Changbin mengaduk bubur yang ia buat di dalam panci. Ia masih berada di rumah Hyunjin, merelakan dirinya untuk tidak pulang ke rumah. Mana tega ia membiarkan anak itu sendirian saat sakit seperti ini. Sama sekali tidak bisa mengharapkan Minho yang akan mengurus anak itu.
Tadi ia menelfon bunda, untuk menanyakan cara membuat bubur. Ya meskipun hanya bubur hambar yang terbuat dari beras dan air. Setidaknya ia tau komposisi yang benar dan lama waktu memasaknya.
Entahlah Hyunjin bisa memakannya atau tidak, Hyunjin biasanya sangat rewel ketika sakit. Anak itu akan meminta makanan enak-enak saat sakit karena lidahnya terasa pahit, namun tetap saja tidak bisa habis dimakan.
Dokter tadi sudah datang untuk memeriksa Hyunjin sekaligus melepas infus, untung saja demam Hyunjin cepat turun, jika tidak, anak itu pasti sudah ada di rumah sakit saat ini.
Ketika menuangkan bubur itu ke mangkuk, sebuah suara menginterupsinya. Changbin membalikkan badan dan mengernyitkan alisnya.
"Bang Changbin, ya?"
Changbin mengangguk pelan sebagai jawaban, jujur saja ia tidak terlalu tertarik untuk berbicara dengan orang di depannya ini.
"Gimana keadaan Hyunjin?"
"Kalo emang khawatir kenapa ngga lo liat sendiri, Lee Felix? o sorry maksud gue Hwang Felix."
"Hyunjin mungkin gamau ketemu gue," jawab Felix pelan membuat Changbin berdecih.
"Santuy, Hyunjin orangnya baik banget, meskipun lo jahatin dia, dia tetep bisa nerima lo kok," jawab Changbin dengan senyum lebarnya.
Felix menghela nafas pelan, ia sadar Changbin sedang menyindirnya.
"Gue ngga tau kalau kak Minho bisa kaya kemarin, kemarin gue langsung disuruh istirahat-"
"Ya ya gue tau, kemaren Hyunjin dorong lo ke kolam, dan hampir bikin lo tenggelem."
"Iya, gue sama sekali ngga expect kalau Hyunjin bakal dorong gue, gue takut kalau ternyata emang dia sengaja dorong gue."
"Dia emang sengaja dorong lo, tapi bukan pengen bunuh lo kok, tenang aja. Dia emang agak tolol, dia sama sekali ngga tau kalau lo ngga bisa renang."
Felix menganggukkan kepalanya. "Iya, gue mikirnya juga gitu."
"Terus lo ngga coba jelasin ke kakak lo? Setidaknya pas lo udah di periksa dokter, lo bisa bilang kan ke kakak lo kalau itu sepenuhnya bukan salah Hyunjin? Kalau lo diem aja dan berlagak ketakutan ya malah bikin kakak lo salah paham dan akhirnya... ya lo tau sendiri apa yang udah kakak lo lakuin ke Hyunjin."
"Gue-"
"Oh ya Hyunjin pernah masuk RS gara-gara lo ngasih dia soda, setau gue lo emang sengaja ngasih dia soda karena lo tau dia ngga bisa minum itu, omongan gue bener atau salah?"
Changbin tertawa pelan ketika melihat Felix hanya diam. Ia meletakkan mangkuk bubur Hyunjin ke atas nampan lalu menatap Felix tajam.
"Terlepas lo emang gatau atau sebenernya tau Hyunjin ngga bisa minum soda, setidaknya Hyunjin ngebela lo di depan kakak lo."
•••
Hyunjin menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan sayu, tubuhnya benar-benar lemas dan nafasnya tidak pernah lega sejak kemarin. Biasanya jika sedang sakit akan selalu ada mama yang menemaninya, mama akan sedia 24 jam di sebelahnya dan selalu menanyakan apa yang ia butuhkan. Juga akan ada beberapa maid yang selalu siap jika ia menginginkan sesuatu. Jangan lupakan ia akan tetap melakukan panggilan video dengan papa hanya untuk merengek.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oh No! || Hyunjin
FanfictionHyunjin itu anak tunggal, jadi dia benar-benar ingin memiliki seorang kakak yang keren seperti kakak kelasnya yang bernama Changbin. Saat papanya menikah lagi, Hyunjin diberitahu bahwa akan memiliki seorang kakak dan adik kembar. Tapi masalahnya Hy...
