan wajah Gus Yazid.

'Astaufirullah maafin Afil ya Allah'

batin Afil, merasa amat berdosa saat tanpa sadar dirinya memperhatikan lelaki yang bukan mahramnya, ya setidaknya itu yg Afil tau bahwa Gus Yazid ini memang bukan mahramnya.

Afil terus saja di goda oleh Ning Firo karna ketahuan memperhatikan wajah Gus Yazid tadi,bhingga kini wajah Afil sudah mulai memerah.

"Gus Yazid ganteng kan Ning?" Tanya Ning Firo masih berlanjut menggoda Afil. Sementara Afil terus saja menunduk malu, terdakang dia menggeleng dan juga mengangguk menanggapi pertanyaan Ning Firo.

Saking asiknya Ning Firo menggoda Afil sampai-sampai mereka tidak menyadari bahwa Gus Yazid sudah sadar sejak 5 menit yang lalu. Gus Yazid memperhatikan wajah Afil yang sudah memerah bagaikan tomat karna terus saja di goda oleh Ning Firo.

" Wes toh mbak ...kasian dik Afil malu itu dia"

Akhirnya Gus Yazid berucap membuat kedua wanita itu mengalihkan pandangan ke asal suara.

"Loh Yazid udah sadar toh?"
Tanya Ning Firo.

"Udah dari tadi mbak"
Gus Yazid menjawab namun matanya tak teralihkan memandang wajah Afil yang masih menunduk. Ning Firo yang sadar akan situasi segera menyingkir memberi mereka ruang untuk berdua.

Hai....Imamku (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang