07. Semuanya berubah

4.2K 623 204
                                        

Kalau rame gini kan aku jadi seneng uhuyy, jadi cepet up deh
.
.
.

Hyunjin mengerjapkan matanya pelan, ia sudah bangun tapi masih susah untuk membuka matanya. Lagi pula kenapa terang sekali?

Setelah berhasil menyesuaikan matanya dengan cahaya, ia bisa melihat dengan jelas. Ternyata korden juga kaca jendela besar itu sudah terbuka, dan di jam seperti ini tempat tidurnya memang dipenuhi cahaya matahari.

Hyunjin mendudukkan tubuhnya, mengucek matanya sebentar lalu mematikan air purifier di nakas samping dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.

"Siapa sih yang berani buka gordennya?!" gerutunya. Biasanya para maid sangat mengerti dirinya yang tidak suka jika tidurnya diganggu apalagi ini sampai berani membuka gorden tanpa ijin darinya.

Anak dengan muka bantal itu akhirnya masuk kembali ke dalam selimut hingga seluruh tubuhnya tenggelam di kain tebal itu. Ini liburan, tidak perlu bangun pagi-pagi.

"Hyunjin? lho belum bangun juga?"

Hyunjin mendengar suara mama Jisoo masuk ke dalam kamarnya. Hah.. kalau bersama mamanya pasti Hyunjin akan diijinkan tidur sampai jam berapa saja boleh, beberapa hari ini setelah acara pernikahan mama Jisoo dan anak-anaknya sudah tinggal di rumah Hyunjin. Dan Hyunjin sedikit kesulitan karena ternyata mama Jisoo ini terlalu ketat dan menyuruhnya untuk disiplin. Seperti sekarang ini.

"Hyunjin, bangun dulu, udah jam 9 ini!"

Hyunjin menyembulkan kepalanya dan bibirnya mencebik.

"Masih ngantuk ma~" rengeknya dengan suara manja, berharap Jisoo bisa luluh.

"Kalau bangun itu harus pagi-pagi Hyunjin, sarapan habis itu mandi, kan siangnya bisa tidur lagi. Jangan biasain masih di kasur jam segini, nanti malasnya keterusan."

Tapi sepertinya tidak bisa. Mama Jisoo tidak pernah luluh dengan rengekannya.

"Mama... Hyunjin masih pengen tidur, sampe jam 11 aja~"

"Ngga boleh sampe jam segitu, itu namanya hidup ngga sehat. Seharusnya bangun pagi-pagi supaya bisa dapet udara seger dan ngelakuin aktivitas dulu, kalau bisa olahraga, itu lebih bagus." Jisoo menarik tangan Hyunjin pelan lalu menangkup wajah Hyunjin gemas.

"Sarapan ke bawah yaa, yang lainnya udah selesai sarapan tau liburan juga harus tetep bangun pagi, tadi Jisung, Felix sama kak Minho aja udah bangun jam 7, terus joging di lapangan golf kan sehat gitu.."

"Iya iya, 5 menit lagi Hyunjin turun."

Jisoo tersenyum dan mengusap kepala Hyunjin lembut. Sudah sampai pintu tapi wanita itu membalikkan badannya.

"Itu baju di sofa gimana? kalau udah dipakai, taruh di keranjang baju kotor, kalau masih mau dipakai, gantung yang bener, jangan digeletakin gitu, jorok kelihatannya."

"Iya mama!" jawab Hyunjin sedikit berteriak karena jarak dari pintu ke luar dari tempat tidurnya cukup jauh. Jangan lupakan kamar tidurnya memiliki 2 ruangan.

Setelahnya Hyunjin mendengar suara pintu tertutup. Hyunjin menghela nafas panjang, sekarang ia lebih sering mendengar omelan. Hyunjin tidak serius dengan ucapannya tadi. Mana mau dirinya mengambil pekerjaan seperti itu. Meskipun itu ulah dirinya sendiri yang meletakkan pakaian sembarangan. Tapi nanti kan pasti ada maid yang membereskannya.

Hyunjin mengambil jaket di dalam lemari, menggunakannya lalu pergi ke luar. Baru membuka pintu, suara rusuh sudah menyambut gendang telinganya. Rumahnya terasa ramai.

Berjalan pelan menuruni tangga sambil memegang pegangan di sisinya. Nyawanya belum terkumpul sepenuhnya dan ia takut terjatuh. Memperhatikan sekitar, sepertinya ada yang berbeda. Tapi apa?

Oh No!  || HyunjinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang